Ini terdengar begitu lebay ya? aku mencintaimu lebih dari setahun lamanya, dan kau tak pernah tahu dan jangan pernah Tahu! Betul aku terlalu malu, melihat siapa dirimu, dan siapa aku. Banyak waktu yang aku luangkan seekadar untuk menjadi Penguntit dimendos, memastikan dirimu sehat, memastikan dirimu senang disana, walaupun memang tak selalu seperti itu. Banyak yang aku ingin tanyakan perihal hatimu? namun aku cukup sadar siapa aku dalam hidupmu, ya aku hanya Tamu bukan saudara. Aku bukan teman dekat, hanya ade kelas yang jauh dari kata paantas untuk mengenal.

Namun tak salahkan, jika aku menyimpan Rasa yaang kusebut Cinta katanya ??

Advertisement

Keputusanmu yang akan melanjutkan Pendidikanmu membuat aku sangat begitu bangga. Ya kamu akan Pergi ke Negara Kincir Angin untuk S2 bukan? itupun aku mendapatkan kabar dari mendosmu, karena aku tahu kau tak mungkin memberi kabar itukan ? kita yang tak mngenal secara dekat, Mas Hanya doa yang aku sanggup Aku selesaikan.

Selebihnya aku belum berani, Mendoakanmu saja terkadang akun Malu, seakan Tengah Mendikte Jodohku yang belum tentu itu kamu, namun semuanya tengah aku perjuangkan meski hanya Aku, Jika memang Surat Ini sempat kau baca dan Resapi. Namamu masih saja kusebut dalam Sujudku, dalam setiap doaku dan dalam Percakapanku dengan Ibuku walau tak namamu kusebut, namun dalam bayangku ada.

Sehat Sehat ya disana, Kita menatap langit yang sama, dan kurun waktu yang berbeda..

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya