Beberapa hari yang lalu saya bertemu dengan seorang anak kecil yang menunggu untuk dijemput dari sebuah les privat yang ada di daerah saya. Karena anak kecil tersebut sendirian menunggu di tengah gerimis kecil, maka saya memutuskan untuk menghampirinya dan menanyakan beberapa pertanyaan sederhana sembari menunggu orang tuanya datang untuk menjemput.

“Namanya siapa dek? Sedang nunggu dijemput ya?”

Advertisement

Dia menjawab dengan suara pelan.

“Boby kak, iya Bapak belum datang ini”

Karena saya penasaran saya bertanya lagi.

Advertisement

“Pasti kamu pinter banget ya sering les, besok kalo gede cita – cita pengen jadi apa?”

Dia menjawab lagi.

“Pengen jadi pemain game, kak”

Saya benar – benar kaget dan tidak menyangka jawaban “sebagai pemain game” bisa muncul dari anak kecil yang kira kira masih duduk di bangku sekolah dasar itu.

“Kenapa pengen jadi pemain game?”

Saya bertanya dengan harapan memenuhi perasaan kurang puas yang saya miliki.
Ini adalah jawaban terakhir dia sebelum orang tuanya datang menjemput.

“Ya karena bisa menghasilkan banyak uang kak, terus bisa tanding di luar negeri lagi, ke Korea, ke Dubai, ke Thailand pokoknya keren deh kak”

Dan menurut saya benar juga jawaban yang diberikan oleh anak kecil tersebut, karena saya juga punya hobi ngegame. Beberapa waktu lalu saya melihat beberapa tim esports dari indonesia mempunyai perwakilan untuk bertanding ke luar negeri dalam gelaran turnamen kelas dunia.

Walaupun belum berhasil menempati peringkat pertama, paling tidak tim esports dari Indonesia mempunyai kualitas yang sangat baik dengan mampu berkompetisi sampai ke tingkat internasional.

Kenapa menjadi seorang pemain game profesional bisa dijadikan sebagai profesi baru yang diminati?
Apakah profesi ini bisa dikatakan stabil dan akan terus ada?

Pemain game profesional tidak terlepas dari kompetisi game yang diadakan, jika tidak ada kompetisi game maka tidak akan lahir pemain game yang ahli bukan?

Kompetisi game inilah yang dikenal oleh masyarakat luas dengan nama esports. Esports sendiri bukanlah hal yang baru, di Indonesia sendiri terdapat beberapa tim esports besar yang sudah berkompetisi dan menempatkan namanya ke luar negeri.

Di negara – negara seperti China, Mongolia bahkan terdapat jurusan kuliah yang khusus mempelajari esports dengan konsentrasi seperti menjadi pro player atau pemain game profesional ataupun mengadakan atau broadcast sebuah kompetisi game. Ekspektasi bahwa menjadi pro player itu enak sebenarnya sangatlah dangkal, karena jika dilihat lebih dalam berkompetisi di dunia game sangatlah membutuhkan skill.

Untuk bisa berkompetisi di dunia game hal yang perlu diketahui adalah setiap orang harus memiliki skill yang sangat mumpuni seperti :

  1. Komitmen dan Konsisten
    Para pemain game profesional yang sudah mencatatkan namanya di kompetisi internasional pastinya tidak hanya sekedar bermain game. Mereka menghabiskan waktu berjam-jam dalam sehari untuk mengasah kemampuan mereka dalam bermain game. Beberapa pemain bahkan menghabiskan waktu hingga 12 jam dalam sehari untuk melatih skill mereka dalam bermain.

    Biasanya para pemain game profesional berkomitmen untuk memainkan satu game dan secara konsiste bermain satu game tersebut sehingga mereka akhirnya yakin untuk berkompetisi di tingkat selanjutnya.
    Tidak mudah untuk konsisten dalam melakukan sesuatu, karena bermain game juga pasti akan jenuh juga jika dilakukan setiap hari dalam waktu berjam-jam.

  2. Skill Komunikasi 
    Kompetisi game yang sering dan paling banyak diadakan biasanya merupakan game multiplayer atau game yang memerlukan kerjasama tim yang kuat. Dalam hal ini komunikasi skill sangat diperlukan agar tim bisa mencapai satu tujuan yang sama yaitu memenangkan pertandingan.

    Seperti di gelaran olahraga biasa, di sebuah tim esports pasti ada satu anggota yang dijadikan kapten atau leader, yang bertugas sebagai pengatur strategi sehingga anggota lain harus mendengarkan apa yang dikatakan oleh leader. Skill kepemimpinan dan berpikir kritis sangat diperlukan disini, skill ini tentunya tidak dengan mudah didapatkan bukan? harus dilatih dan dikembangkan setiap harinya.

  3. Belajar hal baru dengan cepat 
    Skill terakhir adalah skill yang sangat penting, kenapa? Karena game selalu berubah,setiap developer game melakukan update entah itu dari gameplay, fitur baru, dll. Maka kemampuan beradaptasi dengan cepat sangatlah dibutuhkan.

Para pemain game ini harus selalu memperhatikan apa saja strategi yang akan berubah jika terjadi update baru, dan mereka harus mencobanya dengan trial dan error yang berulang – ulang. Saya sendiri terkadang kesulitan jika harus berpindah ke sesuatu yang baru dengan cepat, tapi bukannya lebih cepat kita belajar dan paham akan sesuatu akan lebih bagus?

Kesimpulan

Terlepas dari pro kontra yang terjadi, tidak dapat dipungkiri pemain game profesional sudah menjadi bagian dari profesi yang akan berkembang di masa yang akan datang. Kita tidak dapat mengelak bahwa inilah yang sedang terjadi, menjauh dari teknologi juga bukan merupakan pilihan yang tepat. Siap atau tidak siap kita harus menghadapinya. Semoga artikel ini bermanfaat, terima kasih.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya