Salah satu suku yang ada di Indonesia yang gemar memilih merantau meninggalkan kampungnya adalah Suku Batak. Barangkali kerap kita melihat dan mendengar orang Batak ada di mana-mana, bukan?

Hal ini sebetulnya sudah mendasaar dari budayanya. Masyarakat Batak bukan masyarakat miskin. Eits, bukan apa-apa. Tapi salah satu sumber kekayaannya adalah GENGSI dan OBSESI orangtuanya di kampung. Kenapa? Ya, gengsi tinggal satu rumah dengan orangtua setelah usia dewasa dan karena gengsi tidak mau dicap orangtua yang tak bisa mandiri. Kemudian, obsesi orangtua pada anaknya ingin menunjukkan pada tetangganya bahwa anaknyalah yang paling pintar.

Advertisement

Di balik itu semua, orangtua tak hanya menaruh gengsi dan obsesi di dirinya kepada tetangganya, akan tetapi proses sebagai orangtua yang kerap memandirikan anaknya dan memberikan pelajaran kerasnya hidup adalah yang paling diutamakan. Orangtua tidak suka sebetulnya tinggal satu rumah dengan anaknya yang sudah dewasa.

Konon tinggal dengan anaknya yang sudah dewasa akan menimbulkan 'sebuah bencana alam' yang sangat besar; jika menantu dalam suatu waktu tinggal di rumah. Hahaha. Omongan orang adalah tekanannya.

Hingga tak heran lagi, sebetulnya orang Batak pergi merantau bukan hanya karena keinginannya, tapi sudah termasuk keinginan orangtua. Dan orangtua tidak pernah merasa kehilangan anaknya, karena anaknya sudah ditempa dengan keras. Bukan tidak banyak harta di kampung, tapi itulah yang terjadi saat ini.

Advertisement

GENGSI dan OBSESI adalah jawaban kenapa ORANG BATAK MERANTAU.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya