السلام عليكم ورحمة الله و بركاته

Hai, apa kabar imamku? Semoga kau yang jauh di sana selalu diberkahi nikmat sehat oleh Allah Swt. Alhamdulillah. Hai, siapakah kau? Mengapa hingga kini aku masih belum menemukan rupamu, hatimu dan suaramu yang menyejukkan jiwaku? Siapakah kau gerangan? Jika memang kaulah orang yang telah digariskan oleh Tuhan untukku, mengapa kau tak pernah datang padaku? Mengapa kau masih bersembunyi dalam ketidaktahuanku?

Advertisement

Hai, kau kekasih hati… Aku di sini diam menantimu. Menunggu sambil tak pernah jenuh menebak siapakah dirimu. Apakah kau adalah orang yang pernah kusuka? Atau orang yang telah lama mengenalku? Atau mungkin kau adalah orang yang kukenal namun aku tak pernah menyapamu? Datanglah kini dalam kesendirianku. Buatlah cerita indah untukku ketika aku bertemu denganmu nanti. Tunjukkan padaku hatimu yang terbalut iman dan taqwa untuk menyejukkanku.

Genggamlah tanganku untuk bersama-sama kita berjalan satu arah menuju kebaikan Illahi. Sudah sekian lama aku diam dalam sepiku. Menginginkan kekasih hati yang sempurna. Memang mustahil. Karena manusia selayaknya tidak ada yang sempurna, kecuali Rasulullah saw yang memang seorang suri teladan kita. Namun aku berharap, dirimu tidak jauh berbeda dengan Sang Nabi Mulia.

Hai dikau sang penyejuk hati… Sungguh, aku rindu dengan senyummu yang menawan. Sungguh, aku ingin mendengar seru dakwahmu yang menggetarkan setiap deru jantungku. Sungguh, aku menanti ceritamu tentang mimpi sempurna yang akan kau raih tentang arti kehidupan. Sungguh, aku sangat penasaran dengan hatimu yang tercermin dalam sikap indahmu. Kau tahu? Selama hidupku aku tidak pernah berpacaran. Aku belajar dalam sendiriku demi terus meneguhkan ketaatanku pada Sang Rabb serta setiaku pada hati yang hanya satu. Agar ketika tuhan mempertemukan kita pada waktunya yang ajaib, kupersembahkan kesetiaan paling mahal itu untukmu seorang.

Advertisement

Hai, aku ingin bercerita, bahwa aku sangat mengagumi sosok Fahri Abdullah, sang tokoh utama Ayat-Ayat Cinta karya Habiburrahman El-Shirazy. Karena sikapnya yang baik, teguh pendirian, taat, beriman dan sangat menyenangkan bagi yang mengenalnya. Tutur katanya pun juga menyejukkan, selayak tetasan embun kala surya mengintip di sela-sela langit yang tengah melukis fajar. Pengetahuannya yang luas dan beragam membuatku tak berkutik jika sedang mendalami kisahnya. Kehidupannya yang luar biasa selalu membuatku haus dan ingin selalu menyelami karakter dirinya melalui kata indah sang penulis lebih lama.

Sungguh, aku selalu berharap dalam doaku agar Tuhan menitipkan sosoknya ada pada dirimu. Akupun juga senantiasa berusaha untuk berubah menjadi lebih baik agar layak disandingkan denganmu, selayak Aisha dan Maria, dua gadis cantik yang juga luar biasa, panutanku dalam berubah.

Wahai kau yang bersembunyi… Aku ingin kau muncul melengkapi kisah hidupku, menyempurnakan dan membuat indah ceritaku. Siapkah engkau? Jika siap, kutunggu kau di sini. Namun jika tidak, aku menganggap ketidaksiapanmu itu sebagai suatu persiapan yang lebih baik lagi agar jika kita bertemu nanti, kisah kita tak akan terlupakan, kisah yang lebih indah dari novel fiksi atau film karya insan tuhan.

Bangunkanlah aku dari tidur panjangku ini. Sambutlah aku untuk menapaki kenyataan. Bantu aku, dan sadarkanlah aku bahwa di mana seharusnya aku berada. Karena harus kau tahu, disepanjang penantianku ini, aku merasa diriku jatuh dalam lubang khayalku, lubang mimpiku, dan lubang harapku. Aku tak sanggup bangkit, kakiku tak sanggup berpijak. Yakinkan aku bahwa kisah hidupku akan lebih indah dari dongeng sebelum tidur, lebih bahagia dari film drama korea, ataupun dari cerita-cerita fiksi belaka. Ukirlah semua kisah bersamaku. Rajutlah kehidupan yang nyata tentang keyakinan, ketulusan, kesabaran dan keikhlasan bersamaku. Buatlah aku tahu, bahwa bersamamu, surga menjadi lebih dekat dan hidupku akan menjadi yang terbaik dari kisah apapun.

Aku sadar, mungkin aku tidak secantik wanita-wanita dambaan seperti di layar televisi, kelebihanku tak sebanding dengan tipe wanita yang kau suka, dan bahkan aku menyadari bahwa aku memiliki banyak kekurangan dalam hidup ini. Tapi ketahuilah, aku akan berusaha menjadi setia lebih dari sang merpati. Aku akan mencintaimu dengan tulus lebih dari ketulusan sang daun yang jatuh dan yang pasti, aku akan selalu ada di sampingmu, menemanimu bahkan hingga saat terpurukpun. Datanglah segera, aku merindukanmu. Kita bangun surga kita bersama. Jikapun harus mulai dari bawah, bersusah-susah dahulu, asal berdua denganmu aku akan siap. Terima kasih atas waktu luangmu membaca sepucuk surat ini. Semoga Allah senantiasa memberikan keberkahan bagi kita semua. Alhamdulillah.

والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Dari, Istri Masa Depanmu

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya