Menjadi mahasiswa merupakan sebuah impian bagi sebagian besar siswa yang berada di tahun terakhir masa sekolah. Bagaimana tidak, kuliah merupakan salah satu jalan yang tepat untuk mewujudkan cita-cita. Sebagaimana pepatah mengatakan bahwa belajarlah sepanjang masa. pepatah tersebut secara tidak langsung menyarankan kepada kita untuk terus belajar dan melanjutkan pendidikan sampai meraih tingkat tertinggi tak peduli berapa pun usia kita.

Ya, kuliah tak melulu tentang usia. Setiap orang memiliki kesempatan yang sama untuk belajar tanpa memandang batasan usia. Namun akan lebih baik jika kita mempersiapkan diri dan belajar sejak dini.

Advertisement

Sistem pembelajaran di dunia Kuliah tidaklah sama dengan dunia sekolah. Jika saat sekolah menengah atas kita diberi pilihan untuk mengambil fokus jurusan IPA atau IPS, maka di dunia perkuliahan kita akan disuguhkan beragam pilihan fakultas dan jurusan atau program studi. Mulai dari fakultas kedokteran, teknik, ekonomi, MIPA dan lain sebagainya. Salah satu fakultas yang biasanya sepi peminat oleh calon mahasiswa baru adalah FMIPA (Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam).

Fakultas yang terdidri dari jurusan-jurusan ilmu murni seperti Matematika, fisika, kimia dan biologi ini kurang menjadi sasaran calon mahasiswa baru. Biasanya jurusan pada fakiultas ini menjadi pilihan kedua ataupun ketiga bagi calon mahasiswa dalam mendaftar SNMPTN dan SBMPTN. Hal tersebut dikarenakan belum pahamnya calon pendaftar tentang prospek dari lulusan Fakultas yang terkenal dengan kesibukan laboratoriumnya ini.

Kebanyakan calon mahasiswa memilih jurusan dengan prospek yang sudah jelas, misalnya jurusan kedokteran yang prospeknya menjadi dokter, teknik yang akan menjadi engineer, maupun hukum yang akan menjadi pengacara atau hakim.

Advertisement

Banyak orang yang beranggapan bahwa lulusan dari FMIPA nantinya akan berprofesi menjadi seorang guru. Padahal itu merupakan suatu anggapan yang keliru. Dilihat dari latar belakangnya, mahasiswa yang berkuliah di fmipa mempelajari ilmu-ilmu saintek dasar yang mana ilmu tersebut sangatlah digunakan dalam perkembangan ilmu-ilmu terapan seperti kesehatan, pertanian, teknik dan lainnya. Sehingga para lulusan dari fmipa banyak di pakai dan dibutuhkan oleh berbagai instansi.

Jika kita bahas satu persatu berdasarkan jurusan yang terdapat di fmipa, semua memiliki prospek yang baik. Salah satu jurusan yang tersohor di fmipa ialah Biologi. Biasanya calon mahasiswa memilih jurusan biologi karena dua hal. Pertama karean biologi merupakan ilmu yang digemari sejak disekolah dan kedua karena jurusan biologi mirip dengan kedokteran. Biologi dan kedokteran merupakan dua jurusan yang berbeda dari berbagai aspek.

Sangatlah keliru jika seorang calon mahasiswa beranggapan bahwa Mahasiswa biologi biasanya memiliki keberanian dan kesadisan yang cukup tinggi dibandingkan dengan mahasiswa jurusan lain di fmipa. Bagaimana tidak, mahasiswa biologi memiliki jadwal praktikum yang cukup padat di laboratorium. Dalam setiap praktikumnya mereka cenderung menggunakan hewan uji sebagai objek penelitian. Salah satu contoh nya ialah mencit atau tikus putih, kelinci, merpati, kodok dan lainnya.

Penggunaan hewan uji sebagai sampel praktikum tentunya sudah melalui prosedur dan perizinan yang jelas sehingga tidak akan melanggar kode etik yang berkaku.

Dikatakan berani dan sadis karena biasanya hewan uji tersebut akan di bedah dan di teliti organ tubuhnya. Jika dihubungkan dalam dunia kerja, ilmu yang mereka dapat sangat sinkron dengan ilmu kedokteran sehingga lulusan sarjana biologi banyak bekerja di laboratorium rumah sakit dan juga kesehatan. Tak hanya hewan, mahasiswa biologi juga mempelajari ilmu mikrobiologi, genetika dan molekuler, tumbuhan dan juga lingkungan.

Mahasiswa yang mengambil bidang mikrobiologi cenderung bekerja di laboratorium sebagai peneliti atau pun bekerja di perusahaan sebagai Quality Control. Selain itu lulusan biologi juga banyak bekerja sebagai tim forensik yang membantu kepolisian dalam mengungkap suatu kasus. Jika tidak ingin bekerja di laboratorium yang membosankan, sarjana biologi juga dapat bekerja dilapangan. Seperti bekerja di perkebunan, kehutanan, perariran, dan lembaga konservasi nasional.

Biasanya mahasiswa biologi yang memiliki ketertarikan dan suka berpetualang, ia akan mengambil focus penelitiannya pada bidang ekologi sehingga ia bisa bekerja di lapangan seperti balai konservasi hutan dan laut. Profesi diatas bukanlah hal yang mutlak didapatkan oleh lulusan sarjana biologi. Terkadang kita tidak bisa memaksakan kehendak dalam mencari pekerjaan.

Jika kita belum mampu untuk menggapai apa yang kita cita-citakan, maka hal yang harus kita lakukan adalah mencari relasi dan pengalaman sebanyak-banyaknya. Biasanya para sarjana biologi mencari pengalaman bekerja dengan menjadi seorang guru, dosen bahkan bekerja di suatu bank. Hal tersebut bukanlah suatu hal yang tak wajar. Karena bekerja tak melulu harus sesuai dengan ijazah. Suatu pekerjaan akan mudah dijalani jika kita bekerja dengan menggunakan hati yang ikhlas dan sesuai dengan fashion kita. Oleh karena itu tak jarang juga sarjana biologi banyak yang memilih menjadi entrepreneur atau pengusaha.

Ya hidup adalah pilihan. Ibarat mengendarai sepeda, kau akan terjatuh jika kau berhenti mengayuh pedal sepeda mu. So, tetaplah semangat dalam menggapai cita-citamu. Dimanapun tempat kuliah mu dan apapun jurusanmu, sesungguhnya tidak ada ilmu yang sia-sia.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya