Negara Indonesia merupakan negara yang kaya akan suku bangsa, bahasa, serta agama. Indonesia juga memiliki beribu-ribu kepulauan dan merupakan salah satu negara maritim di dunia. Karena keanekaragamannya yang begitu melimpah, Indonesia memiliki kebudayaan-kebudayaan yang khas. Dan beberapa sudah memiliki hak paten di UNESCO sebagai warisan kebudayaan Indonesia.

Misalnya batik, Wayang Kulit, Tari Saman Gayo, Noken, dan lain-lain. Tapi sebagai warga negara Indonesia, apakah kita sudah ikut melestarikan kebudayaan-kebudayaan tersebut sebagai warisan kebudayaan Indonesia? Bahkan, dalam UUD 1945 pasal 32 dikatakan bahwa :

Advertisement

(1) Negara memajukan kebudayaan nasional Indonesia di tengah peradaban dunia dengan menjamin kebebasan masyarakat dalam memelihara dan mengembangkan nilai-nilai budayanya.

(2) Negara menghormati dan memelihara bahasa daerah sebagai kekayaan budaya nasional. Jadi kita sebagai warga negara diwajibkkan untuk memajukan kebudayaan Indonesia.
Tapi, di jaman globalisasi dan semakin meningkatnya teknologi ini, masyarakat cenderung melupakan kebudayaan daerahnya. Seperti yang kita tahu, dominasi masyarakat yang ada saat ini adalah generasi Y dan Z. Generasi-generasi seperti ini cenderung menganggap kebudayaan nasional maupun kebudayaan daerah Indonesia merupakan suatu hal yang kuno dan ketinggalan jaman.

Padahal, banyak sekali hal-hal yang justru dapat menjadi sesuatu yang baru atau menarik jika dikembangkan oleh generasi-generasi millenial ini.
Salah satunya dengan mengembangkan kearifan lokal menjadi potensi pariwisata. Indonesia memang kaya akan pariwisata alamnya seperti pantai di Bali, Papua, Nusa Tenggara Timur, pegunungan di seluruh daerah di nusantara maupun kepulauan-kepulauan yang tersebar di beberapa daerah. Selain wisata alam, kita juga bisa mengembangkan kearifan lokal dari tiap daerah untuk menjadi daya tarik pariwisata bagi turis lokal maupun turis mancanegara. Selain menambah wawasan tentang kebudayaan lokal tapi, hal ini juga dapat menambah pendapatan negara.

Advertisement

Kita dapat memulai dari sekitar kita. Seperti, mencari potensi apa yang ada di daerah sekitar kita. Seperti yang sudah ada saat ini yaitu perkembangan desa wisata sebagai daya tarik pariwisata. Saat ini, desa wisata di Indonesia sudah mulai banyak dikembangkan.

Karena, selain sebagai lokasi untuk berlibur atau menikmati indahnya kehidupan masyarakat sekitar, kita juga dapat belajar tentang kearifan lokal di Indonesia. Salah satu contohnya misalnya, Desa Wisata Panglipuran di Kabupaten Bangli, Bali. Disana, kita dapat melihat secara langsung bagaimana kehidupan lokal masyarakat di Bali dan selain untuk berwisata, kita juga dapat menambah wawasan karena di Desa Panglipuran tersebut masih sarat akan kearifan lokal masyarakat Bali.

Sepeti rumah-rumah penduduk yang terdapat filosofis kepercayaan lokal masyarakat Bali, serta berbagai kebudayaan lokal maupun upacara-upacara adat yang dilaksanakan di sana.
Tidak hanya di Bali, tapi di seluruh nusantara juga mulai mengembangkan pariwisata melalui desa wisata. Seperti Desa Wisata Tuktuk Siadong di Sumatera Utara yang terdapat berbagai kesenian maupun kebudayaan khas Batak seperti ulos, gorga, tari-tarian, serta museum.

Di Jogja juga terdapat Desa Wisata Krebet yang disana terdapat berbagai kerajinan tradisional seperti patung, topeng, batik, dan lain-lain. Selain itu, di Desa Wisata Krebet ini masyarakatnya masih melestarikan kebudayaan lokal seperti Upacara Ritual Bersih Dusun untuk mensyukuri hasil panen masyarakat setempat.

Di Kabupaten Bontang, Kalimantan Timur juga terdapat Desa Wisata Bontagula yang berhasil menjadi pemenang untuk kategori Desa Wisata Maritim oleh Desa Wisata Awards 2017 yang digelar oleh Kementrian Desa PDTT. Ada juga yang unik dari Kawasan Adat Ammatoa di Sulawesi Selatan, disana masyarakatnya memakai baju serba hitam dan dipimpin oleh seorang kepala adat yang bergelar Amma Toa.

Di Ende, Flores, Nusa Tenggara Timur juga terdapat Desa Wisata Wolotopo dengan keunikan desa ini rumah adat dan pemukimannya dibangun diatas susunan batu yang kokoh. Dan kerajinan yang masih dikembangkan disini yaitu kerajinan tenun yang memang terkenal di daerah Nusa Tenggara Timur.

Bahkan di Papua juga sudah mulai dikembangkan desa wisata seperti Desa Wisata Arborek di Papua Barat yang menyuguhkan wisata bahari yang sangat indah. Masyarakat disini juga mengembangkan kerajinan tangan dari pandan laut yang hanya dapat ditemukan di Deda Wisata Arborek ini.

Ternyata, di Indonesia sendiri sudah mulai mengembangkan desa wisata sebagai destinasi pariwisata di Indonesia. Contoh-contoh tersebut baru sebagian kecil dari sekian banyak desa wisata yang tersehar di seluruh nusantara. Tapi sayangnya, sebagian dari desa wisata tersebut masih belum mendapat perhatian dari pemerintah. Masih banyak infraatruktur dari desa tersebut supaya desa wisata di Indonesia dapat dikembangian menjadi destinasi wisata yang memadai bagi wisatawan lokal maupun manca negara.

Serta, masih memerlukan publikasi yang meluas supaya desa wisata ini dapat dikenal oleh seluruh masyarakat Indonesia. Karena sampai saat ini masih jarang terdengar ada destinasi pariwisata ke sebuah desa di Indonesia. Jadi, masing-masing desa wisata memerlukan bantuan dari pemerintah juga untuk dapat mengembangkannya. Karena, hasil yang didapat nantinya juga bukan hanya untuk masyarakat lokal desa tersebut tapi juga untuk menambah pendapatan negara.

Oleh karena itu, kami mengharapkan peran pemerintah untuk ikut serta dalam mengembangkan potensi desa wisata di berbagai daerah di Indonesia sebagai bagian dari melestarikan kearifan lokal masyarakat setempat. Karena, bantuan dari pemerintah dalam bentuk apapun akan sangat membantu masyarakat lokal dalam mengembangkan daerah tersebut.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya