Selamat Datang…

Mumpung masih awal bulan di tahun 2018. Dimana tahun-tahun sebelumnya semua peristiwa sudah terlewati. Susah, senang, suka, duka, gagal, pengalaman, berhasil, perjuangan, dan harapan menjadi proses dewasa untuk menyongsong tahun berikutnya dengan berbagai resolusi.

Advertisement

Sering sekali manusia akan berkaca pada masa lalunya, bukan karena sikap yang menunjukkan kelemahan tetapi hal itu menjadi daftar/list berharga bagi seseorang melihat kekurangan masa silam untuk dijadikan pembelajaran dan bahkan digunakan sebagai bentuk muasabah diri. Tak ada salahnya, karena hal itu wajar.

Tak hanya berkaca pada yang sudah berlalu namun juga siap dan tepat mengambil keputusan demi memperbaikinya ke arah lebih baik. Melangkah itu pilihan, bergerak adalah pasti. Lakukan! Yaa, sebab nasib manusia dimulai dari apa yang hari ini kita lakukan. Saat kita menanam kebaikan maka hal baik juga yang didapat di akhir perjalananmu.


Pedih mengajarkan saya tentang bagaimana ikhlas menerima ketetapan-Nya. Rasa sakit memberi arti bahwa beberapa hal di hidup ini berjalan tak selalu sesuai dengan apa yang diinginkan, bahkan harapan mungkin saja berubah ataupun bergeser sedikit tanpa rencana dan kita tidak harus siap terlebih dahulu maka dari sanalah manusia belajar dewasa.


Advertisement

Kecewa pun mengantarkan saya mau tidak mau harus keras pada diri sendiri. Pada akhirnya, waktu dan keadaan yang dapat mengubah sudut pandang seseorang. Normal bagi kita masih bisa merasakan suka cita, sedih, bahagia, dan kecewa. Pernah tidak seringkali merasakan bahagia, tertawa lepas namun juga dalam waktu yang tidak lama kemudian tawa itu berubah jadi kesedihan?

Karena disitulah kita disadarkan bahwa seberapapun banyak kawan yang menghiburmu sampai bisa membuat momen kebersamaan itu hanyut dalam canda tawa, pasti akan ada satu waktu dimana saat kita berhadapan dengan diri sendiri menjadi tak berdaya. Luluh, seluluh-luluhnya. Itulah saat sebenarnya kita merenungi.

Ini benar ditunjukkan bagi yang menyadari. Ada banyak cara Tuhan (Allah SWT) menyayangi makhluknya. Salah satunya ketika kita sedang benar-benar sendiri. Jiwa dan perasaanmu hanya seorang diri, tanpa pasangan, tanpa teman, bahkan saat tak seorang pun saudara/keluarga didekatmu.

Bagaimana jika sesekali beri waktumu pergi sendiri saja tanpa siapapun yang menemani ke satu tempat / nongki kalo kata bahasa gaulnya? – dijawab sendiri

Pernah melakukannya? - dijawab sendiri

Nyamankah dengan memberi tantangan itu terhadap diri kita sendiri? - hanya kamu yang tahu

Saya tidak mengajarkan untuk menjadi individualis, hanya saja di waktu tertentu dalam mengenali diri sendiri kita membutuhkan ‘keegoisan’ yang merupakan sebagaian dari rasa emosional kita. Setiap orang saya akui memang tidak bisa sama porsinya untuk melakukan sesuatu hal. Ada yang menyanggupi, cukup sanggup, sangat sanggup, dan tidak sama sekali menyanggupi.

Terkadang dengan kesendirian itu, kita mendapatkan hal-hal tidak terduga dan belajar mengambil hikmahnya. Terkadang dengan kesendirian, menjadi semakin tahu karakter dan sifat asli kita.Terkadang dengan kesendirian, menjadi mudah untuk bersyukur. Terkadang dengan kesendirian, kita jadi tahu tolak ukur kemampuan diri. Terkadang dengan kesendirian, bisa membuat kita lebih menghargai diri sendiri. Terkadang dengan kesendirian, kita diuji untuk tidak lemah. Dan dengan kesendirian, membuat kita percaya akan hati kecil yang menuntun.

Terakhir, dari saya:

"Sebetulnya, kekuatan terbesar ada dalam diriku sendiri. Kalau aku saja tidak nyaman dengan diriku, bagaimana bisa terus berjalan melanjutkan hidup. Kemana pun tubuh ini dibawa akan selalu merasa kurang dan tidak merubah apa-apa. Nyaman dulu dengan dirimu, karena mengejar yang ada di depanmu butuh keberanian."

Mungkin hatimu dipatahkan berulang kali. Agar kelak menjadi pribadi berkualitas. Berawal dari banyak ketidaknyamanan yang kamu hadapi sekarang. Hanya perlu bersabar. Fase-fase dimana tiba saatnya nanti, bisa jadi kamu orang terbahagia dengan hidup bersama pemenangmu. Iya dia, yang berhasil memenangkan hatimu dengan utuh.

Percayalah. Tuhan selalu memiliki yang terbaik untuk kita. Dia memiliki jalan keluar atas semua kesulitanmu, perasaan yang melegakan atas kesedihanmu, dan kebahagiaan yang menunggumu.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya