Persahabatan, sebuah status yang jauh lebih dekat daripada sekedar berteman. Status yang bisa membuatmu mengungkapkan banyak hal kepada dia yang kamu anggap sebagai seorang sahabat. Dengan teman mungkin kamu masih memiliki perasaan sungkan untuk mengatakan kekuranganmu. Tapi dengan sahabat, apapun kejelekanmu sudah menjadi keharusan bagi dia untuk menerimanya.

Tidak mudah untuk mendapat status sahabat. Butuh pertemanan yang tidak sebentar untuk menaikkan level pertemanan menjadi persahabatan. Namun hanya perlu waktu sebentar saja untuk menghancurkannya. Urusan percintaan biasanya menjadi awal keretakan persahabatan.

Advertisement

Mereka yang bersahabat tapi berbeda jenis kelamin akan lebih mudah terjebak dalam romantika semacam ini. Sering bersama, berbagi cerita, lalu ujung-ujungnya memendam rasa cinta. Salah? Tentu saja tidak. Pepatah cinta datang karena terbiasa memang benar adanya. Maka jangan heran kalau Zigaz pernah nyanyiin lagu yang judulnya "Sahabat Jadi Cinta".

Cinta datang tak kenal waktu, tak kenal tempat, dan acak ke siapa saja. Termasuk kepada dua orang yang bersahabat. Kalau sudah begitu, menghindar bukan solusi yang terbaik. Hadapi saja, ikuti alur cerita-Nya. Kalau kamu benar-benar cinta dan dia belum jadi milik orang lain, maka sebaiknya kamu ungkapkan perasaanmu itu.

Kamu tak perlu takut hubungan persahabatanmu akan berbeda setelah kamu mengungkapkan perasaanmu itu. Kenapa? Karena kamu tak pernah tahu bagaimana perasaannya sama kamu. Bisa jadi dia juga menaruh rasa yang sama. Tapi dia juga takut mengungkapkan karena takut. Kalau terus saling memendam dan salah satu di antara kalian kemudian jatuh ke pelukan orang lain, mungkin hanya penyesalan saja yang tersisa.

Advertisement

Oleh karena itu segeralah ungkapkan. Perkara dia terima atau dia tolak itu soal nomer dua. Yang penting intinya kamu ungkapkan dulu perasaanmu yang sebenarnya. Bahwa kamu ingin lebih dari sekedar bersahabat. Bahwa kamu ingin memilikinya sepenuh hati. Bahwa kamu ingin menjaganya untuk selamanya.

Katanya sudah hidup di negara yang merdeka, masak bilang "Aku sebenarnya cinta sama kamu?" saja nggak berani. Percuma #MerdekaTapi bilang cinta ke sahabat saja tidak berani.

Ada orang yang bilang kalau cinta itu tak harus memiliki. Kamu boleh bilang begitu kalau sudah pernah memperjuangkan cinta kamu, namun pada akhirnya harus bertepuk sebelah tangan. Saat kamu sudah berjuang tapi gagal, maka saat itu barulah kamu belajar untuk ikhlas lalu membiarkan sahabatmu itu untuk bahagia dengan pilihannya.

Setidaknya kamu pernah memperjuangkan cinta kamu dan tetap mendapat tempat spesial dihatinya, walaupun itu cuma sebatas sahabat. Sebab titik tertinggi rasa cinta seorang manusia itu baru terjadi ketika dia melihat orang yang dicintainya bahagia dengan orang lain. Meskipun hal itu langka, tapi semoga kamu menjadi salah satunya (jika ditolak). Jika diterima, maka berbahagialah karena menikah dengan sahabat itu juga termasuk hal langka.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya