Sidikalang, mungkin sebagian orang ketika mendengar namanya sedikit bingung, atau mengerutkan dahi, mungkin juga kaget dan membatin, kali aja gitu ya “dimana itu sidikalang?”. Sidikalang adalah sebuah tempat yang berada di Sumatera Utara menempuh 3 jam perjalanan kesana dari Kota Medan dan kebayanglah tempatnya gimana ya J dan disanalah tanah kelahiran Saya.

Saat merantau ketanah Jawa karena keterima di UNPAD ada yang bertanya, “asal dari mana?”, saya menjawab “Sidikalang Kang”. Dahi mengkerut adalah reaksi dari setiap orang yang saya lihat dan hal ini yang mengajarkan saya cara bersosialisasi untuk menjelaskan dengan baik dimana sidikalang itu berada, dan inilah tahap awal saya mulai belajar berkomunikasi dan berinteraksi, dan saya memanfaatkan PDKT KOMPAS sebagai wadah untuk mengaplikasikannya.

Advertisement

Dipisahkan laut, beda pulau, beda budaya, beda tradisi tinggal di daerah yang belum pernah saya kunjungi sebelumnya “Jatinangor” memaksa saya harus belajar hidup mandiri, kebiasaan hidup malas, egois, individualis, keras kepala, dan tidak mau peduli sewaktu sma (siswa) yang perlahan harus saya kikis ketika kuliah (mahasiswa) karena memang dunia kampus memaksa harus hidup bersosialisasi berinteraksi dengan lingkungan dan orang-orang sekitar.

Proses berubah tidak seperti membalikkan telapak tangan, semua itu membutuhkan proses yang berkelanjutan. Didalam proses berubah itu ada dasar yang harus saya pegang teguh yaitu membuka diri dan mau belajar. Rasa nyaman dan Hidup berbaur adalah modal yang saya kejar agar dapat bertahan hidup ditempat yang baru, semua sifat buruk harus saya leburkan, karena saat merasa nyaman maka saya dapat melakukan semua hal, tentunya melakukan hal-hal yang berkenaan dengan kehidupan mahasiswa.

Seperti kata-kata bijak, dibalik kesuksesan seseorang ada orang-orang hebat yang ada dibelakang mereka yang selalu memotivasi, demikian jugalah yang saya lakukan kalau saya ingin berubah harus ada orang-orang hebat yang ada dibelakang yang memberi semangat buat saya, siapa mereka ? mereka adalah akang-teteh yang ada dikampus, kampus apa, tentunya Kampus FTIP. Kok bisa ? berkenalan, ngobrol, dan mulai ngopi bareng itulah jawabannya.

Advertisement

Hidup adalah Proses dan saat menjalani proses disitulah kita belajar kehidupan. Tidak ada yang tidak bisa, yang ada adalah kita tidak mau mencoba dan jika kelak saya tiada saya berharap kehidupan di dunia TMIP bisa bercerita kepada generasi penerus TMIP kalau saya pernah ada dan membuat kampus TMIP tersenyum [Kingdom…]

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya