Buku Diet Tya Ariestya Dikritik, Yulia Baltschun: Kalau Bukan untuk Diikuti Publik Ngapain Diprint

Buku diet Tya Ariesta dikritik

Mempunyai tubuh yang ideal merupakan dambaan setiap orang, banyak cara yang bisa dilakukan seperti menjaga pola makan, olahraga hingga defisit kalori. Diet menjadi pilihan banyak orang, selain memiliki keuntungan untuk menurunkan berat badan, pola hidup yang sehat diharapkan bisa terus diterapkan dalam keseharian. Hal tersebut juga banyak dilakukan oleh selebritas di Indonesia. Tak jarang mereka membagikan kisahnya kepada publik setelah berhasil menjalani program diet yang dijalani.

Advertisement

Namun baru-baru ini, media sosial tengah ramai perihal buku diet The Journey of Fit Tya Ariestya yang menuai kontroversi. Ibu dua anak tersebut memang sukses menurunkan berat badan hingga 25 kg dalam waktu 4 bulan. Ia pun mengeluarkan sebuah buku yang berisi perjuangannya melakukan program diet hingga beberapa tips yang tak luput dibagikan. Lantas mengapa buku itu menuai kontroversi, bagian mana yang dipermasalahkan ahli gizi? Yuk simak ulasannya.

Berawal dari komunitas ahli gizi @gizipedia_id yang menyoroti beberapa isi dari buku Tya, setidaknya 3 hal ini termasuk dalam kritikannya

Awalnya sebuah akun yang dikelola 3 orang ahli gizi menyampaikan keresahannya atas pertanyaan pasien yang menyebut “Apa benar sayuran justru bikin gemuk”. Setelah diusut salah satu penyebab pertanyaan itu karena sebuah buku diet viral yang diterbitkan oleh artis Tya Ariestya. Dalam salah satu bagian isi menyebut sayur sebagai penghambat penurunan berat badan. Tya pun melewatkan sayuran pada menunya karena tak suka makan sayur dan dokternya tak mempersalahkan.

Advertisement

“Oh iya, tau gak sih, kalau sayur bisa menghambat penurunan bb, loh.” kata Tya Ariestya pada bukunya dikutip dari Gizipedia_id, Selasa (2/03/2021).

Hal ini pun membuat para ahli gizi merasa kecewa sebab selama ini masyarakat Indonesia mati-matian diedukasi soal pentingnya serat dan nutrisi pada sayuran. Kontroversi yang ke-2 perihal kalori yang dikonsumsi Tya dalam sehari kurang dari 500. Mengambil contoh pola makan di tanggal 19 Oktober 2020, jika ditotal ia hanya makan 4 sendok makan nasi, melon 50 g, putel 2 buah, omega 3 serta multivitamin yang dianggap terlalu ekstrem defisit kalori.

Advertisement

Selain itu dalam buku tersebut, Tya memberikan sebuah testimoni yang ditakutkan menyamaratakan program diet setiap orang sama berdasarkan pengalamannya. Testimoni yang dicantumkan menurut pandangan Gizipedia termasuk strategi marketing dan bukan bukti ilmiah. Terlepas dari itu ada bagian yang memang baik untuk kesehatan yakni jalan kaki 45 menit yang dilakukan Tya dalam keseharian.

Influencer pegiat olahraga dan Diploma Food Production, Yulia Baltschun turut berpendapat. Meski di buku tertulis peringatan semua menu khusus dibuat untuk Tya dan dalam pengawasan dokter, maka tak seharusnya dicetak dalam jumlah yang banyak

Yulia yang awalnya tak peduli dengan diet Tya akhirnya turut berkomentar. Ia mengakui kalau dia belum membaca sepenuhnya dan hanya melihat unggahan beberapa orang serta thread di Twitter. Namun ada beberapa poin yang buat ia merasa gemas. Terutama pada buku dituliskan rincian jadwal menu harian dan jumlah kalori.

“Aku bukan haters yang ingin ngebenci orangnya, aku mah biasa-biasa aja, cuma pas lihat isi konten bukunya yang ambigu jatuhnya membahayakan (karena dicetak dan dijual),” ujar Yulia dilansir dari IG TV, Rabu (4/3).

Ia pun menuturkan tambahan disclaimer pada buku yang dikhususkan untuk Tya sudah mencerminkan bahwa sang selebritas tak percaya diri dan murni isinya keputusan pribadi. Kalaupun bertujuan sebagai buku biografi seharusnya tak mencantumkan secara rinci jadwal menu harian hingga jumlah kalori.

“Ada ditulis kalau ini tuh sebenarnya khusus utuk Teteh Tya nya aja jadi bukan untuk diikuti publik. Kalau bukan untuk diikuti publik ngapain di print jadi buku, dijual, udah jelas-jelas bakal diikutin, itu nggak masuk akal,” tutur Yulia.

Yulia menambahkan sebuah buku yang dicetak dalam jumlah banyak dan dipromosikan seharusnya dibuat untuk bisa dicontoh banyak orang.

“Ketika dari disclaimer-nya kamu sudah nggak pede dan bilang ‘ini tuh buku cuma buat aku lo guys bukan buat kamu’, udah keliatan insecurity. Nggak yakin kalau buku ini bakalan aman nggak sama orang lain,” tutupnya.

Menjalani diet untuk hidup yang lebih sehat memang bagus, tapi kembali lagi setiap orang punya proses yang berbeda dalam tubuhnya. Jadi harus hati-hati ya guys, sesuaikan dengan kondisi kamu dan lebih baik konsultasi ke ahli gizi masing-masing.

Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Editor

Pemerhati Tanda-Tanda Sesederhana Titik Dua Tutup Kurung

CLOSE