Review Transformers 5 : The Last Knight

1. Intermezzo

Seri ke 5 franchise Transformers tentu sudah ditunggu oleh banyak penggemarnya, The Last Knight masih mengandalkan sentuhan tangan Michael Bay dan aktor utama Mark Wahlberg.

Advertisement

Di setiap film sukses yang dijadikan seri, selalu menjadi tugas yang berat untuk melanjutkan sukses seri film sebelumnya. Film pertama Transformers berhasil menyita perhatian, bahkan bukan dari pemerhati Transformers. Seri kedua, Revenge of The Fallen menambah hegemoni seri ini. Dark of The Moon memberi perluasan dimensi yang luar biasa, walaupun di film ini mengalami penurunan dalam segi kualitas cerita (yang paling berasa adalah minusnya kehadiran Megan Fox :p ).

Di film yang ke 4 (Age of Extinction) Michael Bay terkesan ogah-ogahan mengasuh film ini, karena menurut Michael Bay, trilogi Transformers sebelunya sudah cukup. Walau pada akhirnya dia kembali, tetapi minus aktor yang menjadi nyawa di film sebelumnya, Shia LaBeouf. Dia digantikan oleh Mark Wahlberg yang sebelumnya pernah bekerja sama dengan Mkchael Bay di film Pain & Gain.

Bay ingin membuat trilogi baru dengan para aktor baru, tapi masih dengan Aoutobts yang sudah pupuler seperti Optimus Prime dan Bumble Bee. Menurut saya film itu lumayan bagus karena terasa segar dan ending yang tidak mudah tertebak tapi tidak terlalu berkesan.

Advertisement

Mark Wahlberg dan Maichael Bay hadir di seri kelima ini (The Last Knight), dan apakah mampu mengulang sukses seperti seri sebelumnya? Atau semua itu hanyalah membuat kita terbangun dan sadar bahwa Transformers hanyalah sebuah mimpi?

2. Review (Awas Spoiler)

Michael Bay kembali mencampurkan sejarah dengan cerita yang ada di film. Seperti konspirasi pendaratan di bulan ataupun konspirasi ledakan nuklir Chernobyl. Kali ini sejarah tentang Inggris dan Raja Arhur yang kemenangan dalam pertempurannya dibantu oleh penyihir bernama Merlin (Stanley Tuccci) dan tentu saja dibantu oleh Transformers. Merlin diberi pedang yang akan diperebutkan oleh tokoh-tokoh di film ini.

Di film ini Transformers (terutama Autobots) tetap digambarkan sebagai sebuah ancaman untuk penduduk bumi, dan kali ini bumi memiliki organisasi untuk memburu para Transformers yang masih ada di bumi. Organisasi ini mempunyai salah satu pemimpin yaitu Colonel Lennox (Josh Duhamel). Yeah,terasa akan sangat seru karena bukan hanya Colonel Lennox yang di call back. Juga Seymour Simmons (John Torturro) yanghidup di Quba, dimana para Autobots diterima dengan baik. Mungkin Bay sadar bahwa di film ke 4 dengan aktor yang semua baru, ternyata kurang begitu berhasil.

Kita juga akan diperkenalkan oleh tokoh Izabella (Isabela Moner), yang diceritakan hanya memiliki keluarga seorang robot kecil Sqweeks dan seorang robot yang dihancurkan oleh organisasi militer yang dipimpin Colonel Lennox. Izabella diselamatkan oleh Cade Yeager (Mark Wahlberg) dan dibawa ke tempat persembunyiannya bersama para sisa Aoutobots yang ditinggal Optimus Prime mencari penciptanya.

Di setengah jam pertama film ini seperti menjajanjikan sesuatu yang menarik, hubungan Transformers dan sejarah raja Arthur, rasa simpati kita akan Izabela dan keputusan Yeager yang lebih memilih menyelamatkan dunia daripada menghabiskan waktu bersama putrinya, serta kehadiran Colonel Lennox dan Simmons yang melegenda di trilogi sebelumnya. Semua itu belum mampu mengangkat film ini menjadi film yang lebih baik dari film ke 4 sekalipun. Humor di film ini diwakilkan oleh (Jimmy) Jerrod Carmichael. Di film ke 4, T.J Milner yang mengemban tugas itu dibuat mati lebih awal yang membuat "humor manusiawi" di film ke 4 menjadi hilang, tapi Jimmy di The Last Knight tidak, mungkin Michael Bay belajar dari kesalahan.

Humor dari Jimmy sangat khas Michael Bay yang seperti biasa jenaka dan terkadang relevan dengan dunia sekarang. Pemanis dalam film selalu dibutuhkan, dan sudah menjadi kewajiban di film Michael Bay. Di film ke 4 Nicola Peltz (Tessa) Yeager mengemban tugas itu, tapi karena Wahlberg memilih meninggalkan putirnya, tugas itu digantikan oleh Vivian Wambley (Laura Haddock). Vivian akan berjuang dengan Wahlberg untuk menyelamatkan dunia bersama para Autobots.

Semua resep untuk menjadi film sukses sudah dimiliki film ini, eksekusi adegan laga para robot dan manusia di film ini sudah sangat sempurna, tapi Michael Bay mengulangi kesalahan di film ke 3, yaitu disisi cerita. Semua terlihat statis dan membosankan, apalagi pertarungan antara Optimus Prime dan Bee yang terkesan hanya untuk menarik rasa penasaran penonoton.

Jujur, dengan di hadirkan kembali tokoh yang dulu pernah suskes di seri sebelumnya, saya sangat berharap kehadiran Sam Witwicky (di film ini kehadirannya hanya ada dalam foto), kehadirannya pasti akan membuat dimensi cerita yang lebih menarik.

Penjahat di film ini seperti tidak punya nyawa, Quintessons. Kita seperti dipaksa menyimpulkan Quintessons adalah orang jahat dan bekerja sama dengan Megatron untuk membangkitkan Cybertron untuk ditukar dengan bumi. Mirip kasus Ultron di Avengers : Age of Ultron

The Last Knight menambahkan banyak karakter baru di geng Autobots maupun Decepticons. Decepticons masih dipimpin oleh Megatron. Cogman, robot yang mencuri perhatian dengan kekocakan yang ia bawa. Selebihnya anda akan disuguhkan dengan mobil-mobil yang keren yang akan berubah menjadi robot yang luar biasa keren. Michael Bay sudah paham bagaimana cara membuat adegan laga antar robot yang keren.

3. Kesimpulan

Mungkin Paramount dan DreamWorks harus belajar dengan para kompetitor yang menugaskan sutradara berbeda di tiap seri film. Mungkin Bay sudah terlalu lelah untuk berimajinasi, dan info terakhir Bay sudah mundur untuk seri Transformers selanjutnya. Saya yakin seri transformers akan mempunyai banyak film lagi ke depannya, karena penonton sudah terlanjur mencintai para robot ini, tapi para robot juga harus memikirkan sisi manusiawi para penonton yang ingin para Transformers lebih mempunyai cerita yang lebih menarik, sehingga para penonton sadar mereka tidak sedang bermimpi.

Pengulas adalah seorang pecinta film dalam negeri maupun luar negeri, tidak pernah bersekolah film tapi merupakan penikmat film berdosis tinggi ,tapi jujur bukan orang gila. Pengulas hanya mengulas film dengan sejujur-jujurnya dan apa adanya berusaha berimbang dengan kelebihan dan kekurangan film itu sendiri.

Erisfika Bahrul Hikmah

Rating Film : 6,5/10

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya