Bismillah…

Teruntuk ibunda calon suamiku, terimakasih telah melahirkan laki – laki hebat seperti putramu. Perkenalkan, aku hanya wanita biasa yg dipilih putramu. Maaf jika aku lancang karna berani mencintai putramu. Sungguh, ini bukan kuasaku. Aku hanya menjalankan peran dalam skenario ALLAH untuk menjadi pilihan putramu. Tapi inilah aku, yg mencintai putra sholihmu dgn penuh kesederhanaan.

Advertisement

Aku hanyalah wanita akhir zaman yang punya cita-cita menjadi istri sholehah untuk suamiku nanti. Suami yang nantinya akan membimbingku, menasihatiku, hingga menuntunku ke surga yang indah.

Wahai Ibu, izinkan aku untuk menjadi pendamping putramu. Biarkanlah tutur lembutku yang akan melenyapkan amarahnya. Biarkanlah aku menjadi tempat pulang ketika ia lelah. Biarkanlah senyum sejukku yang akan menyemangatinya.

Ibu, jujur ku katakan padamu, setiap kali ku terbayang harus melangkah jauh dari keluargaku hatiku menjadi galau dan cemas tak menentu. Mampukah aku menjadi menantu impianmu ? Bisakah aku menjadi istri yang baik untuk putramu?

Advertisement

Ibu, jangan takut, aku hadir bukan tuk merenggut putramu dari dekapan kasihmu. Aku hanya ingin menjadi rekanmu, agar kita bisa mencintai laki-laki yg sama, yaitu putramu. Aku akan selalu belajar mencintai putramu setiap waktunya. Yang akan selalu membuat putramu tersenyum dan rindu akan rumah.

Ibu, aku mohon do’a dan restumu. Karna itu sebagai pelita jalan kami. Sebagai hembusan nafas kehidupan dikeluarga kecil kami nanti. Semoga Allah merahmatimu selalu.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya