Stasiun yang di kenal masyarakat stasiun Jakarta Kota atau BEOS bukanlah stasiun tertua yang berada di Jakarta, banyak yang beranggapan bahwa stasiun itu adalah stasiun yang pertama karena bentuk bangunan yang terlihat seperti bangunan zaman Belanda.

Tapi BEOS bukanlah stasiun pertama di Jakarta tetapi Stasiun Batavia Noord merupakan stasiun pertama di Jakarta yang sudah ada sejak akhir abad ke-19 tepatnya tahun 1869, stasiun Batavia Noord didirikan oleh perusahaan kereta api swasta NIS ( Nederlandsch Indische Spoorweg Maatschappij). Stasiun ini resmi beroperasi pada tahun 1871 dengan jalur Batavia( Jakarta)-Buitenzorg (Bogor).

Advertisement

Kalau sekarang letaknya berada di belakang gedung BNI 46 Jakarta, Meski begitu stasiun ujungnya di sebelah utara bukan di stasiun Batavia itu. Melainkan di sebuah "halte" atau stasiun kecil di Pasar Ikan Jakarta Utara dan jalur Batavia-Buitenzorg (kini Bogor) ini baru selesai dan resmi dibuka pada 1871.

Jika stasiun BEOS yang jadi stasiun Jakarta Kota dan bentuk bangunannya sudah seperti sekarang, baru terjadi pada tahun 1926 dan selesai tahun 1929. Yang membangun adalah BEOS (Bataviasche Ooster Spoorweg Maatschappij) jadi sampai saat ini masyarakat mengenal dengan nama Stasiun BEOS.

Tapi bentuk bangunanya belum belum seperti sekarang ini dan pada tahun 1870 baru didirikan BEOS. Jalur awalnya pun mengarah ke timur, tepatnya batavia-Bekassie, sejak ada BEOS itu pun, Stasiun yanh hanya berjarak sekitar 200 meter itu punya sebutan berebeda yakni stasiun Batavia Noord (Utara) milik NIS dan Batavia Zuid (Selatan) milik BEOS, kemuadian BEOS di beli oleh SS (Staatsspoorwegen)

Advertisement

Perusahaan kereta pemerintah Hindia-Belanda karena memang awalnya mereka tidak memiliki stasiun di Batavia. Dibeli pada tahun 1898 dan barulah mereka memiliki stasiun dengan membuat jalur Batavia-Doeri-Angke-Tangerang-Merak. Kemusian SS juga mengakusisi NIS, Pemilik jalur Batavia Noord- Buitenzorg kerena pada awal abad ke-20, NIS rugi besar akhirnya di jualag kepada SS pada tahun 1913 dan sejak saat itu SS menjadi pemilik dua Stasiun tersebut (Batavia Noord & Zuid).

Kerena terlalu banyak maka SS membangun stasiun yang lebih besar dan lahan yang di pilih ya di lahan Stasiun Batavia Zuid, pembangunannya di percayakan oleh arsitek Asal Belanda kelahiran Tulungagung, Jawa Timur Frans Johan Louwerns dengan gaya Art Deco.

Akhir 1925 Stasiun Batavia Zuid sudah mulai di robohkan untuk persiapan pembangunan selama tiga tahun untuk sementara operasional semua jalur dari Stasiun Batavia Zuid di pindahkan ke Stasiun Batavia Noord sampai Stasiun yang baru selesai dan tahun 1929 Stasiun Batavia Noord di Bongkar.

Nama BEOS ada 2 versi yang pertama (Bataviasche Ooster Spoorweg Maatschappij) versi yang ke dua diambil dari (Batavia En Omstreken atau Jika di terjemahkan menjadi Batavia dan sekitarnya (sekarang Jabodetabek)

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya