Dalam menjalani kehidupan, manusia dituntut untuk arif bersikap. Di antara langkah untuk mempercantik diri dalam konteks akhlak adalah dengan banyak belajar kepada sejarah. Sejarah dibentangkan untuk dipelajari oleh kita generasi pendatang. Para sesepuh dari kehidupan silam merupakan sosok yang bijak dan kaya pengalaman melakoni pahit manis kehidupan, dan melalui kacamata etika kemanusiaan, kita harus banyak menimba hikmah dari mereka.


"Maka, generasi yang celaka adalah generasi yang bertindak tanpa berpijak pada apa yang para sesepuh arahkan."


Advertisement

Sedikit banyak mereka mengerti apa yang diinginkan oleh kehidupan ini. Dalam tradisi literasi Islam tersebutlah kitab-kitab seperti Siyar A'lam an-Nubala' (kisah-kisah pemuka yang mulia) karya Imam Adz-Dzahabi, ulama kenamaan abad 8 H, Tarikhul Umam Wal Muluk (sejarah para imam dan raja) atau yang masyhur dengan sebutan Tarikh at-Thabari karya Imam at-Thabari, ulama besar abad ke-3 H, atau juga kitab Tarikhul Khulafa (sejarah para khalifah) karya Imam Suyuthi, ilmuwan terkemuka abad 9 H, kesemuanya memuat biografi tokoh-tokoh brilian yang terbukti aktif berdedikasi atas kemajuan zaman.

Nama mereka termaktub di sana, dikenang sepanjang waktu, tentu bukan tanpa alasan. Mengabdi dan berdedikasi adalah motto hidupnya. Hidup hanya sekali, hiduplah yang berarti. Tan Malaka, salah seorang pejuang 45 menandaskan, "Barangsiapa yang menghendaki kemerdekaan buat umum, maka ia harus sedia dan ikhlas untuk menderita kehilangan kemerdekaan dirinya sendiri," (dikutip dari cover belakang buku Tan Malaka yang berjudul "Dari Penjara ke Penjara").

Tuntaslah. Nama mereka bisa dikenang lantaran mereka berjasa untuk zamannya. Dan sebagai generasi muda mau tidak mau kita harus menjalin tali dengan mereka, dengan "orangtua" yang sudah banyak memberi petuah penuh aji. Merajut tali komunikasi dengan leluhur dalam artian melestarikan ajaran-ajaran yang membuat nama mereka melambung dan terpatri di kalbu zaman.

Advertisement

Nabi Muhammad SAW pun pernah mendeklarasikan hal ini dalam sabdanya, "Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat buat orang lain." (Riwayat Ahmad) dan sudah barang tentu, yang terbaiklah yang akan dikenang.

Selamat mengabdi dan berdedikasi!

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya