Merebaknya media sosial di Indonesia tidak dapat dikendalikan karena terus bertumbuh bagai menjamur subur. Dunia maya yang berlabel dunia di era modern telah berbalik seperti pada zaman purba yang menganut hukum rimba, mayoritas adalah keputusan final tanpa memandang kebenaran yang hakiki.


Seperti halnya Netizen atau sebutan lain dari warganet atau pengguna internet, sekarang netizen dirasa semakin liar dalam menanggapi segala informasi yang mengalir dalam sosial media maupun media yang lain.


Advertisement

Hak asasi manusia dan kebebasan berpendapat menjadi dasar hukum mereka untuk melontarkan kata-kata atau kalimat yang berkonotasis negatif, tanpa berfikir panjang akan dampak yang diakibatkan dari statemennya tersebut.

Sebagai contoh adalah media sosial yang digunakan publik figur sebagai lahan untuk mempublikasikakn suatu karya atau mungkin orang biasa yang ingin berbagi pengalaman lewat sosial media. Meskipun konten yang ditampilkan merupakan konten yang positif, namun masih sering dijumpai beberapa netizen yang berkomentar seolah menghina atau mecelehkan apa yang diperbuat si creator karna dianggap kampungan atau tidak menarik atau alasan yang lain yang tidak sesuai dengan pemikiran mereka.


Apalagi bila konten tersebut berisikan hal yang negatif, maka netizen akan semakin brutal dalam menanggapinya dengan berbagai bahasa yang cukup menyakitkan.


Advertisement

Pendapat netizen seiring berjalannya waktu akan menjadi hukum sosial tak tertulis dalam kehidupan masyarakat. Dan akan berkembang sebagai hakim yang berhak melebeli seseorang sebagai orang yang baik maupun orang tidak yang baik.

Hal yang demikian dapat memangkas kreatifitas seseorang untuk menampilkan suatu karya sebelum karya tersebut muncul, karna sebagaian dari orang tersebut pasti akan berfikir panjang sebelum memasukkan diri dalam internet untuk memperkenalkan karyanya karna takut akan bullian netizen apabila sesuatu yang ia tampilkan tidaklah hal yang diinginkan oleh masyarakat internet.

Pun tidak semua netizen yang berkomentar pahit karna didasari argumen yang tepat. Sekarang banyak sekali beredar akun palsu yang dibuat untuk menjatuhkan suatu publik figur untuk kepentingan pribadi ataupun kelompok.


Inilah yang disebut kekuatan rimba internet, ia yang memiliki jaringan yang kuat dan besar akan menguasai dan menggiring opini publik untuk berpendapat sama seperti yang diinginkan oleh individu atau kelompok tersebut. Bagaikan virus yang sengaja diluncurkan untuk merusak suatu sistem.


Semakin berkembangkanya teknologi apabila tidak diimbangi dengan SDM yang cerdas akan sangat menghancurkan suatu bangsa. Sebagai warga internet kita harus selektif dalam menyaring informasi-informasi yang berlalu lalang di internet itu sendiri. Jika dicermati lebih dalam lagi, bukanlah teknologi yang akan menghancurkana manusia, tapi manusia bodoh yang saling menghancurkan manusia lain yang beralatkan teknologi yang tidak dapat ia pergunakan dengan bijak.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya