Pada dasarnya perawan atau tidak perawan itu memiliki definisi yang berbeda- beda. Ada yang mengangap perawan itu hanyalah sebatas fisiknya saja, dalam artian bahwa perempuan yang masih mempunyai selaput dara adalah pererawan. Kemudian ada yang menggangap bahwa perawan tidak hanya sebat fisik, melainkan juga rohani, dalam artian perawan itu adalah perempuan yang belum pernah melakukan hubungan seksual baik itu sudah terjadi penetrasi ataupun hanya sebatas petting saja.

Kebanyakan pria mendambakan untuk mendapatkan pasangan yang masih perawan. Padahal belum tentu wanita yang masih perawan secara fisik, masih perawan juga secara rohani. Sebagai contoh apabila ada seorang wanita masih perawan, tetapi pernah melakukan petting ataupun mastrubasi. Apakah wanita tersebut masih perawan? Jawabanya kembali pada diri kita sendiri, bagaimana definisi perawan menurut diri kita sendiri.

Kemudian dari pada itu orang yang perawan juga belum tentu sehat dibandingkan orang yang tidak perawan. Jadi menurut saya memiliki pasangan yang sudah tidak perawan tidak masalah juga, asalkan perempuan tersebut sehat. Namun menurut pandangan Saya, memiliki pasangan yang masih perawan atau tidak itu tidak masalah. Kalaupun mempunyai pasangan yang tidak perawan tidak apa. Selama dia sehat, setia dan jujur dari awal kenapa tidak. Karena kesehatan itu harganya mahal, walaupun perawan juga mahal, namun menurut saya kesehatan lebih mahal.

Kemudian pasangan yang setia itu sangat penting, karena kesetiaan pasangan akan menentukan masa depan keluarga yang utuh, akan miris jikalau punya keluarga yang sudah memiliki anak dan nantinya cerai dikarenakan salah satu pihak yang tidak setia, yang menjadi korban lagi-lagi adalah anak. Kemudian pasangan yang jujur itu lebih baik karena dia sudah memiliki itikad baik untuk jujur, dan jujur lebih penting daripada segalanya.

Jadi perawan atau tidak perwan itu tidaklah penting, tergantung sudut pandang kita masing masing dalam menilai arti keperawanan tersebut.

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya