Hidup ini memang begitu, banyak orang merasa diri adalah orang yang paling benar sampai-sampai bisa menghakimi orang lain dari kenyataan yang mungkin hanya 0.5% diketahui. Bahkan nggak jarang judgement yang mereka lontarkan itu sama sekali nggak benar. Dan kalaupun benar, kita nggak tahu apa alasan dibalik seseorang bisa melakukan suatu tindakan. Balik lagi, kita hidup, dan kita sendiri yang berhak menentukan apa yang ingin kita lakukan, jadi kalau kita aja nggak suka di judge sama orang lain dengan judgement-judgement yang belum tentu benar, kenapa kita harus lakukan ke orang lain?

Aku tuh selalu jatuh cinta sama kinerja otak, gimana otak kita mengelola informasi dan terbukti hasilnya juga berbeda-beda. Ini terbukti dari hasil pemikiran manusia itu beda-beda, apalagi tindakan yang mereka ambil dari hasil kerja otak mereka. Jadi aku tuh jadi belajar kalau orang tuh beda-beda, jangan pernah hakimi orang lain hanya karna pemikiran dan tindakan mereka beda dengan kita.

Advertisement

Karena sebenarnya, semakin kita lihat jauh ke pemikiran manusia, semakin kita akan merasa hidup ini harusnya dipandang sebagai sesuatu yang relatif, hidup ini juga bukan hanya sekedar benar atau salah, hidup nggak sekedar normal atau tidak, putih atau hitam. Kita bakal lebih bisa mikirin kalau sebenarnya keunikan manusia itu justru terletak di perbedaannya.

Kembali ke arah menghakimi, kita mungkin gampang untuk merasa menghakimi karna memang hakikat manusia adalah melihat kesalahan. Semua kita pasti begitu, karna kita akan cenderung melihat sesuatu sebagai stereotype, kita terbiasa untuk lihat suatu pola, dan kalau ada satu bagian yang nggak sama dengan pola yang biasa, secara spontan, otak kita mulai mengenali itu sebagai suatu yang ganjil, beda, atau nggak jarang kita pengen perbaiki supaya sama seperti pola yang lain.

Hidup kita juga begitu, kita kebanyakan melihat sesuatu sebagai stereotype yang biasa kita sebut sebagai suatu kenormalan. Kita cenderung suka menghakimi dan mencoba mengarahkan suatu hal yang berbeda dari stereotype tersebut menuju jalan yang normal. Padahal normal atau tidak itu hanyalah stereotype yang berkembang di masyarakat, stigma yang kita bangun sendiri. Toh esensi hidup ini bukan sebuah jadwal, dan pola yang sama.

Advertisement

Kalau ngomongin tentang menghakimi, kalau dilihat-lihat, kebanyakan dari kita menghakimi orang lain bukan hanya karna perbedaan, tapi juga ada kecenderungan menduga-duga, memprediksi sesuatu yang dilakukan orang lain seakan akan kitalah yang bisa lihat apa yg dilakukan orang lain 24 jam, dan seolah-olah kita bisa baca hati orang lain.

Namun kembali lagi menghakimi itu bukan sesuatu yang sangat negatif, terkadang itu perlu. Namun akan menjadi negatif saat kita terlalu cepat menghakimi tanpa melihat fakta-fakta dan perspektif yang berbeda, dan yang paling parah adalah saat kita mulai menghakimi orang lain dengan hate speech entah itu di sosial media, ataupun di kehidupan nyata.

Ada kata bijak yang ada di otakku yang bilang, “Bercerminlah untuk dirimu, Jangan untuk Orang lain.”. Jadi marilah kita semakin menghargai orang lain dengan tidak terlalu cepat menghakimi orang lain apalagi sampai menggunakan hate speech. Sebarkan pengaruh positif, dengan menggunakan tutur kata positif.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya