11 Bukti ‘Keganasan’ Warganet Indonesia. Nggak Cuma Serang Seleb, Lembaga Negara pun Bisa Kena

Bukti warganet Indonesia sadis

Selama ini warganet Indonesia sering dicap negatif. Meskipun tak sedikit orang yang takjub dengan kekuatan warganet yang masif dan kompak di dunia maya. Sayangnya, kekuatan itu justru sering digunakan untuk menyudutkan beberapa pihak. Bahkan tak jarang warganet memakai kata-kata kasar bernada penghinaan. Sehingga warganet Indonesia pun terkenal dengan label ‘tak sopan‘. Belum lagi warganet Indonesia dapat menyerang siapa pun tanpa pandang bulu lo. Tak hanya selebritas dalam negeri atau luar negeri, beberapa lembaga atau organisasi pun pernah diserang oleh mereka.

Advertisement

Inilah 11 bukti keganasan warganet Indonesia. Dalam beberapa momentum, warganet lansung menyerbu akun media sosial siapa pun yang dianggap bermasalah. Alhasil beberapa pihak harus menerima hujatan sampai-sampai mereka menutup kolom komentar.

1. Terbaru, warganet Indonesia ramai-ramai menyerbu akun Facebook pasangan sejenis asal Thailand, Suriya Koedsang dan Bas. Menerima banyak hujatan dan sindiran soal kelamin dan moralitas, Suriya dikabarkan telah menyewa pengacara untuk melindungi diri serangan warganet

ขอบคุณมากครับเพจ อีจัน ครับ 🙏🏼🙏🏼

Posted by สุริยา เกิดแสง on Monday, April 12, 2021

2. Perkara GothamChess beberapa waktu lalu pun menjadi bukti galaknya warganet Indonesia. Levy Rozman yang berada di balik akun GothamChess sampai menggembok akun Twitter-nya karena diserang warganet setelah insiden pertarungan catur online dengan Dewa Kipas

Advertisement

3. Tak cuma artis dalam negeri, artis Korsel Han So Hee pernah menjadi korban keganasan warganet Indonesia. Gara-gara akting Han So Hee menjadi pelakor di dalam drama yang menjiwai, warganet mencibir dan menghujatnya. Waduh~

4. Dianggap lupa diri, Dayana yang berprofesi YouTuber asala Kazakhstan pernah menjadi sasaran hujatan warganet Indonesia. Bahkan aksi unfollow Dayana yang digagas warganet membuat YouTuber yang sempat berselisih dengan Fiki Naki itu kehilangan sekitar 6 juta pengikut. Ngeri, ya~

5. Remaja asal Filipina yang tenar di TikTok pun harus menelan pil pahit karena diserang warganet Indonesia. Reemar Martin kerap jadi buah bibir karena parasnya yang cantik. Diduga karena cemburu dan iri, warganet Indonesia merundung Reemar dan melaporkan akun media sosialnya

6. Ketika kisruh Omnibus law merebak di Indonesia, warganet Indonesia serentak menyasar akun media sosial Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) untuk meluapkan amarah. Nahasnya, warganet Indonesia salah sasaran. Alhasil akun Instagram rapper Korea Selatan DPR Live jadi bulan-bulanan

7. Tak cuma menyerang individu, warganet Indonesia pun menyerbu lembaga internasional Badminton World Federation (BWF). Saat insiden pebulu tangkis dipaksa mundur dari All England, warganet memenuhi akun Instagram BWF dengan hujatan. BWF sampai tutup kolom komentar!

8. Sesuai survei Microsoft, warganet Indonesia dinobatkan sebagai ‘Netizen Paling Tak Sopan se-Asia Tenggara’. Tak lama setelah hasil survei dirilis, Microsoft langsung diserbu warganet Indonesia. Fitur komenar di akun Instagramnya pun dinonaktifkan. Kejadian itu malah membuktikan kalau survei itu benar, ya

9. Pernyataan Perdana Menteri Vanuatu soal HAM Papua di konferensi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menuai kontroversi. Tak terima dengan ucapan itu, warganet membanjiri akun resmi negara Vanutau dengan komentar rasisme. Bahkan hujatan sampai menyinggung budaya dan kemiskinan di negara itu

10. Peristiwa didepaknya tim Skuad Merah Putih dari All England berbuntut panjang. Wasit turnamen itu pun jadi sasaran hujatan. Namun, warganet Indonesia justru melayangkan kata-kata kasar ke Stephen Fry, seorang komedian dan aktor asal Inggris. Mereka salah mengira orang

11. Setelah mencetak gol ke kandang Persija pada laga sepak bola di bulan Januari lalu, Patrich Wanggai membawa kemenagan untuk PSM Makassar. Namun, kemenangan itu menuai reaksi negatif dari warganet indonesia. Patrich Wanggai pun menerima hujatan rasisme

Itu dia deretan bukti kegalakan warganet Indonesia. Bahkan warganet Indonesia sampai dijuluki ‘netijen paling tak sopan’. Karena hujatan dan ujaran kebencian tak sepatutnya dilakukan, yuk bermedia sosial yang sehat dan bijak!

Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Editor

Pemerhati Tanda-Tanda Sesederhana Titik Dua Tutup Kurung

CLOSE