Wahai lelaki impianku, terimakasih telah mewujudkan kemustahilanku yaitu bertemu denganmu sebagai suatu hadiah terindah sepanjang tahun. Walaupun hanya dalam hitungan hari, namun terasa sangat hangat sampai saat ini. Aku yang sejak awal kali melihatmu dan menaruh rasa kagum terhadapmu, sampai akhirnya kau jadi hasrat terbesarku.

Namun ternyata kini kau lebih memilih cinta wanita lain, dengan cara mengabaikanku berbulan bulan tanpa kabar dan hilang begitu saja dengan alasan sama-sama sibuk. Kau belum pernah kan merasakan bagaimana menunggu kabar pas lagi sayang-sayangnya? Semoga jangan pernah, cukup aku saja.

Advertisement


Maaf, sampai saat ini aku masih belum bisa mengikiskan wajahmu, harummu, bahkan nafas dan degup jantungmu.


Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya