Di era digital yang modern ini siapa sih yang tidak mengenal instagram? Instagram memang salah satu media sosial yang sering digunakan oleh remaja. Melalui instagram, kita bebas mengekspresikan diri dengan membagikan momen berupa foto maupun video.

Seiring dengan perkembangannya, instagram memiliki banyak fungsi yang dapat dinikmati oleh penggunanya. Seperti contohnya untuk ajang berjualan online, sarana bersosialisasi dengan orang lain, serta untuk belajar maupun mencari informasi.

Advertisement

Namun di balik kelebihan-kelebihan tersebut, instagram juga memiliki dampak yang buruk loh bagi kehidupan remaja yang berkaitan dengan tingkat kecemasan yang tinggi, depresi, bullying, dan FOMO (fobia ketinggalan berita di jejaring sosial). Instagram juga membuat remaja kecanduan hingga malas untuk belajar atau melakukan sesuatu karena sudah terlalu asyik dengan dunianya.

Dalam sebuah penelitian menyebutkan bahwa remaja yang menghabiskan waktunya lebih dari dua jam sehari untuk berselancar di media sosial, maka orang tersebut cenderung mengalami tekanan psikologis. Jika melihat orang lain yang selalu bepergian atau bersenang-senang, maka cenderung akan membuat remaja merasa ketinggalan jaman, cemas dan bahkan selalu memaksakan dirinya agar selalu mengikuti tren.

Instagram dapat dengan mudah membuat gadis dan wanita merasa rendah diri terhadap dirinya. Ketika melihat foto dari orang lain yang mengupload dengan tampilan yang cantik serta fisik yang tinggi dan langsing misalnya, maka akan membuat banyak orang yang mengedit fotonya agar terlihat lebih sempurna.

Advertisement

Selain itu, instagram akan membuat remaja merasa iri ketika melihat temannya berpenampilan lebih menarik ataupun memiliki keuangan yang lebih mapan. Ujungnya munculah rasa putus asa karena merasa hidupnya tak semenyenangkan orang lain.

Instagram juga berpotensi menjadi media yang mendorong tindakan bullying. Warganet yang melihat postingan dengan tampilan fisik tertentu, atau bahkan suku, agama dan politik yang dianggap kurang sesuai dengan pemikiran mereka, maka tidak segan akan memberikan komentar-komentar negatif.

Komentar dapat berupa hinaan maupun kata-kata kasar. Instagram juga berpotensi menciptakan fobia FOMO, yaitu merasa takut ketinggalan berita maupun isu-isu yang tengah marak diperbincangkan.

Oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab juga sering kali menyebarkan berita hoax atau tidak benar dan tidak jelas asal-usulnya. Hal inilah yang membuat remaja mudah terhasut dan percaya dengan berita hoax tersebut tanpa mencari tau terlebih dahulu kebenarannya.

Selain berita hoax, banyak oknum yang mengunggah hal berbau pornografi. Hal ini tentu saja akan merusak mental dan perkembangan anak. Karena saat ini bukan hanya remaja, namun anak-anak juga sudah banyak yang bermain instagram.

Begitu banyak dampak yang ditimbulkan jika kamu terlalu intens dalam menggunakan isntagram. Lalu bagaimana caranya agar tidak kecanduan terhadap instagram? Yang pertama kali harus kamu lakukan adalah niat bahwa kamu benar-benar akan mengurangi penggunaan instagram, serta mengatur waktu online di instagram juga penting.

Setelah itu kita juga harus sering bergabung dengan orang-orang di dunia nyata dan menyibukkan diri ke hobi maupun kegiatan lain yang dapat membuat kita tidak terkontaminasi dengan gadget. Kita sebagai pengguna mengikuti perkembangan teknologi boleh, namun kita juga harus bijak dan pandai mengenai apa yang kita hadapi. Ambil sisi positifnya, hindari hal-hal negatifnya.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya