Menangis karena mainan atau barang kesayangan kita rusak semasa kecil adalah hal yang wajar. Namun seiring berjalannya waktu yang membawa kita beranjak menjadi dewasa apakah menangis untuk orang yang lebih memilih orang lain dan meninggalkan kita pantas untuk kita tangisi?

Wajar-wajar saja jika kita ingin menangis, karena kita sebagai makhluk ciptaan Tuhan mempunyai berbagai macam rasa. Baik itu rasa bahagia ataupun rasa sedih. Melepaskan sesuatu yang sebelumnya pernah menjadi milik kita bukanlah hal yang mudah. Butuh waktu untuk mengikhlaskan semua yang telah pergi.

Advertisement

Menangislah jika memang itu bisa membuat hati kita menjadi lebih tenang. Yang perlu diingat adalah tidak perlu menangisi orang yang telah menggoreskan luka dihati dengan waktu yang lama. Ada waktunya kita untuk bangkit dan buktikan pada dia yang lebih memilih orang lain dan meninggalkan kita bahwa tanpa dirinya pun kita akan baik-baik saja.

Awalnya mungkin akan terasa sulit, karena hari-hari yang biasanya diliputi dengan senyum bahagia juga canda tawa bersama seseorang yg special kini harus dilewati dengan sendiri. Kuncinya adalah katakan pada diri sendiri bahwa "Sebelum kehadiran dia di hati saya, hidup saya baik-baik saja. Lantas kenapa setelah dia datang kemudian dia pergi saya tidak bisa baik-baik saja"

Dunia terlalu kecil jika hanya terpaku pada satu orang yang kita cinta. Masih banyak hal baik yang akan kita temukan dan kita dapatkan dari orang lain yang datang setelahnya. Ingatlah bahwa Tuhan senantiasa memberikan yang terbaik untuk umatNya, termasuk dalam hal perjodohan.

Advertisement

Dia yang kini telah bersama orang lain sengaja dipisahkan dari kita karena Tuhan sayang pada kita. Tuhan tak ingin melihat kita terus bersedih jika masih bersamanya. Segala sesuatu yang dipisahkan tentu akan dipertemukan kembali dengan yang lebih baik.

Bukankah kita percaya bahwa Tuhan itu adil?

Bersabarlah, karena akan ada masanya dimana kita akan menemukan orang yang benar-benar tulus menyayangi dan mencintai kita dengan segala kelebihan dan kekurangan kita. Akan ada masanya dimana kita akan lupa bahwa kita pernah disakiti, lupa bahwa kita pernah terpuruk, juga lupa bahwa kita pernah merasa tidak ada gunanya lagi setelah ditinggal oleh orang yang kita sayangi.

Percayalah bahwa ini semua hanyalah masalah waktu. Karena waktu memang bukan obat terbaik untuk menyembuhkan luka. Tapi waktu adalah guru terbaik yang mengajarkan kita betapa berharganya hidup ini.

"Don't spend your time with people who don't make you happy"

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya