Akhir-akhir ini kasus kenakalan remaja dan anak di Indonesia semakin memprihatinkan. Terbukti ramainya pemberitaan di media massa terkait penyimpangan sosial yang dilakukan oleh remaja dan anak. Penyimpangan sosial tersebut, seperti penyalahgunaan narkoba, seks bebas, tawuran antar pelajar, pembunuhan, pencurian, dan masih banyak lagi.

Angka kenakalan remaja dan anak setiap tahun semakin meningkat dan sangat meresahkan masyarakat sekitar. Fenomena ini membuat miris masa depan bangsa Indonesia, bagaimana tidak, penerus bangsa yang seharusnya menjadi tumpuan membangun bangsa justru rapuh dan kehilangan nilai-nilai moral akibat perbuatan yang mereka lakukan.

Kenakalan remaja dan anak terjadi bukan tanpa sebab, melainkan karena berbagai faktor di luar dari pelaku itu sendiri. Salah satu faktor penyebab terjadinya kenakalan remaja dan anak adalah faktor keluarga. Ini dikarenakan karakter dan nilai-nilai yang tertanam dalam diri anak banyak dibentuk pada lingkup keluarga, khususnya orangtua. Keluarga adalah tempat awal di mana anak memperoleh pengetahuan dan nilai-nilai yang berguna bagi kehidupan mereka kelak, yang diperoleh melalui proses belajar dari kedua orangtuanya.

Namun, apa jadinya seorang anak yang terlahir dari sebuah keluarga yang tidak harmonis (broken home), baik itu karena perceraian kedua orangtua, profesi negatif dari orang tua, perlakuan kasar dari orangtua, dan lain sebagainya? Memang, tidak semua penyimpangan sosial yang dilakukan remaja dan anak berasal dari keluarga yang tidak harmonis (broken home).

Namun, tidak dapat dipungkiri penyebab utama anak melakukan hal tersebut berasal dari faktor keluarga yang tidak utuh. Sangat diperlukan peran kedua orangtua dalam memberikan perhatian dan pendidikan kepada anak mereka, untuk menghindari hal tersebut. Pada titik inilah peran kedua orangtua sangat penting bagi keseimbangan tumbuh kembang anak.

Advertisement

Perihal mendidik anak, hasilnya tidak diperoleh saat itu juga, melainkan diperoleh dalam kurun waktu beberapa tahun kemudian, di saat anak sudah mengenal dunia luar. Ketika seorang anak berinteraksi dengan dunia luar, mereka akan mendapatkan pengaruh yang bersifat positif maupun negatif. Kurangnya peran orangtua dalam mendidik anak akan menyebabkan pengaruh tersebut tidak mampu disaring dengan baik oleh anak, begitu pula sebaliknya.

Peran kedua orangtua, dalam hal ini peran pengasuhan dari seorang ayah dan ibu memberikan kontribusi dan fungsi masing-masing dalam hal tumbuh kembang anak. Peran ayah di sini, seperti: mengajarkan anak mengenai keberadaan Tuhan dan ajaran agama yang dianut, sebagai pemimpin keluarga yang menjadi panutan dan dihormati oleh anak, dan mendidik anak terkait sikap bertanggung jawab dan disiplin.

Sedangkan peran ibu dalam mendidik anak, seperti: peran pengasuhan anak dari sejak lahir, menanamkan nilai-nilai kepribadian dasar, memberikan kasih sayang dan perhatian terhadap. Namun, apabila peran ayah dan ibu tidak dijalankan dengan baik, dapat mengganggu pertumbuhan mental anak tersebut. Dampak tersebut, seperti disorientasi identitas dan peran seksual anak (homoseksual dan lesbian), dampak gangguan psikologis anak pada dewasa kelak terumata ketika kelak ia membina keluarga, tertanamnya nilai-nilai negatif yang mempengaruhi kepribadiannya secara tidak langsung dan dampak terhadap perilaku anak yang cenderung mengarah pada penyimpangan.

Proses munculnya dampak tersebut bagi anak tidak secara cepat terjadi, namun dalam kurun waktu beberapa tahun. Sehingga untuk menyembuhkan dampak tersebut pula diperlukan waktu yang cukup lama. Hal ini disebabkan, karena lamanya tertanam dalam jiwa anak-anak yang menerima perlakuan dari kedua orang tuanya cenderung sulit untuk disembuhkan secara cepat. Diperlukan peran kedua orangtua dalam pencegahan sejak dini untuk mendidik anak, agar anak dapat tumbuh dan berkembang sesuai norma-norma yang berlaku di masyarakat.

Kedua orangtua harus saling mengisi satu sama lain dalam mendidik anak. Seperti yang dipaparkan, peran ayah dan ibu memiliki fungsi dan kontribusi berbeda perihal tumbuh kembang anak. Pembagian peran tersebut harus dijalankan kedua orang tua dengan baik dan seimbang. Mulailah menghilangkan pemikiran bahwa perihal mendidik anak adalah tugas seorang ibu.

Pada era global seperti saat ini, dengan berbagai pengaruh teknologi yang semakin maju, mudahnya mengakses segala informasi yang diinginkan, membuat pengaruh datang dari segala penjuru dan hal tersebut dialami oleh setiap anak. Maka dari itu, pada zaman sekarang peran kedua orang tua sangat penting bagi keseimbangan tumbuh kembang anak.