Hai kamu yang kini sedang sendiri. Kamu yang selalu menghabiskan waktu seorang diri dan sedang berharap kepada takdir untuk mempertemukanmu dengan seorang kekasih. Apa kabarmu? Apakah kau masih merasa kesepian dan merenung? Gelisah dan merasa kecewa dengan hubunganmu di masa lalu?

Tak apa. Engkau tidak sendirian. Ada banyak orang yang masih sendiri di luar sana. Berjuang, belajar dan mengarungi dunia seorang diri, tanpa seorang pendamping. Ya, memiliki seseorang yang bisa menerimamu apa adanya dan menemanimu di kala dunia menjatuhkanmu memang begitu menyenangkan. Namun apa dayanya ketika semesta belum menjatuhkanmu pada pilihan yang tepat?

Menunggu. Ya, hanya itu yang bisa kita lakukan. Namun jangan jadikan saat-saat menunggumu menjadi saat yang sia-sia. Kembali lihat di dalam dirimu, apakah masih ada yang harus diperbaiki? Seperti apa sikapku terhadap sesama? Sudahkah aku memenuhi dan memantaskan diri?

Sedikit demi sedikit, introspeksi diri akan mengingatkan kita bahwa nantinya kita tidak akan hidup sendiri. Kita akan hidup berdampingan dengan belahan jiwa kita, berelasi dengan orangtua, saudara-saudaranya dan teman-temannya, belajar untuk saling menerima dan menjadi satu keluarga. Untuk itu, belajar melihat kekurangan dan kelebihan diri sendiri tentu akan memudahkan kita untuk memperbaiki diri. Lantas, apakah hanya itu yang bisa kita lakukan di tengah-tengah penantian yang begitu panjang ini?

Selain memperbaiki diri, ada baiknya kita kembali belajar dari hubungan-hubungan di masa lalu. Ya, meskipun gagal dan ada kalanya membuat beberapa di antara kita trauma untuk jatuh cinta lagi, namun kita harus bisa mengalahkan rasa takut itu. Ambillah pelajaran di balik semua kesalahan masa lalu. Mungkin di suatu saat kita tidak bisa memahami pasangan kita terdahulu. Atau mungkin kita pernah menjadi pribadi yang emosional dan lebih mementingkan diri sendiri tanpa memikirkan kepentingan orang lain. Maka, manfaatkanlah saat sendiri ini untuk belajar dan tidak membuat kesalahan yang sama di masa yang akan datang.

Advertisement

Janganlah menyesal akan hubungan masa lalu itu. Belajarlah juga untuk melepaskannya agar kita siap menyambut dan membuka hati kepada orang yang tepat. Masa lalu hanyalah akan menghantui setiap proses pembenahan diri yang kita lakukan. Selanjutnya, berusahalah untuk memantaskan diri. Tak hanya sekedar penampilan karena pada dasarnya penampilan hanyalah bonus yang diberikan Tuhan. Ya, wajah yang tampan dan cantik, tubuh semampai, rambut yang berkilau dan kulit yang putih, semuanya adalah bonus. Satu hal yang juga harus dibenahi ialah karakter dan kepribadian. Ketika kita selesai untuk memantaskan penampilan, maka pantaskanlah karakter diri. Bentuklah karakter lewat berbagai aktivitas di sekitar, sibukkanlah diri dan kembangkanlah setiap talenta yang ada di dalam diri.

Terakhir, jangan lupa untuk bersujud dan merendah di hadapanNya. Usaha tanpa doa hanyalah sia-sia belaka. Oleh karenanya, sembari sibuk membenahi diri, berdoalah, mengucap syukur dan minta kepada Sang Pencipta untuk segera mempertemukan dan mempersatukan kita dengan sang belahan jiwa. Tak lupa juga, mintalah restu dari orangtua untuk turut mendoakan kita.

Kawan, janganlah berkecil hati karena kini engkau sendiri. Doa dan usaha adalah jalan yang pasti akan menuntun kita untuk sampai kepada tujuan. Ketahuilah karena Ia pasti memiliki alasan mengapa Ia begitu lama mempersatukan kita dengan sang pujaan hati. Tetaplah percaya, berusaha dan berdoa. Bayangkanlah kebahagiaan kalian ketika dipertemukan nanti. Dan ketika hal itu terjadi, jangan lupa untuk kembali bersyukur, berbahagia dan berproses serta bertumbuh bersama hingga maut memisahkan.