Ungkapan di atas saat ini tengah sering kita lihat khususnya di dunia maya. Beberapa siswa mengunggah foto mereka bersama tulisan “Rambut dan sepatu tidak mempengaruhi proses belajar”, dengan kreatifitas mereka masing-masing. Tapi benarkah seperti itu? Apakah benar rambut, sepatu, topi, dan aksesoris lainnya memang tidak mempengaruhi atau mengganggu proses belajar? Mari kita analisa.

Apabila kita akan menganalisa sesuatu hal, maka langkah awal yang harus dilakukan adalah memunculkan sebuah atau beberapa pertanyaan. Dikatakan pada ungkapan diatas, yaitu “…mempengaruhi proses belajar”. Pertanyaannya, belajar yang mana? Apakah proses belajar itu hanya dilaksanakan di dalam kelas? Atau apakah belajar itu hanya ketika kita sedang memperhatikan guru dan mengerjakan tugas? Sepertinya jawaban yang ada adalah tidak. Belajar lebih dari itu semua. Proses belajar dilaksanakan dalam beberapa kegiatan, dimana saja dan kapan saja – sekalipun saat itu kita hanya berada pada satu lokasi (baca: sekolah).

Advertisement

Pun ketika kita mematuhi aturan yang diterapkan di sekolah seperti berambut rapi dan tidak diwarnai, sepatu dominan warna hitam, memakai topi sekolah, dan lain-lainnya. Saat itu kita tengah belajar bagaimana untuk berdisiplin. Disini sebenarnya dibutuhkan penjelasan lebih lanjut dari pihak sekolah yang mana harus rinci dan logis mengenai alasan atau latar belakang aturan-aturan yang hendak diterapkan. Hal yang sebenarnya baik dalam perkembangan siswa, yaitu karena dewasa ini siswa-siswi sekolah lebih kritis terhadap hal apapun.

Dengan mematuhi aturan seperti beberapa yang telah disebutkan, para siswa-siswi sekolah akan terlihat identitas dan jati diri mereka yang sebenarnya sebagai pelajar. Karena apabila penampilan mereka agak menyimpang (baca: bertentangan) dengan aturan, maka setiap orang – masyarakat umum – sepertinya akan mengira mereka bukan seorang pelajar. Mungkin ada yang mereka mengira artis. Entahlah.

Tidak hanya melulu soal penampilan. Belajar berdisiplin merupakan suatu kebaikan dan kebiasaan baik yang harus diterapkan saat ini juga. Disiplin dalam waktu, dalam hal berpenampilan, dalam segala hal lainnya. Karena seperti yang sudah diketahui oleh semua orang, kunci kesuksesan adalah dengan disiplin. Sudah banyak kisah orang-orang sukses di dunia ini yang mana mereka kisahkan kuncinya adalah dengan disiplin. Hal ini tidak hanya bekerja atau berfungsi dalam hal negatif. Penjahat sekalipun apabila mereka ingin sukses sebagai penjahat hebat, maka mereka pun wajib untuk disiplin. Jika kita pikirkan, apalagi sebagai seorang penjahat, semuanya harus pas dan akurat, tidak kurang hal sekecil apapun. Apabila tidak mereka lakukan, maka rencana akan gagal, mereka masuk penjara, dan gagal menjadi penjahat sukses. Tapi itu hanya analogi saja, kita tidak perlu menjadi seorang penjahat.

Advertisement

So, apabila mematuhi aturan-aturan yang sepertinya sangat sederhana saja kita banyak mengeluh dan protes, bagaimana nanti kita akan menjalani hidup setelah lulus sekolah? Rambut dengan model aneh, berwarna, memakai topi pula, sepatu berwarna-warni, sekilas memang tampak tidak mengganggu ketika berinteraksi di kelas atau di lingkungan sekolah. Tapi sebenarnya itu mengganggu. Mengganggu konsentrasi kita dalam belajar dan beraktivitas di sekolah. Kita akan lebih berfokus pada gaya (style) daripada belajar itu sendiri. Lagipula, sepertinya akan lebih nyaman apabila kita berinteraksi dan beraktivitas dengan orang yang berpenampilan rapi dan sopan. Karena memang seperti itu jati diri seorang pelajar.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya