Siapa yang tak kenal dengan makanan cepat saji atau biasa disebut dengan fast food, yang biasanya dikonsumsi oleh semua kalangan karena mudah didapat, cepat dalam pengolahan dan penyajiannya. Soal rasa makanan cepat saji tak kalah enaknya dengan masakan rumahan. Makanan tersebut pada umumnya adalah hasil produksi oleh industri pengolahan pangan yang cukup besar yang memiliki teknologi canggih dan di distribusikan ke restoran-restoran cepat saji.

Sejarah singkat restoran penyedia makanan cepat saji, Menurut Walker (2011), restoran terbagi menjadi beberapa kategori, yaitu chain or independent and franchise restaurants, quick service restaurant, fast casual, family restoran, casual, dan fine dining. Restoran yang dibahas dalam tulisan ini selanjutnya adalah quick service restaurant atau restoran cepat saji.

Advertisement

Restoran cepat saji pertama kali muncul pada tahun 1870 di Kota New York. Pada Industri bisnis dalam penyebaran restoran makanan cepat saji sangat diminati karena sudah banyak franchise yang dapat mempermudah peminat pembisnis untuk mengelola makanan cepat saji, dan melihat pangsa pasar makanan cepat saji lebih tinggi dibandingkan dengan bisnis yang lainnya karena di Indonesia peminat makanan cepat saji sudah meningkat

Mengkonsumsi Makanan cepat saji sudah menjadi kebiasaan masyarakat di zaman modern ini, walaupun banyak penelitian mengenai makanan cepat saji yang tidak terlalu baik untuk kesehatan, tetapi masyarakat masih mengkonsumsinya. Makanan cepat saji memiliki jenis makanan yang beragam contohnya seperti : French Fries , hamburger, hotdog, fried chicken, pizza, dan masih banyak lagi.

Makanan cepat saji memiliki dampak atau efek negatif bagi kesehatan dalam jangka panjang yaitu mengakibatkan obesitas, kerusakan hati, diabetes, kolesterol, radang pada dinding lambung, ketidaknormalan sistem pencernaan, tekanan darah tinggi, menggangu sistem pernafasan, muka mudah berjerawat, radang sendi, tubuh kekurangan nutrisi, dan lain sebagainnya.

Advertisement

Apa saja kandungan berbahaya pada makanan cepat saji? Mengapa makanan cepat saji dapat berdampak buruk bagi kesehatan anak-anak? Makanan cepat saji umumnya mengandung kalori, kadar lemak, gula dan sodium (Na) yang tinggi tetapi rendah serat, vitamin A, asam akorbat, kalsium dan folat. Makanan cepat saji adalah gaya hidup remaja (Khomsan, 2004). Maka dari itu makanan cepat saji sangat tidak baik untuk kesehatan anak yang dapat menghambat pertumbuhan pada anak.

Minat makanan cepat saji pada kalangan anak-anak sangat besar pasalnya karena mereka menganggap makanan cepat saji memiliki rasa yang lebih enak dibandingkan dengan memakan sayur-sayuran saat anak-anak mengkonsumsi makanan rumahan. Pada beberapa restoran cepat saji menawarkan mainan yang menarik perhatian anak-anak untuk membeli sebuah produk dalam restorannya, alhasil anak-anak tertarik dan meminta orang tuanya memesan produk yang mendapatkan hadiah tersebut.

Kebiasaan mengkonsumsi akan terjadi apabila orang tua tidak memperhatikan kesehatan pada anak di masa yang akan datang, terutama orang tua yang malas untuk masak makanan rumahan untuk anak dan lebih sering mengambil jalan pintas yaitu membelikan anak makanan cepat saji, seharusnya sebagai orang tua berfikir bahwa makanan cepat saji itu sangat tidak baik untuk kesehatan pada anak, maka orang tua harus lebih memperhatikan gizi yang baik untuk anak.

Makanan pada anak-anak yang sehat memiliki kandungan yang baik untuk kesehatan seperti : Sumber zat tenaga ( beras, jagung, kentang, sagu, bihun, mie, roti, makaroni, biskuit). Sumber zat pembangun ( ayam, ikan, daging, telur, hati, keju, susu, kacang-kacangan, tahu, tempe). Sumber zat pengatur ( sayur dan buah yang berwarna dan segar). Memperhatikan gizi agar tumbuh kembang pada anak lebih optimal.

Bagaimana cara merubah dan mencegah anak makan makanan cepat saji?. Menanamkan kebiasaan makan yang baik dan benar kepada anak, Memberikan gizi yang seimbang sesuai kebutuhan untuk tumbuh kembang anak yang optimal, Memelihara dan meningkatkan daya tahan tubuh anak terhadap penyakit, memberikan anak pengertian dan pengetahuan tentang dampak yang akan terjadi apabila sering mengkonsumsi makanan cepat saji.

Peran orang tua sangat dibutuhkan karena ketika seorang anak diberikan pengertian dengan tegas maka untuk terjadinya keinginan anak untuk memakan makanan cepat saji akan berkurang atau bakan terhindar.

Jadi sebagai orang tua tetap harus mengawasi apa saja makanan yang akan dikonsumsi oleh anaknya dengan cara mengatur pola makanan anak setiap harinya dan harus memberikan selalu variasi makanan agar anak tidak mudah bosan dengan makanan rumahan atau makanan sehat lainnya. Selain itu orang tua harus memberikan contoh juga untuk makan makanan sehat saat di rumah maupun di luar rumah, karena anak akan mencontoh orang yang selalu berada di sekitar kehidupannya.

Mengkonsumsi makanan cepat saji dapat dikurangi dengan cara merubah kebiasaan makanan yang diberikan untuk anak, semakin sering memberikan anak dengan makanan yang tinggi gizi maka akan semakin baik juga petumbuhannya. Orang tua tidak perlu merasa khawatir lagi jika anak sudah mendapatkan gizi yang cukup dan baik untuk pertumbuhannya di masa yang akan datang. Dalam mengaturnya peran orang tua selalu dibutuhkan agar membiasakan memberikan makanan yang untuk anak-anak.

Daftar Pustaka

http://gizi.depkes.go.id/wp-content/uploads/2013/09/Brosur-Makanan-Sehat-Anak-Balita.pdf

https://halosehat.com/makanan/makanan-berbahaya/21-dampak-bahaya-makanan-cepat-saji-bagi-kesehatan

http://library.binus.ac.id/eColls/eThesisdoc/Bab1/2013-2-02206-HM%20Bab1001.pdf

http://repository.usu.ac.id/bitstream/handle/123456789/31100/Chapter%20II.pdf?sequence=5&isAllowed=y

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya