Kata yang semestinya terucap setelah melakukan kesalahan adalah "Maaf". Wajarnya pada saat menyadari bahwa diri telah melakukan kesalahan maka meskipun sukar diucapkan, tetap saja perlu untuk meminta maaf pada seseorang yang telah "tanpa sengaja" disakiti tersebut.

Namun, walau hanya satu kata kenapa sukar diucapkan?

Advertisement

Karena pada umumnya kita lebih mendahulukan gengsi, dan karena kesombongan yang berada di dalam diri kita sendiri. Contohnya karena merasa diri telah memiliki jabatan yang jauh lebih tinggi, atau karena merasa lebih kaya, atau lebih pintar, maupun lebih tua!

Bukankah sebaiknya kita melupakan itu semua?

Melalui satu kata "maaf" ini, cukup mampu menghilangkan permusuhan maupun rasa dendam, dan kita bisa menjalin kembali hubungan yangg telah retak, kita bisa mendapatkan seorang teman lagi, kita bisa meraih damai dan ketenangan hidup kembali.

Advertisement

Kalau kita tidak bisa saling memaafkan, kita akan lebih cepat stress dan depresi, maukah kau merusak kesehatanmu sendiri?

Problem utama kenapa orang sukar untuk mengucapan permohonan maaf, karena mereka merasa dirinya dipihak yang benar dengan alasan: “Kenapa aku yang harus minta maaf terlebih dahulu, dialah yang bersalah, maka dari itu wajarlah kalau dia yang datang terlebih dahulu untuk minta maaf, bukannya aku!”

Tetapi bagaimana kalau kedua belah pihak merasa dipihak yang benar? Hingga kapan mau saling menunggu? Setelah meminta maaf, semestinya dilupakan. Jangan merasa bangga diri atau merasa cukup rendah hati setelah minta maaf.

Soalnya ada lho orang yang setelah minta maaf lalu cerita ke mana-mana bagaimana dirinya telah meminta maaf, ya supaya kelihatan sebagai sosok yang rendah hati, seolah-olah itu menjadi kompensasi bagi harga dirinya yang sempat turun gara-gara meminta maaf lebih dulu.

Memangnya kenapa perlu meminta maaf pada orang lain?

Karena apa yang kau dapatkan dari orang lain adalah apa yang kau berikan pada mereka. Ingatlah bahwa seperti apa perlakuan mereka padamu, maka jangan ragu bahwa berarti kau telah melakukan hal yang tidak jauh berbeda, bisa dikatakan sama.

Jika kau memberikan cinta maka kau akan mendapatkan cinta, jika kau memberikan benci, tentu saja kau juga akan mendapatkan hal yang serupa.

Tidak semua semut saling menyapa satu sama lain, tidak semua semut selalu berhenti untuk sedikit berbincang berbasa-basi dengan kawan di jalan. Hanya yang sering menyapa yang akan disapa, dan hal ini tidak berlaku untuk semut sombong yang berdagu tinggi.

Cerminmu adalah manusia lain, tempat kau setiap hari ‘memberi’, jadi merekalah yang akan 'memberi’ padamu kembali. Hubungan timbal balik selalu berlaku di dunia ini. Jadi, berhati-hatilah jika tersirat keinginan dalam dirimu untuk memberikan makanan busuk pada orang lain, karena kau sendirilah yang akan menjadi tempat muntahannya.

Semoga dipahami ya, mari saling memaafkan dan meminta maaf pada sesama!

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya