Mungkin di sini ada yang merasa bahwa masa pendekatan lebih terasa indah dibandingkan setelah jadian atau berpacaran? Mungkin kita bertanya-tanya, kok bisa demikian, dan apa penyebabnya? Mungkin salah satu sebabnya adalah, ketika masa pendekatan kita selalu melakukan sesuatu sebagai upaya untuk mendapatkan gebetan. Berjuta cara dilakukan dari memberi bunga hingga mengajaknya makan di tempat yang romantis pun dilakukan.

Dari rayuan hingga perhatian dilakukan untuk mendapatkan hati sang gebetan.Improvisasi hingga berjubel option disiapkan dari plan A sampai plan B demi menarik hati sang gebetan. Hidup menjadi tidak monoton karena mencoba hal-hal baru demi membuat sang gebetan bertekuk lutut dan menerima cinta kita. Dan itu menjadikan proses yang begitu indah untuk melewati hari demi hari.

Advertisement

Namun keadaan menjadi berubah ketika sang gebetan sudah bertekuk lutut. Semuanya seperti berjalan biasa-biasa saja. Melakukan hal-hal yang monoton sering terjadi. Menjemput pacar dari rumah menghantarkan ke kampus atau ke sekolah menjadi sebuah rutinitas, hingga akhirnya profesi ojek hingga supir pribadi khusus pacar pun digeluti.

Rutinitas yang monoton itulah yang menyebabkan keadaan menjadi biasa saja, tidak seindah waktu masih pendekatan atau istilah kerennya PDKT. Ketika hati berbunga-bunga saat bertemu. Jangankan bertemu, ketika melihat atap rumahnya pun hati sudah terasa bahagia.

Tidak perlu ucapan terima kasih ketika kita hendak menghantarkan pulang ke rumah, cukup dia mau dihantarkan saja sudah membuat hati senang tiada kepalang.

Advertisement

Lalu bagaimana cara mengatasinya? Mungkin kita bisa mencoba untuk terus berusaha memberikan yang terbaik kepada pasangan kita seperti saat pendekatan. Tetap saling menghargai, mengucapkan terima kasih ketika dihantarkan dan lain sebagainya seperti saat pendekatan saya kira menjadi salah satu dari sekian banyak cara.

Karena hanya duduk diam itu sangat membosankan dibandingkan dengan kita melakukan berbagai kegiatan. Selalu berusaha untuk membahagiakan pasangan kita, mungkin itu layak dicoba supaya hubungan menjadi tidak monoton dan lebih berwarna sama seperti ketika masih PDKT.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya