Kehidupan manusia tidak selamanya dalam kondisi yang sama, kadang suka, kadang duka, terkadang mengalami kemajuan, namun terkadang juga mengalami kemunduran. Kemajuan yang dirasakan terkadang membuat manusia bahagia tiada terkira bahkan lupa kepada Allah. Begitupun Kemunduran yang dirasakan terkadang membuat manusia sedih dan nestapa, meratapinya seakan-akan dunia ini sudah berakhir. Realitas yang terjadi jauh dari harapan yang diidam-idamkan.

Dalam kondisi ini, manusia layaknya sebuah anak panah yang sedang dipasang dibusur, ditarik mundur sejauh mungkin untuk mencapai target yang jauh juga. percayalah akan datang suatu saat kemunduran itu menjadi tenaga yang kuat untuk melesat cepat meraih kesuksesan hidup dunia dan akhirat. seperti tokoh-tokoh dunia yang melejit namanya setelah mengalami pahitnya hidup, kemunduran serta penderitaan.

Soekarno misalnya beberapa kali dia diasingkan namun dia kembali dengan semangat yang baru dan membawa bangsa ini menuju kemerdekaan. Dr ‘Aidh Alqarny pernah difitnah sehingga dipenjara, namun dia keluar menghasilkan karya yang luar biasa dan bisa mengantanya menuju kesuksesan. KH. Hasyim ‘Asyari yang dipenjara oleh penjajah untuk kemudian kembali dengan semangat yang baru dan namanya terkenang sampai sekarang.

Allah menempatkan manusia layaknya anak panah, Allah menyiapkan manusia dalam kemunduran. Kemunduran yang disesuaikan dengan target yang akan diraih, jika dekat kemundurannya targetnya pun tak terlalu jauh, namun jika targetnya jauh, maka tarikannya pun akan mundur lebih jauh untuk kemudian dilepaskan dari busur dengan cepat.

Dorongan yang kuat dan fokus yang pasti terbaik akan menghasilkan akurasi yang tinggi. Targetpun dapat dikenai tepat akurat. Semakin Allah kuat menarik dalam kemunduran maka percayalah semakin cepat pula manusia melesat menuju target. Namun, ada akalanya Allah mendiamkan manusia istirahat dari hal apapun layaknya anak panah yang disarungkan dalam kantungnya.

Advertisement

Maka bersabarlah jika manusia hidup dalam keadaan mundur, berbaik sangkalah pada Allah. Dalam keadaan ini sikap terbaik manusia adalah berbaik sangka bahwa Allah sedang menarik mundur manusia sekuat-kuatnya tarikan untuk dilepaskan dengan cepat dan akurat menuju target yang jauh melampaui target yang manusia bayangkan dan percayalah itu yang terbaik untuk manusia.

Begitu pula jika manusia melihat temannya, saudaranya, dan bahkan orang lain yang bukan siapa-siapanya mengalami kemunduran seperti ini, jangan terlalu cepat menghakiminya. Mengatakan padanya “kau telah habis” atau “pantas dia seperti itu, mungkin banyak dosa”. Sebaiknya manusia mengambil sikap untuk menjadi pendukungnya karena temannya sedang dimundurkan, dengan cara seperti itu manusia berkontribusi menjaga temannya agar tidak terputus dari rahmat Allah swt.

Maka dari itu tetaplah bersabar, semangat, ikhtiar terus jangan pernah patah arang serta istiqomahlah dalam jalan Allah. Berdoa kepada Allah memohon pertolongan dan bimbingannya niscaya Allah akan memberikan manusia jalan lebih baik dari apa yang manusia mohonkan. Amin