Maaf untuk luka yang mungkin tak sengaja aku buka

Maafkan aku mengotori bukumu dengan coretan tak bermakna yang mungkin butuh waktu untuk menghapusnya

Advertisement

Maaf mungkin bagimu aku memberi harapan lalu mematahkan

Maaf karena ketidaktahuan ku sehingga menjadikan semuanya berantakan

Maaf aku tak pernah bersedia membalas meski itu hanya secuil perasaan

Advertisement

Maaf untuk kesalahan yang tak sengaja telah aku lakukan

Maafkan aku, diriku, semua tentangku, dan kebodohanku

Maafkan aku karena perasaan tak sesederhana itu

Masihka kita berteman?

Atau masih pantaskah aku menyebutmu temanku?

Orang-orang berkata bahwa memberi maaf adalah perbuatan mulia, tak peduli seberapa besar kesalahan yang telah orang lain lakukan. Maaf adalah sebuah permohonan untuk kesalahan yang mungkin tak sengaja atau sengaja telah dilakukan. Tak peduli permintaan maaf itu diterima atau tidak, kita harus mengucapkannya karena sadar bahwa telah berbuat salah. Kata maaf haruslah diucapkan dengan tulus, dari lubuk hati yang paling dalam agar orang yang diminta bergetar hatinya dan bersedia memaafkan.

Manusia adalah makhluk yang tidak sempurna, karena itu kita tak pernah luput dari salah. Tapi kesalahan-kesalahan itu kadang hanya dinikmati tanpa mau untuk diperbaiki. Entah itu kesalahan yang sepele atau lewat batas kewajaran, kita tak pernah mau untuk menyalahkan diri sendiri. “Biarlah orang, biar saja ia nilai diriku ini seperti apa toh aku hidup bukan untuknya, biar saja apa kata orang yang penting aku bahagia dengan ini semua.” Kalimat-kalimat seperti itulah yang seringkali keluar ketika kita dikomentari atas sesuatu yang dianggap orang lain sebagai kesalahan. Manusia, sibuk mencari kesalahan orang lain tapi tak pernah sadar akan kesalahan dirinya sendiri yang mungkin jauh lebih besar.

Kadang, ada banyak hal yang tak sengaja kita lakukan dan tanpa sadar menyakiti perasaan orang lain. Entah bagaimana menghapus kesalahan-kesalahan itu, kalau saja kesalahan itu menetap dihati kita sendiri mungkin dengan penghapus biasa kita tak akan menemui kesulitan untuk menghapusnya. Hati orang siapa yang tahu ? Rambut memang sama hitam, tapi kita tak pernah bisa untuk menyelam lebih dalam. Karena sejatinya menyelam tidaklah sederhana, kita tak pernah mau untuk melewati arus yang mungkin akan menyeret lebih jauh. Itulah sebabnya kita hanya diam dan mungkin mengamati sesekali.

Semua bisa diperbaiki dengan kata maaf, entah itu membutuhkan waktu yang lama atau tidak tapi semuanya memang butuh proses. Entah setelah proses bisa kembali kesemula atau tidak, yang penting kita sudah mencoba. Mengembalikan sesuatu memang tak semudah membalikkan telapak tangan, menghapus sesuatu memang tidak mudah pasti masih ada bekas yang tertinggal meskipun hanya secuil noda. Lagi-lagi semua butuh proses, dan proses sudah tentu melibatkan waktu. Biar waktu yang menjawab semuanya, biar waktu yang menjadi obatnya, karena waktu yang akan menjawab semuanya.

Maafkan aku, entah kau menerima permohonan maafku atau tidak, aku hanya ingin meminta maaf. Maafkan aku karena perasaan tak sesederhana itu.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya