Saya Pernah lihat status facebook yang kurang lebih tulisan nya seperti ini "Ngapain Nikah muda, emangnya kalian gak punya cita-cita yah?" Nggak usah lihat status orang,saya saja dulu banyak disindir-sindir teman satu kuliah di dalam kelas. Saya rasa kenapa harus nyinyir sih sama nikah muda ? Saya juga punya cita-cita tapi kehendak Allah lah yang terjadi.

Baik lah , memang tidak semua berfikiran seperti saya ,sebagian mengatakan tidak mau nikah muda karena beberapa alasan , contohnya belum mapan, kuliah belum selesai, punya karir dulu dan lain-lain bisa dipahami soal itu. Karena hidup itu pilihan dan hidup itu juga karena takdir. Kenapa saya sebut demikian ? Sebenarnya, menurut saya alasan hanya sebuah alasan yang sebenarnya jodoh nya belum nyampe, yang namanya jodoh itu sudah ditentukan dengan siapa, kapan nikah nya mau itu belum lulus kuliah.

Advertisement

Sebenarnya menikah itu bukan hanya keinginan diri kita sendiri, juga dorongan dari keluarga besar yang tidak ingin anggota keluarga nya terjerumus pergaulan yang nanti nya akan mencoreng nama keluarga. Juga bukan hanya keinginan kita sebagai perempuan yang merasa perlu kepastian. Tapi juga harus kesepakatan pihak laki-laki yang nantinya jadi imam untuk kita dan anak kita. Jadi, pernikahan itu tidak bisa terjadi jika hanya satu pihak yang menginginkan, dan tentu juga karena Ijin Allah SWT.

Pada saat itu saya masih kuliah semester 4 kalau tidak salah, dan pada saat itu saya sudah punya karir, saya bekerja di salah satu Tv swasta di Banjarmasin. Saya menikah dengan kakak tingkat saya di kampus setelah lulus kuliah suami saya menjadi salah satu dosen muda dikampus kami dan takdirnya saya selalu mendapatkan mata kuliah dia.

Saya menikah di usia belum genap 20 tahun, saya kelahiran tahun 1992 dan suami saya kelahiran 1989 jarak umur kami kurang lebih 3 tahun, saat itu hubungan kami mulai dekat di tahun 2013 hanya membutuhkan waktu 2 minggu untuk ke tahap selanjutnya yaitu menikah, sangat singkat bukan? Iyaa itu lah jodoh. pada awalnya kami memutuskan untuk menyembunyikan hubungan kami, karena kami rasa sangat tidak etis dosen dan mahasiswa punya hubungan. Pahit nya sangat banyak yang memandang saya cari kesempatan.

Advertisement

apakah kalian Percaya jodoh tak kemana ?

Saya salah satunya, pada saat itu saya dan suami tidak menyangka sama sekali. Karena hubungan kami yaa biasa saja sebagai murid dan pengajar, apalagi saya jarang sekali masuk kuliah karena saya bekerja di media itu sangat sulit mengatur waktu, walaupun schedule kuliah kami sebagai mahasiswa yang mengaturnya. Dan pada saat itu kami juga punya hubungan dekat dengan orang lain. saya pun juga begitu, suami saya sudah bertunangan dengan orang lain berencana menikah di akhir tahun, yang ternyata di akhir tahun dia menikah dengan saya, itulah yang namanya nggak jodoh mau rencana nikah di tgl sekian kalau gak jodoh mau bilang apa ?

Sebelum menikah apakah ada konflik bathin ?

Saya katakan iya, konflik bathin pada setiap orang yang akan mengambil keputusan apalagi keputusan untuk menikah terutama nikah muda yang artinya kita memilih pendamping seumur hidup, yang artinya kita tidak bebas lagi dalam bergaul dengan lawan jenis maupun sesama perempuan, merasa belum bisa membanggakan orang tua. karir belum mapan, belum lagi mantan yang dulu pergi berdatangan kembali dengan modus menyesal (saya menjalin hubungan LDR dengan seseorang tapi saya tidak ingin bercerita tentang itu demi menjaga perasaan pasangan masing-masing) itu semakin membuat galau dan membuat goyah iman, tapi percaya lah itu hanya ujian. Saya sering mendengar curhat teman-teman yang mau menikah tentang mantan yang dulu tiba-tiba datang lagi.

saya menepis konflik bathin itu dengan shalat malam dan shalat istikharah , saya sarankan untuk yang punya rencana nikah untuk mengamalkan shalat istikharah, karena ibarat sebuah pintu orang hanya bisa mengetuk pintu tersebut tetapi diri kita sendiri yang punya keinginan membuka pintu tersebut. Saya tipe orang yang tidak senang curhat dengan teman. saya lebih memilih curhat dengan tuhan, karena teman hanya bisa membantu mendengar sedangkan Tuhan itu Kun fayakun (bukan kun fayakun hatap dua bidang hakun kada hakun tatap ku hadang )

berserah diri kepada Allah itu sudah cara yang ampuh untuk mengatasi konflik bathin, Allah akan membatu kita dengan cara nya, jika benar dia jodoh kita Allah akan semakin memantapkan hati kita. Lancar segala urusan menuju pernikahan , entah tambahan dana untuk menikah. Karena, percaya tidak percaya suami saya yang merasakan. Pada saat itu tiba-tiba aja hasil panen melimpah (mertua saya seorang pensiunan PNS yang mengisi waktu dengan bertani) dana bertani beliau suami saya yang nanggung dari upah dan keperluan lainnya. Pada tahun itu, Alhamdulillah kalau sudah jodoh ada saja jalannya.

kalau hati kita sudah yakin maka siapa pun tidak bisa menggangu gugat keputusan kita.

Kehidupan setelah menikah seperti apa ??

Saya dan suami belum terlalu mengenal satu sama lain, karena baru 2 minggu dekat kami memutuskan menikah. Pada saat itu bulan Agustus, keluarga suami saya memutuskan Hari H nya di pertengahan bulan november jadi, kesempatan kami mengenal satu sama lain hanya kurang lebih 2 bulan.

Setelah menikah Asik nya itu, kalau mau ke kampus kita ya bareng-bareng berangkat nya , makan siang juga berdua. Kadang juga kita jarang ketemu, saya kan kuliah sambil kerja. Sampai akhirnya saya ngalah, saya berhenti bekerja dan berfikir panjang untuk hal-hal yang lebih krusial.

Selain senang nya juga ada pait nya, salah satu nya cibiran dari orang yang cuman sekedar tahu dengan saya tanpa kenal dengan saya. Memang yang tahu hubungan kami hanya teman akrab kami, kadang kalau lagi berdua dikampus apalagi dikantin misalnya pada ngeliatin sinis difikir gak etis, tapi gak apa-apa. Karena kebanyakan nya mereka belum tahu hubungan kami, jadi pelajaran gak boleh berfikir buruk tentang orang sebelum mengenali orang tersebut.

Pernah bertengkar ?

Sangat sulit dipercaya jika dalam sebuah pernikahan tidak mengalami yang namanya pertengkaran, justru karena kami belum terlalu kenal karakter pasangan kami . Tiba-tiba kaget dengan perubahan sikap yang dulu sewaktu pacaran tidak muncul sekarang malah muncul, apalagi untuk saya usia muda pemikiran masih labil .

pertengkaran karena cemburu juga kerap terjadi di awal menikah, tapi kami bertengkar tidak pernah berhari-hari . paling lama satu hari penuh. Kunci utama,dingin kan kepala, renungi dan selesaikan setiap masalah bukan dengan menghindari masalah apalagi pulang kerumah orang tua. Saya paling anti deh kalau bertengkar, kabur ke orang tua atau cerita ke mertua.

Punya anak diusia berapa tahun ?

Sempat berfikir menyelesaikan kuliah dulu baru punya anak, ternyata berubah fikiran. Membutuhkan waktu satu tahun menantikan momen tersebut.tahun 2014 anak Pertama saya lahir. Saya tetap kuliah di saat hamil, jadi ketika saya wisuda bisa foto bersama anak dan suami deh 🙂

Menikah memang tidak seindah duduk dipelaminan dengan memakai gaun penganten, tapi kita harus menyiapkan mental untuk kehidupan setelah menikah banyak orang yang dikatakan telat menikah, ada juga yang selalu menolak karena alasan belum masuk kriteria,apakah yang seperti itu juga dikatakan takdir ? wallahualam. Niat baik sebaik nya di terima. perbanyak Istighfar untuk yang sedang menanti seorang pasangan hidup. Karena istighfar juga salah satu jalan, tetap mengisi waktu selama penantian dengan kegiatan yang positif. Tetap sabar dan selalu berdoa.

www.dinalangkar.com

———————————- Semoga Bermanfaat ———————————-

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya