Pada umumnya setiap manusia ingin selalu terlihat baik dan sempurna di hadapan orang yang ada di sekitarnya, baik dalam sikap, pesona fisik, kemampuan dan sebagainya.

Baik dan tidak baiknya seseorang, salah satunya bisa di lihat dari bagaimana caranya berkomunikasi atau dari cara bicara terhadap lawan bicaranya. Karena ada pepatah mengakatan “Mulutmu adalah harimau-mu”, dan pepatah lainnya yaitu “Mulut lebih tajam daripada pedang”.

Terkadang karena selalu ingin terlihat sempurna, tanpa kita sadari kita telah melakukan hal yang bisa dibilang terlalu berlebihan. Misalnya, karena ingin terlihat baik dan tak mau menyakiti perasaan orang lain, kata “maaf” selalu keluar dalam topik apapun. Sebagai contoh “Maaf, bila kata-kata aq barusan menyakiti perasaan-mu”, “Maaf bila aku diam ke kamu, karena aku takut ganggu kamu"

Maaf, maaf dan maaf. Sudah berapa banyak kata itu keluar dari mulutmu ?

Meminta maaf memang perlu, akan tetapi harus ada alasan dan sebab akibatnya, karena bila berlebihan juga tidak baik. Kamu tahu kan segala sesuatu yang berlebihan itu tidak baik.

Advertisement

Karena kata maaf-mu yang tiba-tiba di arahkan kepadanya tanpa sebab bisa membuat lawan bicaramu jadi nggak enak hati dan canggung terhadapmu. Dan pada akhirnya kamu dan dia akan merasa canggung satu sama lain dan mungkin bisa timbul pikiran-pikiran negatif di lawan bicaramu.

Pikiran negatif seperti apa? Salah satunya adalah pikiran bahwa dia beranggapan bahwa kamu menganggap dia orang yang lemah perasaan, sensitive, dan baperan. Hal itu tentu saja akan memicu terjadinya kesalah pahaman antara kamu dan dia. Mungkin niat kamu memang baik, tapi jika terlalu sering meminta maaf tanpa alasan yang kurang tepat, justru niat baikmu akan menjadi malapetaka antara kamu dan dia.

Jangan terlalu menyalahkan diri ketika kamu melakukakn kesalahan, tiap manusia tidak ada yang sempurna sehingga kesalahan dapat dilakukan oleh tiap manusia manapun. Jadikan kesalahan sebagai suatu pembelajaran. Jadi, minta maaflah sewajarnya dan pada tempatnya. Dengan begitu orang lain tak akan salah paham lagi dengan kebaikanmu.