Bahagia adalah hak segala bangsa.

Cinta adalah hak semua manusia. Kemerdekaan adalah hak segala warga Indonesia. Makan adalah hak… aem. Apasih. Paraghraph pembukaan yang absurd. Memang, di kalangan kehidupan dewasa di era informatika ini sebuah rasa senang, bahagia, suka cita, berbunga-bunga, bergembira diidentikan dengan rasa yang timbul dikarenakan adanya sosok berbagi rasa. Oleh karena itu, kaum yang kini menjadi terpojok dan kelestariannya patut dilestarikan adalah kaum jomblo.

Para penggiat lingkungan dan HAM harus mulai waspada, karena bukan hanya wanita dan anak-anak yang dieksploitasi, jomblo pun begitu. Miris. Hal ini justru diperparah dengan adanya pertumpahan darah, cibir-cibiran sesama jomblo, yang memperebutkan status “single” alih-alih “jomblo”. “Elo tuh jomblo, gue mah single”. “Eh bilang apa lo ya, elo tuh yang jomblo kali,” Gitu lah kurang lebih percakapannya. Dalam hati saya, “hellooow…. jomblo mah jomblo aja.” Kemudian teman saya nguping apa kata hati saya, saya ketauan. Dia kemudian tak terima, lalu menjelaskan dengan lantang bahwa jomblo itu nasib, single itu pilihan.

Tapi bagi saya tetap saja, jomblo dan single itu sama. Single itu pilihan, jomblo pun pilihan, pilihan nasib.

Lhoh. Bukan gitu.

Advertisement

Jomblo itu produk lokal. Single itu produk luar. Intinya sama.

Sendiri. Gak ada pasangan. Nah, agar kejombloan ini tidak berlarut, serta mengurangi resiko anak terlantar karena depresi jomblo. Atau penuhnya kelas psikiatri karena kena bully-an jomblo, saya memberikan aktivitas-aktivitas agar kehidupan jomblo tidak sedih, justru nikmat yang tidak bisa kau dustakan. Yuk cek..

Belajar Bagi scientist, saya yakin sebuah latihan dan ratusan percobaan lebih nyaman jika dilakukan sendiri. Kita puas melakukan trial dan error sesuka hati sampai kita menemukan rumus dan pemahan yang tepat atas masalah sekolah atau perkuliahan. Karena kita tau bahwa anak science hidup dipenuhi banyak rumus, tak bisa menghapal. Dengan melakukan banyak percobaan dan otak-atik rumus secara konsen, pertumbuhan nilai akademis akan meningkat. Oya selain anak science, kayanya tepat juga untuk anak akuntansi yang bisa dikatakan IPA-nya anak IPS. Hidupnya penuh rumus, plus jurnal, buku besar, dan ayat jurnal penyesuaian.

Nonton Konser Musik Siapa bilang nonton konser musik sendirian itu gaenak. Tapi emang gak enak sih kalau yang ditonton musik yang menye-menye. Cobalah musik yang up-beat, genre rock, punk, atau metal akan jadi asik. Di sana kamu bakalan lebih leluasa bergerak sesuka hati, mulai head bang, moshing, atau pogo. Bagi yang kekinian, bisa juga dateng ke arena musik EDM sembari berharap bisa bertemu wanita idaman. Atau bahkan sekalian menyatakan cinta. Ketika DJ memberikan komando, “I can’t hear you”, kamu bisa teriak jawab “I love you” sambil pegang kedua tangan cewek samping kamu.

Belanja Bagi yang stylist, swag, dan kalian yang semua suci aku penuh dosa, bisa menghabiskan waktu sendirian untuk belanja. Karena belanja sendiri itu puas. Bisa ngabisin waktu seharian cuma buat beli satu item barang. Kamu bisa mobile banget ngebandingin satu lapak dengan lapak yang lain. Bahkan kalau perlu, kamu bisa pergi ke lokasi lain buat perbandingan harga. Nyobain pun bisa puas. Foto sesukanya di ruang ganti, pilih yang tepat, urusan beli atau tidak kan belakangan (?)

Solo Travelling Bagi yang suka jalan-jalan menikmati keindahan dunia bisa coba untuk melakukan perjalanan sendiri. Dalam solo travelling, kamu bisa menunjukan bahwa kamu seorang yang mandiri, dapat mengkoordinir dan membuat rencana hidup kamu dalam waktu pendek. At least, cewek mengerti kamu mengerti diri kamu sendiri dan kamu bisa memimpin diri kamu. Hujan-hujanan, tersesat, kelaparan, kehausan, dan kehabisan duit di tengah perjalanan bukan halangan bagi kamu. Pasti akan banyak yang minta di guide deh. “Bang, perginya kok sendirian aja, ajakin adek deh.” “Bang gak bosen foto sendirian mulu.” Kode tuh, minta dikirim surat. Emangnya kode pos.

Mainkan hobi kesukaan kamu Yes. Gali hobimu. Temukan. Dan mainkan. Jika hobimu main futsal, kamu bisa seriusin hobi ini sampe kamu pro. Kalau kamu sudah pada tataran untuk layak ditonton, cobalah arrange untuk ikut turnament futsal. Pada saat itu, ajaklah gebetan kamu, biarkan dia terkagum dalam diam. Atau kagum dalam sorak-sorakannya. Andaikan kamu tau, pasti hatinya begetar tiap kamu mendapat bola, apalagi menggoceknya, “duh mas, hati adek seperti jadi pemimpin.” “Kok jadi pemimpin dek?” “ Iya soalnya ku serasa jadi senat. Senat-senut.”

Teliti lagi tips diatas dengan seksama. Guys jangan sampe salah kaprah ya memahaim tips di atas. Jangan sampe nih ya kamu kepikiran banget solo travelling dan futsal, kamu malah jadi solo futsal. Berlari sendirian di lapangan futsal itu ga asik, apalagi mengegolkan ke gawang kosong.

Basik. Madingnya udah mau terbit. Masih mending solo futsal. Kalau travelling futsal kan lebih gawat. Kamu futsal pakai pakaian gunung, bawa carrier, sepatu gede, lampu penerang, dan pakaian tebel, ditambah slayer. Aduh kacau deh jangan sampai pada saat seperti itu kamu bawa gebetan kamu ke lapangan futsal. Yang ada dia malu.

Pergi Ke Toilet Sendirian Last but not least. Ini salah satu yang cukup penting juga untuk kamu. Dengan kamu pergi ke toilet sendirian, menunjukan kamu adalah lelaki/wanita normal. Masa iya hanya ke kamar kecil kamu ngajak temen. Cowok ngajak temen cowok, apalagi ngajak temen cewek, lebih berbahaya. Mulai dari sekarang berlatihlah ke toilet sendirian. Setelah itu kamu bisa pamerkan ke media sosial kamu sudah melakukannya sendirian. Bisa dikasih hashtag #DIY – Pergi ke Toilet. Yang penting ada #DIY nya bisa menaikan rating, popularitas, dan tingkat kreativitas kamu di khalayak umum. Sekian tips yang esensial bagi kehidupan pemuda masa kini dalam mengarungi kehidupannya.

Semoga bisa diambil hikmahnya, walaupun saya tidak tau yang mana.

Semua orang pernah khilaf, begitu juga dalam menulis. Apapun salahnya, jangan lupa manfaatkan: Tax Amnesty. Ungkap, Tebus, Lega. Penulis : Pinurba Anandita Pegawai Direktorat Jenderal Pajak Penulis Lepas. Lepas — kan saja pacarmu.