Bendera Indonesia Berkibar di Parade LGBT, Dena Rachman Panen Kritikan dari Warganet

Bendera Indonesia di Parade LGBT

Dena Rachman adalah mantan artis cilik yang cukup terkenal di tahun 90-an. Ia dikenal sebagai penyanyi sekaligus pemain sinetron. Kini ia menjadi salah satu figur publik yang memutuskan untuk menjadi seorang transgender. Ia sempat menjadi perbincangan hangat di tahun 2013 lalu, di saat dirinya menunjukkan penampilan yang telah berubah menjadi wanita selayaknya.

Baru-baru ini, sosok yang berkecimpung di dunia fesyen tersebut kembali menjadi perbincangan publik. Pasalnya, Dena terlihat mengikuti New York City LGBT Pride March. Nggak tanggung-tanggung, Dena menunjukkan identitasnya sebagai masyarakat Indonesia.

Dalam parade LGBT yang berlangsung di New York beberapa waktu lalu, Dena Rachman terlihat membawa bendera Indonesia dan menggunakan atribut adat

Parade LGBT di New York via www.instagram.com

Dalam sejumlah postingannya, Dena menunjukkan kalau dirinya terlibat dalam parade LGBT yang diadakan di New York. Dena mengikut parade tersebut bersama beberapa orang lainnya. Yang menjadi perhatian adalah ketika rombongan Dena terlihat menggunakan pakaian dan aksesoris adat, seperti adat Bali dan adat Bugis. Bukan hanya itu, Dena juga mengibarkan bendera merah putih dalam parade tersebut. Melalui caption-nya, Dena menuunjukkan kalau dirinya bangga sebagai orang Indonesia, seorang transgender, dan seorang manusia.

Karena postingannya tersebut, Dena pun mendapat kritikan dari warganet yang menyesalkan ada bendera Indonesia yang dikibarkan di parade itu

Dena Rachman dikritik via www.instagram.com

Meski sejumlah rekan sesama figur publik seperti Jovi Adhiguna dan Wulan Guritno mendukung aksi Dena, tapi postingan Dena justru didominasi oleh kritikan dari warganet. Mereka menyesalkan aksi Dena yang membawa identitas Indonesia seperti bendera maupun baju adat di parade tersebut. Mereka meminta agar Dena nggak membawa identitas seperti itu di parade LGBT. Ada pula yang menanyakan apakah Dena sudah meminta izin terlebih dahulu kepada pemerintah untuk membawa atribut yang sangat mencirikan Indonesia.

Dilansir dari laman detik.com, Kementerian Luar Negeri (Kemlu) menegaskan pemerintah Indonesia tidak mengirimkan delegasi ke acara tersebut. Sebuah organisasi bernama Kelompok Satu Pelangi akhirnya memberi penjelasan. Mereka yang berpartisipasi di World Pride Parade 2019 di New York, menegaskan bahwa kehadiran mereka di parade itu tidak ada hubungannya dengan pemerintah Indonesia.Co-Founder Satu Pelangi, Luthfi Madjid menegaskan Satu Pelangi adalah organisasi nonprofit yang berdiri sendiri tanpa bantuan dari pihak manapun juga.

Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Pemerhati Tanda-Tanda Sesederhana Titik Dua Tutup Kurung

CLOSE