Hidup itu takkan lengkap tanpa adanya pahit dan manis yang terkandung di dalamnya, tapi setiap manusia maunya yah bahagia lha ya. Masak sih ada yang mau menikah untuk masa depan yang lebih suram atau lebih susah?

People zaman now selalu memamerkan kebahagiaan after marriage di profile IG mereka dan dengan bangganya mem-posting tempat serta memajang rentetan persiapan for The Wedding Day dan tak lupa The Honeymoon Places they are going to visit. Sah-sah aja ya Hipwee'ers.

Advertisement

Namanya juga lagi excited-excited-nya menyambut hari yang bahagia, ingin memberitahukan khayalak publik soal kebahagiaan mereka agar mereka pun dapat merasakan kebahagiaan tersebut. Wajar, kan, ya? One step has been accomplished, begitu cepat berlalu, kerasanya tuh persiapan begitu panjang, mahal, ribet.

Selesai dengan satu malam pesta yang meriah dan seminggu atau lebih waktu cuti terlewatkan untuk honeymoon. Tadaaa.. welcome to the real married life atau other married couple biasanya menyebut "Welcome to the Club". Awalnya sih mungkin bingung, "Apa sih?" Month by month berlalu sudah.

Kebiasaan doi atau kamu, pasti aja beda, kan dibesarkan dari latar belakang yang berbeda. Situ dulunya berdarah biru, menikah dengan doi yang biasa dan sederhana banget. Kalau tidak pintar-pintar keduanya turun tangan dan mau belajar sih ok, ya. Masalahnya, kebiasaanya yang sudah puluhan tahun itu susah deh ngerubahnya.

Advertisement

Misal, taruh pakaian kotor di lantai, biasanya kamu tuh telaten taruh di dalam wadah yang sudah disiapkan di dekat kamar mandi. Maybe sekali dua kali kamu fine-fine aja atau cerita klasiknya adalah mencet odol pasta gigi, kamu biasa dari bawah ke atas, tapi kerap kali pasanganmu memencet dari tengah, sehingga buat jadi nggak rapih.

Mungkin kamu berpikir sekarang, "Halah, masalah sepele kok gitu aja dipermasalhkan…" But, when you were in that position bisa-bisa ngamuk lho lama-lama. Masalah demi masalah muncul, karena sifat asli keluar semua, Hipwee'ers. Wajar nggak sih hal seperti itu terjadi? Well, like I said before, wajar banget.

Bagaimana kamu dididik, disiplin, dibesarkan sama orang tuamu itu pengaruh banget sama perbedaan antar keluarga. Kalau kalian sama terus dan nggak pernah berantem juga aneh, masa rumah tenang terus. Tapi, yah, pasti nggak mau ribut terus juga lah ya, kan capek.

Bisa-bisa nanti malah bubar jalan masing-masing. Sesegera mungkin redam amarahmu, sadarilah, kalian berdua manusia biasa yang rentan banget buat salah dan bikin kesal, kalau saatnya tiba toh bakal kepisah dan menyesali kesalahan karena dulu sering buat kecewa, maka dari itu dari sekarang, kasihilah pasanganmu, buatlah langgeng karena you will be with your spouse 'till the death does you two apart. (menurut kepercayaan saya).

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya