With guns you can kill terrorist, but with education you can kill terrorism.” – Malala

Meskipun kalimat di atas sangat sederhana, tetapi ia memiliki makna yang sangat mendalam. Saat ini, pendidikan adalah hal yang sangat penting dan wajib untuk diberikan kepada setiap individu karena pendidikan merupakan landasan utama untuk menjadi manusia yang berbudi pekerti yang luhur dan santun sesuai dengan cita-cita dari bangsa Indonesia sendiri yaitu pada pembukaan UUD 1945 alinea ke-4 yang berbunyi “…melindungi segenap bangsa Indonesia, mencerdaskan kehidupan bangsa, melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial.”

Advertisement

Ironisnya, saat ini kendala terbesar di Negara Indonesia adalah semakin tergerusnya nilai-nilai pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Kondisi krisis moral dalam menerapkan nilai-nilai pancasila tersebut menunjukan bahwa pencapaian pendidikan belum menghasilkan pengembangan dari peserta didik, yang dimana proses pembelajaran hanya sebatas tekstual dan nilai. Hal itu dapat diketahui dengan maraknya pengeboman di berbagai daerah yang saat ini sering terjadi di Negara Indonesia yang dilakukan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.

Terorisme sendiri memiliki pengertian yaitu suatu cara kelompok tertentu untuk mencapai tujuan yang diinginkan dengan menggunakan kekerasan karena bagi mereka proses damai tidak berpengaruh besar. Oleh karena itu, kekerasan menjadi hal yang lumrah bahkan satu-satunya jalan yang dapat dilakukan. Teror sendiri biasanya berkaitan dengan ideologi yang dianut dan tujuan yang dirasakan sebagai kewajiban. Untuk mengatasi hal tersebut diperlukan upaya untuk mengatasinya.

Berkaca dari situasi dan kondisi karakter bangsa yang sudah sangat memprihatinkan, sebaiknya seluruh lapisan masyarakat sepakat untuk memberikan pendidikan pembangunan karakter bangsa sebagai prioritas yang utama, pembangunan karakter bangsa harus dapat diaktualisasikan dengan jelas dan terkonsep karena apabila tidak dilakukan secara matang, maka akan timbul suatu masalah yang menyesatkan. Aktualisasi pendidikan karakter tersebut dapat dicanangkan/dimasukkan pada silabus atau RPS di tiap mata pelajaran.

Advertisement

Selain itu, langkah kecil pembangunan karakter bangsa adalah dengan memberikan pendidikan keagamaan dan kewarganegaraan secara aplikatif, karena dunia pendidikan memiliki peran penting dalam menyosialisasikan anti terorisme. Orang tua dapat membicarakan kejahatan terorisme kepada anak-anak mereka dengan menjelaskan dampak-dampak dari terorisme yang dikemas secara ringan dan mudah dipahami. Misalnya dengan buku bergambar atau film animasi yang ringan dan sesuai dengan usia perkembangan anak.

Upaya tersebut memperlihatkan bahwa memberikan pemahaman mengenai terorisme kepada masyarakat sangat penting dimulai sejak usia dini. Penanaman nilai-nilai pancasila dirasa sangat penting diajarkan sejak usia dini, karena hal itu akan mempengaruhi perkembangan kualitas diri individu. Diharapkan nilai demokrasi, toleransi, dan nilai-nilai perdamaian tidak hanya diajarkan di kelas berupa hafalan dan teori saja, tetapi dapat dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari.

Penanaman nilai-nilai tersebut contohnya adalah mengajarkan dan menerapkan tentang toleransi antar umat beragama, tidak mendiskriminasi, menghormati satu sama lain, gotong royong, tidak memaksakan kehendak, cinta bangsa dan tanah air, berani untuk melakukan kebenaran, rajin beribadah, berbudi pekerti luhur, dan lain-lain. Hal itu mampu mengajarkan anak untuk menjadi pribadi yang baik dalam berbangsa, bernegara, dan bermasyarakat.

Selain hal-hal itu, upaya-upaya sosialisasi mengenai gerakan anti terorisme adalah dengan menyebarkan pamphlet/spanduk di tempat umum, seperti terminal, stasiun, halte bus, pusat-pusat perbelanjaan, dan tempat umum lainnya. Serta menyosialisasikan melalui iklan visual maupun audio mengenai langkah-langkah yang harus dilakukan jika melihat orang atau benda yang mencurigakan. Tentunya dikemas secara menarik dan mudah dipahami oleh siapapun.

Sejatinya, pendidikan adalah tombak utama bangsa Indonesia dalam mewujudkan seluruh cita-citanya, akan tetapi hal yang sangat disayangkan adalah dalam melaksanakannya masih merupakan suatu hal yang sangat kompleks bagi bangsa Indonesia. Ditelisik dari sumber daya manusia yang begitu banyak dan kurangnya ketegasan hukum serta pengetahuan dalam melaksanakannya menjadi beban tersendiri bagi bangsa Indonesia, karena untuk melaksanakannya dibutuhkan juga sumber daya manusia yang berkualitas serta kebijakan-kebijakan pemerintah.

Tidak mungkin jika seseorang yang belum berkompeten dalam bidangnya mengajarkan apa yang seharusnya tidak ia ajarkan, hal itu justru menjadi boomerang tersendiri bagi bangsa Indonesia. Untuk mengatasi hal tersebut, pemerintah haruslah mengawasi dan memberikan pembinaan terlebih dahulu untuk memenuhi kompetensi yang telah ditetapkan dalam hal pengajaran dan pendidikan.

Dengan menerapkan nilai-nilai pancasila yang diperoleh melalui pendidikan kewarganegaraan dan keagamaan, serta pengajaran pedidikan yang berkualitas, maka diharapkan dapat terwujudnya negara yang adil, damai, dan sejahtera. Mari, mulai menerapkan nilai-nilai pancasila dan mewujudkannya agar Indonesia Bebas Terorisme. Karena kalau bukan kita, siapa lagi?

Indahri, Y. (2016, Januari). Melawan Terorisme Melalui Sosialisasi dan Pendidikan. Info Singkat Kesejahteraan Sosial .

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya