Ibu adalah sosok wanita yang paling aku kagumi. Sosok inspiratif penuh dengan welas asih. Wanita tegar dengan kesabaran, ketulusan dan kekuatan dalam menghadapi badai kehidupan. Wajahnya selalu dihiasai dengan senyuman dan kelembutan membuatku ingin selalu memandangi wajahnya yang teduh dan berada dipelukannya dengan penuh kehangatan .

Maafkan aku, Ibu, karena sampai saat ini aku sering membuat hatimu terluka baik dengan sikap yang aku sengaja maupun tidak. Sering kali kita berdebat jika ibu membrondongiku dengan pertanyaan saat aku keluar malam, dengan gaya pakaianku yang sedikit seksi, jika aku tidak shalat, jika aku sering keluar bersama teman laki-lakiku.

Advertisement

Ibu selalu mengawasi gerak-gerikku 24 jam, selalu menelepon jika aku telat pulang kerja. Selalu sibuk telfon hanya sekedar menanyakan sudah makan atau sekedar mengingatkan untuk shalat. Ibu juga sering sibuk menyakan soal teman pria yang mendekatiku.

Jika ada teman laki-laki yang mendekati dan datang kerumah, ibu bagaikan detektif menanyainya sampai sedetail apapun. Mulai dari nama, tempat tinggal, keluarganya, tempat kerja dan lain-lain. Aku terkadang kesal dengan sikap ibu yang berlebihan ini, aku beranggapan ibu terlalu ikut campur urusanku selalu menganggap aku anak kecilnya yang selalu diawasi.

Ibu, sekarang putri semata wayangmu ini yang dulu kerap kali selalu kamu manja, selalu menangis setiap ada teman lelaki yang mengganggunya. Yang rambutnya kerap ibu kuncir setiap berangkat sekolah, kini telah tumbuh menjadi wanita dewasa. Aku butuh sedikit ruang.

Advertisement

Tapi, kini ibu terbaring lemah di rumah sakit. Tidak ada lagi orang yang selalu mencerewetiku dalam segala hal. Aku sangat merindukan semua itu. Maafkan aku, Ibu, atas semua kesalahan, aku baru sadar bahwa semua itu ibu lakukan karena ibu terlalu mencintaiku. Ibu tidak ingin aku sampai terjerumus dalam hal-hal yang tidak baik. Apapun yang semuanya ibu lakukan adalah untuk yang terbaik bagi kehidupanku.

Cepat sembuh, Ibu, aku sangat merindukan semuanya tentangmu. Aku janji, akan menjadi putri kecilmu yang dulu dan selalu menurutimu. Aku juga tidak akan melawan dan akan menghabiskan banyak waktu bersama. Maafkan aku, Ibu. I love so much.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya