Apa jadinya kalau kita terlalu mendengar pendapat orang lain? Tidak salah sih, meminta dan mendengar pendapat orang lain agar bisa membuat diri kita lebih baik. Tapi jangan salah ! Tidak semua pendapat itu harus dituruti adanya. Malah mereka akan membuatmu menjadi bukan diri sendiri.

Setiap orang tentu memiliki konsep pernikahan impian. Dimulai dari bridal dan fotografer yang kita ambil, hingga restoran dan destinasi foto yang saya dan pasangan inginkan. Dan tentunya jika budget kita cukup untuk itu.

Advertisement

Banyak kata orang kalau foto bridal tidak perlu mahal, toh akhirnya akan masuk ke kolong tempat tidur dan berteman dengan debu layaknya kitab suci dari goa antah berantah. Tidak jadi soal berapa budget bridal anda, yang penting semuanya sesuai konsep dan budget anda.

Bagi kami, foto bridal adalah salah satu momen kebahagiaan kami berdua dengan gaun dan jas pernikahan yang tentu hanya dipakai sekali seumur hidup, yang kelak akan kami ceritakan pada anak cucu kami. Bukan hanya sekedar foto sebagai ritual wajib semata dan akhirnya disimpan ke kolong tempat tidur. Kalau begitu lebih baik tidak usah foto saja. Ya kan?

Dan bukan hanya itu saja, Saat saya mengambil lokasi foto, dekorasi, MC dan restoran, tidak sedikit yang turut menyuarakan pendapat-pendapat mereka. Dari yang positif sampai ke negatif. Saran saya, dan seperti saran dari berbagai buku motivasi lainnya: TAKE THE POSITIVE !

Advertisement

Energi otak dan batinmu akan lelah menghadapi pendapat orang yang terlalu memaksakan kehendak mereka kepada kita seakan ini adalah pernikahan mereka dan kita adalah Event Organizer-nya. Percayalah, mau kamu ambil dari vendor murah meriah berdiskon-diskon, konsep paling simple & standard, yang akan kamu dengar adalah "Ih, kok simple banget, padahal ini kan nikahan kamu seumur hidup sekali." Dan jika kita mengambil vendor yang wow cetar membahana, paling mereka akan vokal "Gile, pamer tuh orang, nikah cuma sekali. Buang-buang uang saja".

Dear readers, akhirnya saya belajar suatu hal, bahwa apapun keputusan yang kita ambil, orang-orang akan selalu menyuarakan suara-suara mereka. Beginilah cara kerja dunia yang sesungguhnya. Kita tidak punya kuasa untuk menutup mulut mereka, tapi kita punya hak untuk menyaring semua apa yang perlu kita dengar dan tidak.

Memang sulit bagi kita untuk bersikap bijak, tapi ingatlah bahwa masih ada Tuhan yang menguatkan hati kita agar belajar lebih sabar dan bijak. Tapi ingat, semua keputusan kembali pada diri sendiri dan kita siap untuk tidak menyesal pada setiap keputusan yang kita buat. Jadilah diri sendiri, bukan pelampiasan ego orang lain. Jangan biarkan pendapat orang lain jadi merusak semua impianmu dan senyum mu luntur pada momen pernikahanmu !

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya