Manusia tidak lepas dari perkembangan zaman. Hal ini diperjelas dengan perkembangan teknologi yang akhir-akhir ini berkembang makin pesat dari tahun ke tahun. Teknologi berkembang untuk mempermudah kehidupan manusia, seperti diciptakannya mobil, kamera, mesin cuci, komputer, dan lain sebagainya.

Teknologi yang paling banyak diminati oleh masyarakat dunia adalah kecerdasan buatan. Teknologi ini diprediksi akan sangat diandalkan oleh manusia dalam berbagai sektor. Kecerdasan buatan yang dibuat oleh manusia nantinya akan membantu kinerja manusia. Namun apakah yang dinamakan dengan "Kecerdasan Buatan" ?

Advertisement

Menurut Cambridge Dictionary, kecerdasan buatan atau artificial intelligence adalah sebuah cabang ilmu komputer yang berurusan dengan simulasi perilaku cerdas di komputer atau dapat diartikan sebagai mesin yang cukup mampu meniru kecerdasan manusia.

Sementara menurut Jurnal Informatika oleh Universitas Ahmad Dahlan, Yogyakarta, kecerdasan buatan berasal dari kata artificial intelligence yang mengandung arti tiruan atau kecerdasan. Secara harfiah adalah kecerdasan buatan. Kecerdasan buatan merupakan ilmu komputer yang membuat komputer dapat bertindak seperti manusia (menirukan kerja otak manusia)

Kecerdasan buatan yang dulunya hanya ditanam pada gawai (gadget) saja, baru-baru ini telah ditanamkan di dalam robot. Robot yang berbentuk manusia. Seperti halnya di Negara Jepang,pada tahun 2015 Profesor Hiroshi Ishiguro dari Universitas Osaka, Jepang, kembali memperkenalkan robot manusia (android) rancangannya yang semakin mirip dengan manusia.

Advertisement

Robot wanita yang bernama Erica. Erica sendiri adalah hasil kolaborasi antara Japan Science and Technology Agency, Osaka University, the Advanced Telecommunications Research Institute International (ATR) dan Kyoto University.

Berbicara mengenai android, salah satu pengembang game yaitu Quantum Dream, tahun ini merilis sebuah game baru bertema sains fiksi yang bercerita mengenai masa depan manusia yang hidup berdampingan dengan android. Pada tulisan ini tidak akan membahas dan mereview tentang game tersebut, melainkan mengenai hubungannya dengan zaman sekarang dan yang akan datang nantinya.

Detroit : Become Human, berseting pada waktu yang tidak terlalu jauh, 2038. Dimana ada sebuah perusahaan yang bernama CyberLife yang bertempat di kota Detroit, Amerika Serikat. Kota tersebut telah merubah cara pandang dalam bekerja.

Lompatan teknologi terjadi dan mereka berhasil menciptakan Android yang menyerupai manusia dan bisa diperintah untuk mendukung kehidupan manusia, mulai dari asisten rumah tangga, pekerjaan kerah biru, hingga aparat keamanan. Melihat dari cerita yang disuguhkan oleh Detroit ; Become Human, dapat dipastikan manusia secara perlahan akan digantikan kerjanya oleh android-android yang diciptakan sendiri oleh manusia.

Pekerjaan berat seperti pembangunan jalan, pembangunan gedung yang dapat membantu pemerintahan, penanganan kasus kriminal dan dapat merekonstruksi kejadian-kejadian yang sudah berlalu sangat membantu aparat keamanan menyelesaikan tugasnya, sampai hal yang paling mudah seperti mengurus rumah tangga menggunakan asisten rumah tangga android.

Masyarakat yang ingin dimudahkan pekerjaannya, dapat merogoh koceknya untuk membeli android sendiri, layaknya membeli telepon genggam yang terpampang di pusat perbelanjaan.

Namun, hal ini tidak hanya dilihat dari sisi positifnya saja, tetapi ada juga sisi negatifnya. Seperti di Inggris, Robot android diprediksi akan menggantikan lebih dari lima juta jiwa manusia pada tahun 2031 seperti yang ungkap studi dari laman pencari pekerjaan, Joblift.

Sementara itu, analisis yang dikembangkan perusahaan audit asal Amerika Serikat Price Waterhouse Cooper (PwC) menyebutkan, 30 persen pekerjaan yang melibatkan manusia di Inggris berisiko digantikan oleh robot dalam 15 tahun ke depan. Namun, dengan asumsi tingkat pertumbuhan untuk keseluruhan pasar tenaga kerja Inggris rata-rata 1,49 persen pada 2031.

Ironis memang. Di sisi lain kehadiran robot dapat membantu pekerjaan manusia, tapi di sisi lain kehadirannya juga mengancam nilai sumber daya manusia. Kian hari, kian banyak robot dan kecerdasan buatan yang menggantikan peran masyarakat dalam kehidupan sehari-hari, sehingga membuat lapangan pekerjan untuk manusia menjadi minim.

Namun, manusia memiliki daya kreativitas yang dapat menemukan inovasi terbaru sehingga dapat bermanfaat bagi manusia lainnya, baik dalam hal lapangan pekerjaan ataupun lainnya. Daya kreativitas inilah yang tidak dimiliki oleh robot dan merupakan aset yang sangat berharga untuk kehidupan umat manusia.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya