Rasa suka, sayang, cinta, atau apalah namanya memang tak kenal tempat tak peduli waktu. Ia bisa datang tiba-tiba pada orang yang tak disangka-sangka. Reaksi orang-orang yang disambangi virus kasmaran ini pun berbeda-beda. Ada yang memperjuangkan, mengungkapkan, dan berusaha menggapai asa hatinya. Namun tak sedikit yang memilih diam dan nyaman dalam persembunyian. Mengagumi dalam diam. Mencintai dalam keheningan.

Namun siapa bilang menyukai seseorang diam-diam itu bikin nyesek? Tak selamanya keengganan mengungkapkan perasaan itu bikin sesak dada, pedih mata, atau hampa jiwa. Jika kamu adalah orang yang juga mencintai dalam diam, camkanlah bahwa banyak hal positif yang bisa membuatmu bahagia dan nyaman mencintai dalam keheningan.

Advertisement


Tak selamanya diam-diam mencintai itu pengecut. Bisa jadi itu merupakan bentuk kedewasaan yang tak kamu sadari.


Kita bebas menyukai dan mencintai siapa saja. Karena cinta adalah pilihan Tuhan yang penuh rahasia dan kejutan. Namun bagaimana menyikapi perasaan tersebut mutlak menjadi pilihan masing-masing individu. Maka sangat tidak pantas seseorang yang berani mengungkapkan perasaannya mencemooh mereka yang memilih memendam isi hatinya. Apalagi sampai menggelarinya pengecut.

Rasa takut bukanlah alasan utama seseorang memendam perasaannya. Namun pikiran jernih, pertimbangan matang, dan kedewasaan telah bersinergi membuatnya berhati-hati dalam mengambil keputusan. Tak sedikit orang-orang yang mencintai dalam diam justru diam-diam mempersiapkan dirinya dan cintanya agar lebih matang. Dan pada saatnya nanti akan ia ungkapkan melalui sebuah lamaran. So sweet nggak tuh tiba-tiba langsung dilamar? Mending dilamar atau dijadiin pacar?

Advertisement


Mencintai dalam diam malah membuat kita mudah bahagia.


Melihat si dia tersenyum dari jauh saja sudah cukup membuat kita bahagia. Bahkan kita selalu bersyukur setiap ia tersenyum. Kita juga belajar ikhlas dan tulus ikut berbahagia tatkala ia berbahagia meski si dia tersenyum bukan karena kita. Sebab kita sadar bahwa si dia bukan milik kita, bukan siapa-siapa kita.

Mereka yang menjalin hubungan kerap bermasalah lantaran merasa saling memiliki. Sehingga ketika pasangannya bahagia karena orang lain kerap kali ia terbakar api cemburu yang berlebihan. Namun dalam konsep mencintai dalam diam kita akan sangat menyadari bahwa dia bukanlah milik kita. Senyumnya bukan hanya untuk kita. Maka keegoisan dan rasa memiliki tidak akan menjangkiti. Efeknya? Bahagia menjadi lebih sederhana. Melihatnya tersenyum sekejap saja telah cukup membuat kita bersujud syukur sepanjang hari. Uluh-uluh!


Bukan berarti tidak serius. Justri mencintai dalam diam adalah sebuah upaya elegan untuk menyiapkan masa depan.


Jodoh ada di tangan Tuhan. Tak ada seorang pun yang tahu dengan siapa ia akan menikah. Siapapun boleh berencana namun Tuhan lah yang punya kehendak. Ada kalanya kehendak Tuhan dan keinginan seorang hamba berbeda. Pun jua bisa jadi kehendak Tuhan dan kemauan seorang hamba malah sama. Ranah perjuangan manusia ialah berusaha dan berproses.

Mencintai dengan diam pun adalah sebuah proses dan usaha. Mereka yang memilih cara ini biasanya lebih fokus mengembangkan potensi diri. Karena mereka sadar bahwa untuk meraih masa depan bahagia nan membahagiakan tidak cukup dengan perasaan cinta semata. Semua butuh modal. Justru cinta yang baik adalah cinta yang mampu memantik energi-energi positif pada diri seseorang. Karena cinta ia semangat belajar. Karena cinta ia semangat bergerak. Karena cinta ia senantiasa berdoa. Dan karena cinta ia senantiasa menjaga. Menjaga perasaan, menjaga suasana batin, dan menjaga asa menjadi nyata di kemudian hari.

Jika kamu juga mencintai dalam diam, maka cintailah si dia dan dirimu dengan energi-energi positif. Niscaya kamu akan bahagia dan pandai bersyukur. Selamat mencintai wahai pejuang cinta!

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya