Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi saat ini menyisakan beberapa persoalan yang perlu perhatian. Tak dapat di elakan pada masa modern ini teknologi sudah semakin maju nan canggih. Hal ini mengakibatkan begitu cepatnya informasi yang masuk ke seluruh belahan dunia, hal ini membawa pengaruh bagi seluruh bangsa Indonesia.

Dengan perkembangan informasi dan teknologi, maka dunia menjadi sempit, ruang dan waktu menjadi sangat relatif, dan dalam banyak hal batas-batas negara sering menjadi kabur bahkan mulai tidak relevan. Dinding pembatas antar negara menjadi semakin terbuka bahkan mulai hanyut oleh arus perubahan. Perkembangan teknologi tersebut menjadikan Indonesia mengalami gejala dekadensi moral yang benar-benar berada pada taraf yang memprihatinkan.

Akhlak mulia seperti kejujuran, kebenaran, keadilan, tolong menolong, tepo seliro (toleransi), dan saling mengasihi sudah mulai terkikis oleh penyelewengan, penipuan, permusuhan, penindasan, saling menjatuhkan, menjilat, mengambil hak orang lain secara paksa dan sesuka hati, dan perbuatan-perbuatan tercela yang lain. Menurut Haidar Putra Daulay (2012), Kemerosotan moral atau yang sering kita dengar dengan istilah ‘dekadensi moral’ sekarang ini tidak hanya melanda kalangan dewasa, melainkan juga telah menimpa kalangan pelajar yang menjadi generasi penerus bangsa.

Orang tua, guru, dan beberapa pihak yang berkecimpung dalam bidang pendidikan, agama dan sosial banyak mengeluhkan terhadap perilaku sebagian pelajar yang berperilaku di luar batas kesopanan dan kesusilaan, semisal: mabuk-mabukan, tawuran, penyalahgunaan obat terlarang, pergaulan dan seks bebas, bergaya hidup hedonis dan hippies di Barat, dan sebagainya. Dengan begitu, bukanlah tanpa bukti untuk mengatakan bahwa kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi juga memiliki konsekuensi logis terciptanya kondisi yang mencerminkan kemerosotan akhlak (dekadensi moral).

Pendidikan karakter dipandang sebagai solusi untuk diterapkan dalam setiap lembaga pendidikan. Mengingat realitas saat ini beberapa kasus yang melanda Indonesia merupakan dampak dari kemerosotan moral bangsa saat ini, dekadensi moral terjadi karena pendidikan di Indonesia lebih menitik beratkan pada pengembangan intelektual atau kognitif semata, sedangkan aspek soft skill atau non akademik, aspek moral dan etis sebagai basis pembentukan karakter dan budaya bangsa semakin terpinggirkan.

Sistem pendidikan yang ada saat ini masih mementingkan aspek akademik semata. Padahal pendidikan seharusnya mengembangkan potensi yang dimiliki peserta didik secara komprehensif. Kecerdasan intelektual, emosional dan spiritual perlu untuk dikembangkan secara bersama. Jika kecerdasan intelektual saja yang dikembangkan akibatnya kecerdasan intelektual akan hancur dan terkikis oleh perkembangan zaman karena rapuhnya kecerdasan emosional dan spiritual.

Pendidikan harus membekali anak didik dengan nilai-nilai karakter dan keterampilan dalam menghadapi zaman yang terus berkembang diera kecanggihan teknologi dan komunikasi dan dalam rangka menghasilkan peserta didik yang unggul dan diharapkan. Maka, perbaikan sumber daya manusia yang cerdas, terampil, mandiri, dan berakhlak mulia, terus diupayakan melalui proses pendidikan yang membangun manusia yang berkarakter yang kokoh dalam menghadapi perkembangan zaman.

Karena arus globalisasi telah membawa perubahan yang signifikan dalam segala aspek kehidupan masyarakat. Namun perubahan tersebut cenderung pada kemerosotan moral dan akhlak. Prinsip-prinsip moral, budaya bangsa, dan perjuangan hilang dari karakter mereka. Inilah yang menyebabkan dekadensi moral serta hilangnya kreativitas dan produktivitas bangsa. Dalam hal ini pendidikan dan lembaga pendidikam adalah pionir dalam menanamkan nilai-nilai karakter.

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya