Soroti Adegan Infus Terbalik di Web Series, Anton Tanjung: Jangan Menormalkan Kesalahan!

Anton Tanjung kritik adegan medis

Perkembangan zaman yang semakin modern membuat masyarakat menjadi lebih selektif untuk menyerap suatu informasi. Termasuk dalam ranah hiburan, khususnya film dan sinetron. Keduanya tak hanya sekadar menjadi penghilang penat, melainkan juga bisa memberikan inspirasi dan ilmu. Maka dari itu, pembuatannya harus tepat sasaran supaya nggak salah kaprah.

Advertisement

Namun, dalam penggarapan sinetron di Tanah Air seringkali masih ditemukan sederet hal yang membuat penonton geleng-geleng kepala. Misalnya alur cerita yang ruwet, banyaknya jumlah episode hingga adegan yang dianggap kurang logis dan riset. Seperti baru-baru ini, media sosial ramai memperbincangkan adegan medis di web series “Antares” yang dinilai bertolak belakang dengan fakta. Hal tersebut mendapat kritik dari banyak pihak, hingga dikomentari oleh dokter sekaligus influencer, Anton Tanjung.

Anton Tanjung miris dengan adegan medis botol infus terbalik. Ia mengingatkan seharusnya pembuatan sinetron perlu banyak riset supaya nggak menyesatkan

Tanggapan Anton Tanjung soal adegan medis yang tak logis | Credit: Instagram @antontanjung

Serial yang tayang di aplikasi WeTV dan Iflix ini menjadi sorotan karena ceritanya yang ringan tentang anak SMA. Namun, di tengah episode ada salah satu adegan ketika karakter Aiden yang diperankan Irzan Faiq menjadi korban pemukulan hingga dilarikan ke rumah sakit. Peristiwa yang seharusnya penuh haru tersebut justru memunculkan kejanggalan. Pasalnya, sang dokter terlihat memegang botol infus dalam keadaan terbalik. Dalam dunia medis, hal tersebut tentu salah kaprah dan berisiko membahayakan pasien.

Anton Tanjung berusaha untuk mengedukasi pengikutnya di media sosial. Tapi pada kenyataannya, ada saja penggemar sinetron yang menganggap hal itu lumrah dan menganggapnya hanya sekadar skenario. Dirinya lantas menegaskan bahwa tayangan bisa memberikan berbagai macam dampak ke penonton. Untuk itu perlu ilmu yang jelas, bukan yang penting selesai dan akhirnya dipublikasikan.

Advertisement

“Ngefans boleh, tapi kalau ada yang salah ya harus dikritik biar bisa lebih baik lagi. Jangan menormalkan kesalahan hanya karena ngefans semata. Jangan jadi bodoh hanya karena ngefans,” Papar Anton Tanjung dikutip Hipwee dari Instagram, Minggu (22/8).

“Jadi dengan edukasi yang benar nanti kalau ketemu dikejadian nyata, ada yang salah pasang infus kalian bisa tahu dan bisa menegur. Bukan hanya planga-plongo ga tau itu salah,” sambung lulusan Kedokteran, Universitas Gadjah Mada tersebut.

Ia kemudian menjelaskan bahwa hal kecil seperti itu dapat menjadi edukasi. Apalagi kesalahan yang dibuat bisa diketahui oleh masyarakat umum, yang mana seharusnya tim produksi bisa lebih hati-hati.

Bukan kali pertama, sebelumnya kejadian serupa juga sempat mendapat kritikan dari warganet. Padahal adegan medis merupakan hal yang krusial

Advertisement

Web series “Antares” yang diperankan Angga Yunanda dan Beby Tsabina bukan yang pertama mendapat kritikan. Sebelumnya hal serupa pernah terjadi di sinetron lain. Sebut saja selang pernapasan terbalik di “Ikatan Cinta”. Infus jadi selang oksigen pada adegan FTV, perban justru mengikat kepala bukan pada bagian yang terluka, hingga pertolongan pertama berupa bantuan pernapasan dengan cara menindih korban di atas hospital bed pada sinetron “Badai Pasti Berlalu”.

Sederet kesalahan itu tampaknya belum menjadi perhatian bagi penggiat sintreon di industri hiburan. Publik pun ramai memberikan kritikan supaya sintron di Indonesia bisa lebih berkembang. Bukan hanya memikirkan jumlah penonton semata.

“Begini kalau asal jadi, tanpa observasi,” kata akun @mekhanai***

“Nggak tahu lagi sama ini drama, bukan memberikan ajaran yang benar tapi menjerumuskan,” papar akun @irwan***

“Sinetron Indonesia itu kalau mau ke IGD pasti lewat lorong.. Padahal kenyataannya IGD adalah area yang paling gampang dijangkau,” komentar warganet yang lain.

Sudah seharusnya industri kreatif berbenah untuk menghasilkan konten yang berkualitas. Bagi penggemar sinetron semoga bisa lebih kritis dan mencari tahu, karena nggak semua adegan yang dibuat sesuai dengan faktanya. Usahakan untuk terus selektif, ya!

Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

CLOSE