8 Artis yang Manfaatkan Swakarantina untuk Berkebun. Hasil Panennya Udah Bisa Dinikmati Sendiri!

Artis yang suka berkebun

Pandemi COVID-19 membuat masyarakat lebih banyak habiskan waktu di rumah. Selain karena mematuhi kebijakan pemerintah, kebiasaan baru ini sebagai bentuk melindungi diri dari penyebaran virus corona. Maka tak heran kita sekarang sering lakukan kegiatan baru di rumah maupun bernostalgia kembali dengan hobi yang sudah jarang digeluti. Termasuk para artis Tanah Air yang kerap membagikan hobi berkebunnya di media sosial.

Advertisement

Bukan cuma asyik bisa seru-seruan dan dapat ilmu baru soal tanaman, para artis ini bisa menikmati hasil berkebunnya sendiri lo. Nggak perlu lagi harus keluar rumah belanja ke tukang sayur, mereka pun tinggal mengolahnya. Nah, asyik banget kan? Intip 8 artis yang gemar berkebun sambil nikmati hasilnya dalam ulasan berikut ini.

1. Artis Atiqah Hasiholan membagikan hasil panen perdana tanaman hidroponik miliknya di akun Instagtam. Istri Rio Dewanto ini mengakui kalau ternyata cara merawat tanaman hidpronik pun gampang, terutama buat yang punya lahan terbatas

2. Giring dan keluarga ternyata sangat gemar berkebun. Tumbuhan yang berhasil ditanam antata lain bayam dan selada di green house kecil miliknya. Asyik banget tinggal mengolah dan dikonsumsi sendiri, hihi

Advertisement

3. Mengisi waktu luang dengan aktivitas baru selama #dirumahaja membuat Tantri Kotak begitu bersemangat berkebun. Daripada bosan dengan kegiatan yang itu-itu saja, katanya

4. Selama #dirumahaja, Ayudia Bing Slamet justru punya rooftop garden yang seru banget dilihat! Terinspirasi dari para chef dunia yang punya kebun sendiri dan tinggal petik kalau mau masak. Hehehehe

View this post on Instagram

Welcome to my 90% edible rooftop garden! Hampir semua yang ada disini bisa dimakan! Sebenernya udh punya impian lama bgt begini kayaa chef2 luar negeri yang tinggal ambil bahan makanan di halamannya. Karena keterbatasan space rumah, jadilah di balkon saja. Ternyata alhamdulillah ada keberuntungan tersendiri dimana posisi rumahku menghadap ke matahari terbit dan masih dapat beberapa area sinar di sore harinya. Seneng banget juga sekarang banyak toko online tanaman yang jual tanaman konsumsi jadi tinggal rawat. Ah! Gak nyangka nih bs begini. Terharu sumpah… Belum tentu bisa begini kalau gak ada momen WFH-WFH~ selalu percaya kalau semua orang itu #greenthumb atau tangannya dingin. Yang membuat gagal mungkin cuaca skala kecil di rumahh (terhalang tembok, kurang dapat paparan sinar dan sebagainya) -informasi ini aku dapet dr Masterclass kelasnya Ron Finley. Pokoknya semangat terus cari aktivitas seru dirumah gak mesti menanam ya apa aja. Yuk belajar sama-samaaaak! Semangat lawan pandemi!!!

A post shared by Ayudia C (@ayudiac) on

5. Hobi berkebun sejak dulu, membuat pasangan suami-istri Rara Sekar dan Ben Laksana memenuhi halaman rumah dengan berbagai tanaman. Bukan cuma bumbu dapur saja, tapi juga buah-buahan seperti tomat. Mereka pun kerap membagikan suka-duka merawat tanaman yang harus berhadapan dengan cuaca ekstrem

View this post on Instagram

Belakangan berkebun di rumah jadi jauh lebih susah. Kami merasakan sekali dampak cuaca ekstrem di #rarabenhomegarden. Hujan badai dengan intensitas air yg sangat tinggi di Bogor membuat kondisi kebun sangat lembab sehingga populasi serangga & hewan-hewan lainnya membludak. Akar-akar perlahan membusuk, panen sedikit, dan kematian tidak lagi jadi hal asing dalam keseharian kebun kami. Minyak nimba & pestisida alami ternyata tak lagi efektif ketika krisis iklim menghadang kebun kecil kami. ⁣ ⁣ Dengan mudah kami bisa berserah lalu me-reset kebun kami untuk mempersiapkan musim berikutnya tanpa ada pengorbanan yang berarti. Dengan kondisi iklim yang tak karuan seperti ini, ga terbayang berapa banyak petani yang harus menanggung gagal panen setiap tahunnya? Sementara kebutuhan konsumsi kita terus menekan mereka untuk memacu produksi lebih tinggi lagi. ⁣ ⁣ Meskipun kebun dalam ga karuan, kebun komunal di depan rumah bertumbuh liar dan menciptakan kehidupannya sendiri. Hampir jarang kami rawat beberapa bulan ini, kecuali prun dikit-dikit, mencabut gulma & panen dikit-dikit juga. Hari ini kami panen jahe yang kami tanam sejak November tahun lalu. Hasilnya bikin seneng! Saking banyaknya kami bisa berbagi sedikit dengan tetangga kami di depan. Kata mereka, “Wah pas banget. Harga jahe lagi 200rb sekilo!” Kami bersyukur masih bisa berbagi meski dalam kekacauan kondisi belakangan ini. ⁣ ⁣ Aku jadi teringat salah satu presentasi Jacinda Ardern sewaktu kami masih tinggal di NZ. Menurut Jacinda, dalam kondisi krisis (baik krisis ekonomi, krisis iklim, krisis sosial, juga krisis kesehatan) yang paling dibutuhkan adalah resilient communities. Komunitas seperti ini saling mendukung, menjaga & menguatkan dalam segala aspek. Saling meluruskan informasi, berbagi sumber daya untuk menjaga ketahanan bersama, mempunyai sistem ketahanan pangan lokal dgn rantai pasok yang efisien, & mampu menghadapi beragam krisis dengan adil dan setara — sebab demokrasi bukan hanya jadi ritual banal tapi menjadi pedoman hidup berkolektif yang diamini dalam pikiran dan perilaku keseharian. Apakah kita masyarakat yang punya ketahanan? Hm. Mungkin lebih baik bikin jamu aja kali ya. Salam. Jaga kesehatan 💛

A post shared by Rara Sekar (@rarasekar) on

Advertisement

6. Tantri Namirah pun turut memiliki aktivitas baru selama pandemi COVID-19, yaitu menanam tomat. Gimana? Ikut tertarik menanamnya juga?

7. Banyak waktu luang selama #dirumahaja membuat pemeran sinetron Angela Gilsha bernoslatgia kembali dengan kegemaran berkebunnya. Seru banget!

View this post on Instagram

A post shared by Angela Panari ॐ (@angelagilsha) on

8. Sementara itu, artis Nina Zatulini mengenalkan hobi berkebun kepada sang anak, salah satunya tanaman bonsai. Asyik banget kan quality time bareng anek yang berfaedah

View this post on Instagram

My baby with his baby bonsai🥰 #masyaaallahtabarakallah

A post shared by Nina Zatulini Chandra (@ninazatulini22) on

Kini, kita memang banyak habiskan waktu di rumah. Karena itu, kegiatan baru atau bernostalgia kembali dengan hobi dulu seperti berkebun kita lakukan untuk menghilangkan rasa bosan. Terlebih kalau tanamannya bisa dinikmati sendiri juga, puas dan senang ya!

Advertisement
loading...
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Editor

Pemerhati Tanda-Tanda Sesederhana Titik Dua Tutup Kurung

CLOSE