Siapa sih yang nggak mau mendapatkan hati cewek yang ia sukai? Namun untuk mendapatkan hati cewek, tidak jarang seorang cowok harus berjuang habis-habisan. Mengorbankan materi, waktu, pikiran, hingga kesehatannya sendiri. Sayangnya setelah mendapatkan apa yang diinginkan tidak sedikit cowok malah dianggap “hanya berjuang di awal” oleh kekasih mereka. Anggapan itu muncul bukan tanpa sebab. Pasalnya kadar perjuangan seorang cowok cenderung berbeda antara masa-masa PDKT dan masa-masa ketika sudah resmi menjalin hubungan. Begitu kebanyakan persepsi para cewek.

Lantas siapa yang patut disalahkan? Cowokkah yang terlalu egois? Atau cewek yang terlalu banyak maunya? Atau kenapa kita tidak mencoba mengupasnya lebih dalam? Kali aja bisa menjumpai titik temu yang menjadi bahan renungan baik untuk cewek, lebih-lebih untuk kita para cowok.

Advertisement

Cowok memang harus berjuang dari awal

Pernah belajar Biologi? Pernah belajar sistem reproduksi? Nah, di mana-mana sperma yang mendatangi sel telur lalu terjadi pembuahan. Bukan malah sel telur yang keluyuran buat nyari sperma. Mainstreamnya cowok yang nyari cewek, bukan cewek yang nyari cowok. Dari analogi ilmiah ini kita bisa mengambil kesimpulan bahwa cowok memang harus berjuang dari awal. Atau bahasa sederhananya cowok lah yang harus memulai. Ia harus aktif dan tetap struggle mendekati wanita. Lantas apa hanya di awal cowok itu berjuang?

Advertisement

Ketika sudah bersatu, haruskah cowok merasa cukup?

Saat sperma dan sel telur telah bersua, apa yang terjadi? Yups, keduanya aktif melaksanakan fitrah dan fungsinya masing-masing dalam sebuah proses yang bernama pembuahan. Dan, yeeee….. jadilah dedek bayi. Perjuangan sperma bukan hanya pada saat perjalanan menuju sel telur, apalagi ketika bersaing dengan 350 juta sel sperma lainnya. Akan tetapi, perjuangan sperma masih terus berlangsung bahkan setelah bertemu sel telur. Bedanya kalau di awal sperma itu berjuang seorang diri, nah ketika ketemu dengan sel telur, sperma jadi punya partner berjuang. Mereka berjuang bersama. Jadi, wahai para cowok, mendapatkan hatinya bukanlah akhir dari sebuah perjuangan!

Bagi cewek, perjuangan itu dimulai dari baru jadian

Biasanya cewek bakalan sulit suka sama seseorang dengan sebenar-benarnya rasa suka. Tapi kalau sudah suka, percaya deh, dia bakalan all out mencintai dan menjaga komtimen dengan orang yang ia cintai. Hanya saja tiap-tiap cewek memiliki cara yang berbeda-beda. Toh juga karakter setiap cewek kan nggak sama. Dan bagi cewek, perjuangannya baru dimulai sejak pertama kali kalian mengikrarkan komitmen bersama. Sayangnya banyak cowok yang tidak memahami ini dengan baik. Atau, sebenarnya mereka memahami, tapi bingung bagaimana bertindak sesuai pemahaman mereka. Duh, serba salah ya jadi cowok. Hehe.

Bersikap jujur akan memperbaiki suasana, sekalipun jujur itu pahit

Cewek paling nggak suka dibohongi. Cowok pun demikian. Jadi, sikap dan perkataan jujur harus dipegang teguh oleh kedua belah pihak. Rasa bosan, tidak bisa dipungkiri, kerap mendera dan menggoda pertahanan seorang cowok. Dan cewek pun mengetahuinya. Ada kalanya kita sebagai cowok penat jika hanya menghabiskan waktu dengan pasangan kita. Kita butuh waktu untuk berinteraksi dengan hal-hal lain di luar hubungan yang kita jalin. Apalagi berinteraksi dengan hal-hal yang produktif.

Maka ketika penat itu mendera, jujur saja padanya dan sampaikan dengan bahasa yang sopan. Niscaya ia akan mengerti dan setia menunggumu hingga kembali ke mood awal. Jangan khawatir, meski cewek itu di permukaan kelihatan sering jalan bareng sahabat-sahabat cowoknya, tapi percayalah fitrah cewek adalah mencintai satu orang cowok, dan cowok itu adalah kamu. Ciyee.. kamu.. hehe. Kalau cowok fitrah nya bisa mencintai lebih dari satu cewek pada waktu yang bersamaan. Cuma cowok punya hak memilih, memilih mencintai banyak cewek atau cukup dengan satu cewek.

Buat kalian, para cowok yang dianggap hanya berjuang di awal, aku percaya kamu, aku, dan kita semua tidak seperti itu! Hanya saja anggapan itu muncul karena kita kurang mengerti cewek dengan segala kemauan dan keunikannya. Atau bisa juga pola komunikasi yang kita terapkan kurang tepat sehingga sering menimbulkan permasalahan-permasalahan yang sebenarnya tidak perlu jadi masalah. Dan lebih parahnya lagi, siapa tahu kita belum bisa berkata dan bersikap jujur pada diri kita sehingga berdampak pada hubungan yang tengah kita jalani.

So, masih ada waktu untuk memperbaiki itu semua!

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya