Tak terbilang apa yang telah engkau berikan untukku, rasa sayangmu tak ada yang bisa menggantikannya, terimakasih telah memperkenalkanku pada dunia ini. Tahukah engkau betapa bangganya aku memiliki wanita hebat sepertimu. Sembilan bulan aku didalam rahimmu memperjuangkanku dan mempertaruhkanku hanya untuk memperkenalkan aku pada dunia fana ini.

Bukan waktu yang singkat engkau merasakan sakit yang amat dahsyat untuk melahirkanku, pasti banyak bahaya yang mengancam keselamatan jiwamu. Aku terlahir seperti kertas putih yang masih polos belum ada coretan apa pun, namun engkau mengisi setiap hariku dengan belaian kasih sayangmu. Sentuhan lembut jemarimu, pelukan hangatmu menjadi ketenangan bagi jiwa ragaku, sapaan dan tutur katamu membawa kedamaian dalam hati.

Advertisement

Banyak hal yang telah kau korbankan untuk putri kecilmu ini. Tak terhitung keikhlasanmu untuk menggendongku, menyusui lalu menyuapiku makan dan di saat aku sakit kau tak pernah menyerah dan putus asa sabar merawatku. Engkau juga mengajariku merangkak, belajar melangkah, belajar bernyanyi, belajar huruf dan mengajariku mengenal kehidupan yang sesungguhnya.

Sekarang aku sudah tumbuh menjadi seorang gadis dewasa, tugas dan kewajibanku sebagai kakak tertua di dalam keluarga telah engkau limpahkan yaitu menjadi seorang yang bertanggungjawab untuk bisa mengayomi adik-adikku. Namun kewajiban itu belum bisa aku lakukan sampai saat ini. Maafkan aku mama, aku belum bisa jadi anak yang engkau banggakan, bahkan tak jarang aku menjumpai kenyataan lain ketika satu waktu mata indahmu memerah mengeluarkan air mata karena sikap, sifat dan kenakalanku yang membuat hatimu bersedih.

"Ketahuilah mama bahwa aku begitu mengasihimu lebih dari segalanya, aku memohon restu untuk setiap langkahku bahagiaku seiring doa mu." Hanya ada satu janji pada diri ini dalam iman kepada Tuhan Yesus. "Aku akan mengganti setiap tetesan air matamu karena kenakalanku dengan kebahagian dan kebanggaan bahwa engkau bangga memiliki putri seperti aku.

Advertisement

Terimakasih untuk kasih sayangmu, terimakasih telah mengasihiku tanpa syarat apapun, terimakasih telah memperkenalkanku pada dunia ini, terimakasih telah mengajariku arti hidup, terimakasih sudah menjadi malaikat pelindungku, nasehatmu akan menjadi teladan bagi hidupku. Salam kasih hangat dari putrimu.

Love you mama.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya