Pemuda Dan Politik


“Kita sebagai generasi muda harus mau berjuang untuk memperbaiki Indonesia… Jika generasi muda antipati dan tidak aktif dalam pemerintahan, takutnya nanti negara kita justru dikendalikan oleh pihak asing yang saat ini berusaha untuk mengendalikan pemerintah…”


Advertisement

Kata-kata tersebut sungguh menggugah hati dan pikiran saya. Banyak kita temukan generasi muda yang cenderung sibuk dengan aktifitas mereka yang kurang konstruktif. Nongkrong dan ngobrol bersama teman memang hal yang menyenangkan namun akan lebih bermanfaat jika waktu nongkrong kita gunakan untuk berdiskusi. Tidak hanya sekedar membicarakan hal-hal yang sederhana seperti bergosip, membicarakan orang lain, tapi lebih baik kita membicarakan bagaimana membantu pemerintah untuk membangun Indonesia.

Membangun Indonesia tidak harus menunggu menjadi orang yang super hebat dengan segudang prestasi, tidak harus menjadi menunggu sampai jadi orang sukses dan kaya raya terlebih dahulu. Pola pikir ini yang harus kita hilangkan, sebab berkontribusi untuk negeri bisa kita lakukan dengan hal-hal sederhana yang memiliki dampak besar.

Advertisement

Cukup dengan rasa peduli, mentaati peraturan hukum, mendorong pendidikan dan mulai mengembangkan ide-ide kreatif maka kita sudah menjadi generasi muda yang turut membantu pemerintah.

Ada berbagai macam cara dan jalur untuk bisa berkontribusi pada negara. Ada yang dengan menjadi atlit karena suka berolahraga, ada yang menjadi akademisi dan menuliskan riset-riset yang berguna untuk pemerintah, dan ada pula yang mulai terjun ke dunia politik praktis. Mereka yang terjun ke politik praktis adalah mereka yang turut andil dalam menetapkan kebijakan negara.

Contohnya seperti Presiden dan jajaran menterinya beserta dengan staff dan perangkat negara, anggota legislatif dan juga staffnya. Mengapa staff pemerintah dan staff anggota legislatif juga dihitung sebagai praktisi politik? sebab terkadang mereka adalah think tank para pejabat publik.

Seperti Marsha Javierra yang bekerja sebagai Staff Ahli Fraksi di DPR/MPR RI. Ia bekerja sebagai Staff bidang senior riset analis. Marsha sudah bekerja di bidang ini sejak periode 2014 lalu. Salah satu pekerjaan yang Ia lakukan adalah menganalisis hasil riset —yang biasanya didapat dari berita, jurnal akademis, jurnal institusi dan kementerian, penelitian universitas dan pendapat para ahli— yang kemudian dibuat sebuah temuan atau hipotesa riset yang baru. Temuan tersebut bisa akan digunakan anggota legislatif saat akan rapat dengan para menteri maupun presiden.

Marsha ingin terjun ke dunia politik sebab menurutnya pemuda dan pemudi Indonesia adalah harapan bangsa yang harusnya menjadi mesin perubahan bangsa. Salah satu alasan mengapa Ia ingin terjun ke politik sebab Ia meyakini panggung politik menjadi perebutan antara mereka yang memiliki niatan baik dan mereka yang memiliki niatan buruk (hanya untuk kepentingan perseorangan dan kelompoknya), dan Ia yakin bahwa pada akhirnya kelompok yang benar-benar berjuang untuk negaralah yang akan menang dan membawa negara kearah perubahan yang lebih baik.

Menurutnya tidak ada kata pesimis untuk pemuda. Tidak boleh ada seorang pemuda Indonesia yang malu, kecewa dan kesal akan Negaranya. Seburuk apapun kondisi Indonesia saat ini, adalah tanggung jawab kita untuk memperbaikinya bukan untuk meninggalkan dan mendiamkannya.

Marsha baru saja mendapat gelar Magister Ilmu Politik dari Universitas Indonesia pada 2016 lalu, sebelumnya Ia juga mendapat gelar Sarjana pada bidang yang sama di Universitas Indonesia pada tahun 2013. Di usianya yang masih relatif muda, Marsha sangat senang mendalami ilmu politik. Menurutnya Ilmu Politik adalah ilmu yang mengajarkan politik ideal (politik yang sebenarnya, sebaiknya dan sesungguhnya), dan semua sektor kehidupan dikelola dalam politik. Oleh sebab itu hidup kita di mana pun kita berada tidak akan bisa terlepas dari politik.

Selama kita masih menjadi warga negara di belahan dunia mana pun pasti akan berhubungan dengan politik. Sebab menjadi warga negara saja sudah memiliki hak politik yakni dengan memiliki hak bersuara dan berpendapat.

Dengan menjadi Staff Ahli di DPR RI setidaknya, Marsha berusaha untuk menuangkan ide dan gagasannya melalui analisis dan riset yang ditulisnya. Memang bukan dia yang akan mengemukakan pendapatn dalam tulisannya, Anggota DPR lah yang akan mengemukakannya dalam rapat. Tapi hal tersebut tidak menjadi masalah, yang terpenting gagasan dan idenya dapat tersalurkan dan didengar. Tidak masalah apapun dan siapa pun yang menjadi media ide atau gagasan kita, yang terpenting adalah gagasan tersebut bisa didengar banyak orang. Sebab tujuannya bukan sekedar untuk mencari popularitas tapi untuk membantu dan memperbaiki masalah Indonesia.

Jadi untuk kita generasi muda, mulailah untuk peduli pada bangsa kita. Kalau kalian menemukan hal yang mengecewakan di negara kita janganlah berkata “Dasar Indonesia!” atau “Pindah warga negara aja yuk!”, ini bukanlah solusi. Indonesia adalah rumah kita, kalau ada yang salah di rumah kita, apa kita harus pindah rumah? Masalah di rumah tidak akan selesai hanya dengan kita pindah rumah. Sudah kewajiban kita untuk memperbaiki bersama.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya