Pagi ini, aku melihatnya tertidur pulas. Ku melihatnya begitu dalam. Begitu banyak yang terlintas. Aku sering sekali marah dengan sikapnya yang begitu cuek denganku. Entah dia memang tidak peduli denganku atau berusaha untuk tidak perduli.

Sedih atas sikap dinginnya yang belakangan ini muncul lagi. Mau marah dan teriak. Tapi akhirnya aku sadar aku nggak pantas melakukan itu.

Advertisement

Ya Allah aku mencintainya aku sangat menyayanginya sampai semua luka dan sakit hati yang ada selama ini mampu di hilangkan dengan rasa ini. Namun aku merasa begitu jauh meskipun wajah ini hanya berjarak beberapa centimeter dengan wajahnya.

Aku merasa dingin sekalipun aku sedang memeluknya erat. Aku merasa hari-hariku bersamanya begitu hambar meskipun mereka melihat kami bahagia. Aku coba menjalani dengan bahagia. Aku coba lupakan apa yang sebenarnya ada.

Tapi sayang semua itu begitu nyata. Aku begitu menyadari semuanya. Aku sadar dia tidak mencintaiku. Aku sadar ada orang lain yang diam-diam dia sayangi. Dan aku tak bisa melakukan apapun. Ya Allah aku harus apa.

Advertisement


Satu sisi aku ingin tetap bertahan karena aku sangat mencintainya dan aku tak ingin buah hati kami terluka.


Namun satu sisi aku ingin melepaskannya pergi. Karena aku tau aku bukanlah alasan untuk kebahagiaannya. Aku pun sakit seakan merasakan betapa dia menginginkan wanita lain, bukan aku. Namun keadaan yang memaksanya untuk bersamaku.

Aku ingin melihat dia bahagia. Dua tahun lebih kami berjalan menjalani rumah tangga ini. Apa yang tidak pernah aku rasakan. Kami merasakan suka duka dan perjuangan yang tidak mudah. Begitu banyak alasan yang bisa membuatku berpisah dengannya tapi alasan"itu tak pernah ku pilih karena aku memilih satu alasan yang lain.


Perbaikan itu memang ada meskipun tidak sempurna . Tapi memang jauh lebih baik. Namun tak dapat aku pungkiri bahwa aku pun merasakan sakit mencintai dan bertahan dengan orang yang belum bisa mencintaiku.


Aku ingin sesuatu yang wajar layaknya pasangan. Aku ingin tertawa lepas bersamanya, menjadi tempat mengadunya, menjadi alasan untuk pulang, menjadi tempat berbagi dan menumpahkan keluh kesahnya. Aku ingin dia balas memelukku saat aku memeluknya erat. Aku ingin di peluknya setiap saat yang memungkinkan aku ingin menjadi wanita yang di sayanginya.

Tapi sepertinya tidak mungkin, karena begitu banyak rahasia dalam dirinya yang enggan dia bagi padaku. Begitu banyak hal yang aku tidak tau tentangnya apalagi perasaannya. Kadang lebih baik aku berusaha bertahan walau terbesit untuk menyerah.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya