Astrid Kuya Disebut Sombong karena Selalu Hindari Reuni, Ternyata ini Alasan Utamanya

Astrid Kuya hindari reuni

Bulan Ramadan menjadi salah satu bulan yang dipenuhi dengan momen nostalgia. Di bulan suci ini ada tradisi bernama Buka Bersama alias Bukber yang dilakukan untuk menjalin silaturahmi dengan teman-teman yang sudah lama nggak berjumpa. Yup, Bukber sendiri mirip dengan reuni versi kecil-kecilan.

Advertisement

Setiap orang pasti mendapatkan undangan untuk reuni di bulan suci ini. Nggak terkecuali para artis. Kendati begitu ada banyak alasan seseorang menolak hadir dalam acara tersebut, seperti alasan Astrid Kuya yang baru-baru ini ia ungkapkan lewat sebuah unggahan video. Penasaran? Yuk simak berita lengkapnya di bawah ini!

Siapa sangka, Astrid Kuya ternyata adalah korban perundungan sewaktu SMA. Ia bahkan sampai keluar sekolah karena sering dirundung oleh teman-temannya sendiri

@astridkuya

Curcol masa SMA … tapi ingat orng yg suka bully nggak akan berhasil dlm hidupnya

♬ Remix Wek – Rausan™️🔊🔊🎵🇵🇱📍

Advertisement

Astrid Kuya kini menjadi sorotan warganet. Di tengah hingar bingar rencana reuni dan buka bersama di bulan suci Ramadan, lewat sebuah unggahan di akun TikTok-nya, Astrid mengakui hal yang cukup mengejutkan. Istri dari presenter Uya Kuya ini mengaku bahwa ia selalu absen reuni SMA. Karena nggak pernah datang, Astrid selalu disebut sombong oleh teman-temannya.

Ternyata ketidakhadiran Astrid di reuni SMA bukan tanpa alasan. Lewat video yang sama, Astrid mengungkapkan kalau dirinya pernah dirundung sewaktu SMA bahkan sampai ia memutuskan untuk keluar sekolah. Astrid menyebut bahwa hampir setiap hari ia harus berhadapan dengan para perundung sampai akhirnya lelah dan menyerah. “Lahhh, dulu gue dibully abis-abisan sampai tiap hari diajakin gelud…mana mainnya keroyokan cuman gara-gara tampang sama apa yang gue pakai dan sampai gue keluar sekolah karena capek tiap hari gelud,” beber Astrid.

Banyak warganet yang ikut berkomentar soal malasnya mengikuti reuni dan bahaya perundungan bagi pribadi seseorang

Setelah membeberkan alasannya nggak datang saat reuni SMA, Astrid kemudian sedikit menyindir orang-orang yang dulu pernah merundungnya. Menurut Astrid kini mereka telah berubah semenjak ia menjadi seorang figur publik. Banyak teman-teman SMA-nya yang memintanya untuk mempromosikan usahanya. “Sekarang lo lihat gue kayak apa. Ketemu minta tolong tag in usaha lo di IG, untung gue baik,” imbuh Astrid.

Tentu saja unggahan tersebut memancing banyak warganet untuk berkomentar. Banyak warganet yang bersepakat dengan Astrid dan menganggap reuni adalah ajang pamer kesuksesan. Selain itu banyak juga warganet yang mengingatkan soal bahayanya tindakan perundungan terhadap pribadi seseorang. Perundungan yang parah adalah pengalaman buruk bagi seseorang yang bisa membuatnya trauma. “Bener tuh, males kalau ikut reuni cuman ajang pamer kekayaan dan jabatan, bukan mengenang masa-masa sekolah,” seru salah satu warganet. “Ternyata berdampak banget ya perundungan di sekolah tuh,” sahut warganet lain.

Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Represent

Editor

Pemerhati Tanda-Tanda Sesederhana Titik Dua Tutup Kurung

CLOSE