Mengapa aku memilih menjadi guru?

Bagiku, guru adalah profesi yang tidak pernah kekurangan.

Selalu memberi tapi tidak pernah kehabisan hal yang bisa diberikannya.

Advertisement

Apa yang lebih menyenangkan ketika kita dapat berbagi? Berbagi hal yang bisa bermanfaat bagi orang lain.

Guru akan dipanggil Bapak atau Ibu, bahkan sebelum kita berumah tangga dan memiliki anak.

Menjadi guru adalah pilihan di tengah berbagai profesi lain yang menjanjikan gaji dengan nominal banyak.

Advertisement

Sebelum akhirnya memutuskan menjadi guru, aku pun pernah bekerja pada profesi lain. Namun aku timang kembali. Bukannya dalam hidup kita tidak hanya sekedar mengejar banyak harta? Tapi lebih dari itu.

Menjadi guru membuatku lebih banyak lagi bersyukur.

Ketika bisa melihat senyum cerah murid-murid yang begitu menantikan pelajaran.

Ketika melihat tingkah lucu murid yang kerap membuatku tertawa terbahak-bahak.

Ketika murid-murid memanggilku ibu dan aku tahu mereka begitu menyayangiku dengan cara mereka yang sederhana, bukan hanya sekedar rasa cinta yang diungkapkan lewat kata.

Ketika aku dapat bertemu dengan banyak orang dari berbagai latar belakang yang berbeda.

Ketika aku belajar memahami bahwa setiap anak diciptakan secara unik dan spesial. Mereka memiliki banyak sisi luar biasa yang kerap kali tidak terduga.

Menjadi guru itu berarti mendidik. Yaaa.. Mendidik. Mendidik adalah jiwa.

Aku akan terus mendidik.

Berbagi ilmu kepada murid-murid.

Menjadi guru yang..

Begitu dicintai murid-muridnya ketika ada.

Dan dirindukan ketika pergi.

Serta selalu dikenang ketika sudah tiada lagi.

Tetaplah rajin belajar dan bersekolah murid-muridku.

Gapailah masa depan kalian yang penuh warna.

Salam pendidikan.

Catatan guru SM-3T UNY Angkatan V Penempatan Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya