Sebagai mahasiswa yang menganut ilmu bisnis & ekonomi, sadarkah ?

Dari setiap mata kuliah yang diajarkan di perkuliahan bisnis, hampir semuanya mengajarkan kita untuk memperkaya perusahaan orang lain namun tidak memperkaya diri kita sendiri.

Saat ini, memang tidak bisa dipungkiri bahwa bangku kuliah masih memegang kental ilmu dan teori-teori bisnis yang tidak relevan dengan jaman sekarang. Hampir tidak ada praktek bisnis yang nyata, sekalipun ada, prakteknya bertentangan dengan prinsip kewirausahaan.

Contohnya, mahasiswa diajarkan membuat business plan. Setelah selesai, baru mahasiswa meminta dana pada lembaga. Kalau dikasih? syukur-syukur bisa jalan bisnisnya. Kalau nggak? mungkin nggak jalan tuh bisnis.

Padahal prinsip kewirausahaan adalah memanfaatkan apa yang kita punya. Kita harus memberi dulu apa yang kita punya baru menerima apa yang kita inginkan, tangan diatas lebih baik daripada tangan di bawah, bukan?

Di Indonesia, Kewirusahaan masih dipandang dalam arti sempit yaitu "Dagang"
"kalau kamu dagang, kamu udh jadi wirausahawan". Padahal pengertian kewirausahaan yang lebih jauh lagi adalah "Value" atau nilai-nilai yang dikandungnya.

Advertisement

Nilai kewirausahaan lebih banyak ditekankan pada kecerdasan otak kanan, kemampuan berpikir kritis, pengelolaan emosi, sikap mental, pantang menyerah, pekerja keras, persistensi dan konsistensi, dsb.

Nilai-nilai inilah yang jarang sekali diajarkan di bangku kuliah. Padahal ini adalah pondasi untuk berwirausaha. Mahasiswa seharusnya tidak terpukau oleh teori-teori bisnis yang tidak bisa diaplikasikan pada dunia nyata. Begitu mereka mencobanya, yang terjadi kebanyakan dari mereka mundur, bahkan sebelum mencapai impian mereka.

Dari pengalaman pahit tersebut, mahasiswa menjadi takut berwirausaha dan memilih untuk bekerja, sekalipun dia berasal dari jurusan bisnis. Sungguh sangat miris jika berkuliah di jurusan bisnis tapi memilih untuk bekerja di bisnis orang lain.

Coba lihat sekeliling kita, mungkin ada beberapa teman kita yang memilih berwirausaha sambil kuliah. Mereka adalah orang-orang yang mandiri. Jangan remehkan mereka, mungkin suatu hari nanti mereka menjadi pebisnis besar, dan orang yang meremehkan hanya menjadi karyawannya. Ini sudah terbukti, bapak milyarder Bill Gates contohnya.

Penulis tidak melarang kamu untuk bekerja pada perusahaan orang lain. Namun akan lebih baik jika kamu memilih untuk berwirausaha. Sekalipun usaha itu kecil, kamu sudah dianggap orang yang mandiri karena mampu mempekerjakan diri sendiri. Setidaknya ada satu lowongan pekerjaan yang tidak kamu habiskan, bukan?

Masih khawatir berbisnis soal modal? Sebenarnya, modal utama bisnis bukanlah uang,
melainkan ide bisnis kreatif serta seberapa luas relasi yang kamu miliki. Dua modal utama inilah yang akan membuat kamu mendapatkan uang untuk membangun kerajaan bisnis yang kamu idamkan.

"Lantas bagaimana langkah memulainya?"

Mulailah dari apa yang kamu punya dan lihat sekelilingmu. Kuncinya, carilah masalah untuk diselesaikan. Terkadang ide bisnis muncul bukan dari sesuatu yang rumit dan sulit, melainkan dari masalah kecil yang bisa kamu selesaikan dan mendapat uang dari pemecahan masalah tersebut.

"Oke sekarang gue pengen bisnis, tapi bingung bisnis apa ya yang bagus?"

Bisnis yang bagus itu, bisnis yang dijalankan. Bukan dipikirin terus. Entah seberapa kecil dan remeh usaha tersebut, setidaknya jika memiliki manfaat dan dijalankan dengan cara yang benar dan halal, maka bisnis tersebut terbilang bagus.

"Mantap… Sekarang gue pengen bisnis anu…tapi gimana ngejalaninnya ya?"

Di era kebebasan informasi sekarang, ada banyak banget sumber referensi di internet yang bisa kamu akses untuk mendapat hal-hal teknis menjalankan bisnis.

Kalau kamu masih penasaran dan bingung juga, mending langsung hubungi penulis deh…sssttt

Khusus buat kamu para pembaca setia hipwee. Kamu boleh konsultasi bisnis gratis selama penulis tidak berhalangan ya.

Terima Kasih, Semoga artikel ini bermanfaat