Wibawamu mana sebagai seorang laki-laki? hanya karena materi kamu pergi dengan meninggalkan janji-janji…..

Aku heran denganmu, sungguh teramat heran, kau pergi tanpa pesan, janjimu yang begitu manis itupun kau tinggalkan, seperti itukah caramu mencintaiku? seperti itukah caramu menyayangiku? kau sayang, kau perhatian kemudian meninggalkan hanya karena aku orang miskin, bukan keluarga berkelas, bukan lulusan S2 seperti mantanmu yang dulu, ataukah orang tuaku tak seperti orang tuamu yang seorang pegawai negeri sipil? Begitu dangkalnya hatimu, kau libatkaan cinta hanya karena materi, kau tumbalkan cinta hanya karena harta semata, aku sungguh kecewa, tak menyangka kau sebegitu tega, merampas kebahagiaanku dengan begitu saja…

Advertisement

Ya, aku sadar aku memang orang yang tak punya, aku dari keluarga biasa, orang tuaku hanya petani seadanya, tapi wibawamu mana? Seperti itukah kau memandang cinta? Aku mohon jangan lagi ke wanita yang lain, Tuhan saja yang menciptakan segalanya tak pernah palah-pilih, kenapa kau yang Tuhan ciptakan malah membedakan, kita mati itu tak membawa harta tapi akhlak, jadi janganlah jumawa kalau kaau saat ini kaya, roda itu berputar, mungkin bisa jadi esok kau yang akan seperti kami (orang-orang yang kau anggap miskin)…

Aku mulai sakit hati dan aku benci

Sungguh aku mulai sakit hati dan aku benci rasa seperti ini, aku anggap kau hanya khilaf, mungkin suatu saat nanti akan tersadar, dan aku juga tak ingin membencimu tapi aku butuh waktu, karena kau bagiku telah menghina keluargaku dengan menganggap mereka miskin, padahal yaang harus kau tahu, banyak sahabat-sahabatku yang lebih darimu bisa menerimaku dengaan lebih daripadamu, bahkan ada yang menyukaiku lebih dari harta yang kau miliki dan juga orang tuamu, tapi mereka tak sepertimu, jumawa dengan sok segitu hebatnya…

Advertisement

Maaf, aku kecewa padamu, karena untuk saat ini aku masih mempertanyakan wibawamu?

Pesanku, janganlah memandang cinta hanya karena dari harta, karena itu hanya sementara, dan bila suatu saat nanti itu terjadi padamu mungkin kau adalah satu-satunya orang yang paling menyesal karena telah meninggalkanku…

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya